The Amazing Spider-Man

Film-film Hollywood ini lama-lama jadi kayak sinetron Indonesia aja, punya banyak sekuel. Ketika pertama kali diajak nonton film ini, pertama kali yang muncul di benak saya adalah, film ini sudah punya banyak seri, sudah banyak yang dieksplorasi. Masak mau menceritakan yang itu-itu saja?

Ketika cerita kepahlawanan sudah dieksploitasi sampai habis, dan tema klasik itu menjadi terlalu datar untuk ukuran zaman sekarang, maka segi emosi yang lebih ditonjolkan. Saya bukan pengamat film, penikmat film pun sebenarnya bukan, tetapi The Amazing Spider-Man lebih banyak menonjolkan sisi emosi dari tokoh Spider-Man yang diperankan oleh Andrew Garfield (pemeran Eduardo Saverin, co-founder Facebook, di film The Social Media). Ini mengingatkan saya pada Smallville.

Spider-Man yang ini punya cewek juga, tapi bukan Mary Jane, namanya Gwen Stacy. Cantik. Dan bumbu percintaan mereka berdua membuat film ini menjadi lebih semarak. Ketika seorang anak yang tidak punya kemampuan apapun yang menonjol sehingga ia biasa diremehkan, kemudian tiba-tiba memiliki kekuatan super, tiba-tiba disukai oleh cewek, dan si pahlawan kita tidak tahu harus berbuat apa-apa, itulah yang membuat setiap adegannya menjadi lucu-lucu menggemaskan.

Peter Parker adalah Spider-Man tahun 2012. Artinya ia memanfaatkan seluruh teknologi hari ini untuk mendukung aktivitasnya. Riset melalui Bing! (hey, bukan Google), smartphone yang mirip Windows Phone atau Android (yang jelas bukan iPhone), dan lain-lain.

Meskipun saya suka endingnya, tapi tetap saja saya mengumpat-umpat, dasar film Hollywood!. Dramatisasi ketika klimaks dan endingnya benar-benar ala Hollywood. Ini ciri khas yang tidak pernah hilang sejak jaman film-film Sylvester Stallonne dan Tom Cruise. Semoga kalian tahu maksud saya. Kalau tidak, ya selamat nonton, hehe…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

  1. yg saya tau ending film2 hollywood itu pasti adegan ciuman haha

    ah mudahan ga antri tiket nonton hari ini, penasaran jadinya 😀

  2. Eh, ceritanya kan memang rada beda dr Spider Man yg sebelumnya. 😀 Gwen Stacy itu kalo di komik, pacar si Peter sebelum Mary Jane. Kalo di komik, si Gwen nantinya meninggal. Baru deh di Peter ama Mary Jane. Dan emang The Amazing Spider Man ini ceritanya lebih mirip yg di komik ketimbang yg versi si Tobey Maguire dulu. Contohnya, yg di komik itu jg ceritanya jalanya si Spider Man tuh hasil ciptaan Peter sendiri, nggak natural ada kayak di versinya Tobey.

    Btw, aku suka kok The Amazing Spider Man. ;P Stan Lee jg kocak banget munculnya di situ. XD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *