Tentang NulisBuku.com

Industri penerbitan buku adalah bisnis padat modal. Perjalanan sebuah buku agar bisa dibaca di pangkuan kita melalui rantai yang panjang, mulai dari proses penulisan itu sendiri, editing, proof read, pencetakan, distribusi ke toko-toko buku, dan pemasarannya. Praktis, seorang penulis harus didukung infrastruktur (apa ya bahasa non IT-nya?) yang kuat agar bukunya sampai ke tangan pembaca. Buku yang bagus tidak cukup untuk menjadi best seller, ia harus didukung oleh segala hal itu agar sukses.

Karena itu, tidak semua bisa menjadi penulis yang bukunya diterbitkan dan masuk di rak toko sekelas Gramedia. Setiap penerbit akan selalu melihat nilai bisnis dari suatu naskah yang diajukan. Tidak heran karena akan banyak sekali investasi yang ditanamkan disana: pencetakan sekian ribu eksemplar, memasuki jaringan toko-toko buku, dsb. Bayangkan jika buku itu tidak sukses, hanya sekian persen saja modal yang kembali.

Bagi penulis sendiri, royalti yang didapatkan dari hak intelektualitasnya sebenarnya tidak terlalu besar. Menurut Prof. HAR Tilaar, royalti yang diterima penulis hanya sekitar 10% dari harga buku. Jadi kalau satu buku itu harganya 70 ribu rupiah, ia hanya mendapatkan 7000 saja. Supaya angka ini menjadi “memuaskan”, paling tidak bukunya harus terjual seribu buah untuk jadi 7 juta rupiah. Padahal menjual seratus buku saja bukan perkara gampang.

Agaknya inilah salah satu sebab kenapa banyak buku-buku teknis dangkal sekali bahasannya, karena pengetahuan penulis juga tidak terlalu dalam — yang ia butuhkan adalah menulis buku yang populer dan mudah dimengerti, sebanyak-banyaknya. Jadi ia harus riset secepat-cepatnya supaya bisa menulis buku baru. Tidak perlu menulis topik yang detail dan dalam seperti yang biasa ditemukan di textbook buatan Prentice Hall atau McGraw Hill.

Print on Demand Plus

NulisBuku.com sebenarnya adalah layanan printing on demand, kita bisa meminta percetakan untuk mencetak sebanyak yang kita minta, tanpa batasan minimal seperti biasanya. Di Jakarta ada beberapa percetakan yang sudah bisa menyediakan layanan ini, tetapi NulisBuku.com menambahkan fitur lain dengan semacam toko buku online. Tentu saja setiap penulis akan bisa “menerbitkan” hasil karyanya di sini.

Menulis, buat saya adalah kegiatan yang menyenangkan. Buku “Merencanakan Keuangan Pribadi dengan GNUCash” adalah buku saya yang ketiga. Tetapi ini adalah buku hardcopy saya yang pertama yang saya coba upload naskahnya ke NulisBuku.

Sedikit review, saya cukup surprise dengan hasil cetakannya. Seperti buku betulan, hehehe. Rapi. Cuma tidak ada ISBN-nya saja. Hanya saja, karena ini printing on demand, dari pemesanan sampai barang sampai di pangkuan saya cukup makan waktu hingga sekitar dua minggu.

Saya akan pakai layanan NulisBuku ini sebagai tempat printing untuk hadiah kepada teman-teman yang saya ingin kasih bingkisan yang “sangat saya”. Saya tidak pernah bermimpi untuk jadi penulis yang komersial. Menulis buku buat saya adalah sarana untuk berbagi ilmu, dan saya sangat berharap ilmu yang saya bagi itu membawa manfaat sehingga akan menjadi amal jariyah. Insya Allah. Amin.

Buat teman-teman yang ingin punya versi hardcopy-nya, silakan menuju TKP, hehehe… Harganya saya patok di harga minimum NulisBuku mensyaratkannya. Buat yang ingin softcopy-nya, jangan sungkan untuk email saya, ada di bagian “Kontak Saya”. Buat yang saya email tadi pagi, itu adalah hasil pseudo random generator algorithm yang akan saya kirimi versi hardcopy, seperti janji saya di postingan ke-1000 ini.

Thanks!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 thoughts

  1. hiks, aku juga gak dapet email 🙁
    pasti “pseudo random generator algorithm” nya salah ngacaknya :p
    seharusnya namanya jangan pseudo random generator algorithm donk, kepanjangan bacanya <– padahal nggak ngerti maksudnya

    selamat kakak atas peluncuran buku barunya 🙂 semoga istiqomah nulis

  2. Dulu aku pernah iseng2 googling ttg ISBN, Kalo gak salah, kalo mau ada ISBN-nya penulis bisa urus sendiri koq.. Gak perlu nunggu diterbitin sama penerbit yang udh punya ‘nama’. Hehehe..

    Kan sptnya keren mas kalo ngado buku, penulis nama sendiri terus ada ISBN-nya.. 😛

  3. Saya sempat menulis buku, sayangnya belum sempat masuk penerbit dengan alasan isi full color dan hanya terdiri dari gambar serta caption. Yang terakhir mungkin maksudnya teks kurang banyak. So, untuk sementara bisa saya simpulkan bahwa, menulis buku itu sulit (terbawa emosi :D)

    1. wah, justru buku begini saya suka.
      mungkin karena saya senengnya “belajar” dg visualisasi, jadi gampang ngantuk kalo isinya tulisan semua 😀

      daaannn…nggak ada kan buku komik yang isinya kebanyakan tulisan daripada gambarnya? daaann…tetep banyak peminatnya kok 🙂 –> sedang sotoy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *