A Thousand Years

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid,
I have loved you for a thousand years
And for a thousand more…

A Thousand Years – Christina Perri

Bayangkan Anda seorang pria. Pria yang hebat multitalenta, telah memutuskan untuk jatuh cinta kepada seorang wanita yang telah menjadi inspirasinya sepanjang masa. Ia mengaransemen ulang lagu Christina Perri ini dengan aransemen yang sederhana tapi sangat menyentuh hati. Dan bayangkan apa perasaan si pria itu ketika ia memainkan musiknya, liriknya dinyanyikan oleh sang wanita pujaan.

Akan jadi cerita yang romantis jika mereka saling mencintai — happily life ever after. Tapi bagaimana jika kondisinya berbeda, sang wanita telah memilih pria hebat lain untuk dicintainya. Dan ia bernyanyi untuk sang pria malang ini, lagu yang isinya curhat total si pria kepada si wanita.

Saya tidak menduga ternyata ada saja pria-pria yang berbuat bodoh seperti saya dulu. Tapi memang saya bisa merasakan apa yang sedang dirasakan pria itu. Saya nyaris yakin, ia tidak akan bisa bikin aransemen sebagus itu kalau si wanita itu tidak ada di sisinya lagi. Inspirasinya telah membuatnya jauh lebih hebat daripada kalau ia sendiri.

Pak Wayan di novel Perahu Kertas, memutuskan untuk berhenti melukis potret wanita ketika inspirasi satu-satunya, ibunya Keenan, pergi dan menikah dengan orang lain. Saya, sampai sekarang tidak bisa membuat puisi lagi. Inspirasinya sudah tidak ada.

Ketika saya dikirimi lagu ini, saya sempat termenung. Saya putar-putar ulang lagu ini yang entah kenapa menurut saya lebih bagus dari versi Christina Perri sendiri. Karena ada cerita di balik lagu yang membuat hati trenyuh. Saya hanya berharap semoga si pria itu menemukan sumber inspirasi yang lain dalam hidupnya, yang sehebat wanita itu, yang bisa membangkitkan setiap potensi yang ada di dirinya jauh lebih hebat daripada yang sebelumnya. Di balik setiap pria hebat, bukankah ada sosok wanita?

*) Kak Driva, “apa kabar”? ^_^

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

  1. Kadang kesyahduan ramadhan membawa kita pada hal2 melankolis yang ngangenin ya….

    Akan ada waktu dimana seseorang akan menjadi inspirasimu, tapi bukan berarti selamanya dia akan menjadi milikmu. Hal terhebat adalah bagaimana kamu bisa membawa inspirasi itu terus ada setelah dia tak lagi kamu miliki…
    🙂

        1. kamu yang sabar ya lih *ikut-ikutan* xD

          anyway, mushroom malah mau nyanyi lagu ini di nikahan kami nanti, mengingat suaranya agak ancur, entah lagu ini akan berkesan apa ~.~”

  2. Assalammu’alaikum
    senang membaca blognya Mas Galih,s-xpun saya tidak tau siapa orangnya,tp lumayan lah bwt penasaran setiap isi blognya(isi blognya loh.. 🙂
    “Indah hidup dalam bayang2”,sdikit kutipan dari tulisannya, tapi pasti lebih indah hidup di alam Real.
    mungkin pada saat saya membaca semua tulisannya ini,Mas Galihnya udh ga melancolis lg x ya??
    Semangat terus mas dalam menulis.
    semua sudah ada dalam rencanaNYA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *