Dear Diary
Tadi siang ada pengumuman di mailing list bahwa panitia kegiatan Ramadhan di kantor sedang mengadakan lomba curcol Ramadhan. Langsung saya ingat kalau awal-awal saya membuat blog ini yang isinya curhat mlulu. Kebetulan tadi juga si Dhika di chatting entah kesambet apa tiba-tiba mengutip salah satu postingan saya yang paling galau. Iya sih, postingan yang mendayu-dayu itu telah mengalami pengikisan makna menjadi galau.
Jadi ini hasil karya saya barusan. Spontan begitu saya masih bisa bikin postingan yang galau lho ternyata. Saya mengapresiasi diri sendiri yang begitu cepatnya menemukan kosa kata “berdentam-dentam”, “bertalu-talu”, “sedang dilanda badai cinta sedahsyat badai Katrina”.
Dear diary,
Ada ngga sih cara supaya ngga galau di bulan Ramadhan? Tiap kali menjelang sahur rasanya hati ini kok berdentam-dentam bertalu-talu, selalu ingat masa-masa ketika ada seseorang yang menemani setiap makan sahur. Meskipun hanya sekadar sebuah miscall, tetapi buat orang yang sedang dilanda badai cinta sedahsyat badai Katrina, itu berarti banyak. Itu artinya sebuah perhatian. Sedikit bisa mengurangi suasana dingin di dini hari.
5 Comments
joesatch
July 25, 2012eee…siyal…
saya malah jadi kekampleng sendiri. iya, ini puasa kedua saya tanpa dibangunin sahur sama gadis manis sebiji pun
Budiono
July 26, 2012hwkwkwk… galau melanda pejuang cinta dikala puasa..
pety puri
July 26, 2012hmmm… can’t-move-on-yet-syndrome detected
lucu juga programnya kantor
Kimi
July 26, 2012Mas Galih ternyata jago juga nulis galaunya.
Nike
July 26, 2012galih sih juaranya nulis beginian.
tapi kok ya aku ngerasa miris gitu ya lih, kebawa sedih