Sidang Thesis, Langsung dari Ruang 309 Binus Business School

24 Juli 2006

Saya mendapat giliran presentasi pertama kali, pukul 08:00. Sedianya di ruang sidang lab S2 di lantai 3, tetapi karena suatu hal, kami dipindahkan ke ruang sidang lab NCC a.k.a AJK (Arsitektur dan Jaringan Komputer). Dan karena yang saya siapkan di laptop hanyalah bahan presentasi sedangkan server program ada di ELIZA yang saya tinggalkan tetap di rumahnya di lantai 6, maka saya harus punya akses ke intranet ITS. 

(Sidang Tugas Akhir IBS, Langsung dari Lab S2)  – sayang fotonya hilang di server lama 🙁

3 Desember 2011

Ternyata saya adalah tim pertama yang melakukan thesis defense diantara teman-teman seangkatan. Presentasi saya buat dua hari dua malam setengah bolos kerja (maksudnya fisik ada di meja tapi nggak ngerjain kerjaan kantor). Sempat mau ganti dari PowerPoint ke Keynote, tapi melihat kerumitan Keynote, akhirnya saya putuskan tetap presentasi pakai PowerPoint. Sudah latihan presentasi ke ekspat — sidangnya dalam bahasa Inggris (thanks Pak Wilson!). Jas hitam, kemeja putih, dasi sudah juga, ngebut ke Pasaraya Grande Blok M malam itu. Celana ga matching karena ga ada yang cocok muat dan waktunya sudah tidak cukup buat njahitin.

Pak Kenneth, bos saya yang biasanya sangat kritis dalam membantai, hari itu bertanya dengan pertanyaan gampang (tapi tetap kelihatan sulit). Kalau ini presentasi soal kerjaan, seharian pasti habis dibantai kalau lihat ekspresinya dalam melihat slide demi slide. Bu Karen, dosen penguji, pertanyaannya cukup berat, tapi bisa dijawab dengan baik. Beliau memang tepat bertanya di titik lemah tesis kami, yang sudah saya kuatirkan akan jadi sasaran tembak. Pak Firdaus Alamsjah, dosen pembimbing, bertanya hal yang berat juga — well, saya nggak tahu pertanyaannya kalau beliau sedang jadi penguji, hehe.

Sekali lagi, saya telah melalui satu proses penting di hidup saya. Kuliah S2 ini unik karena harus sambil bekerja di siang hari, masuk kelas di malam hari dan pulang jam sepuluh malam. Beberapa ceritanya ada di kategori TA/Kuliah. Dan ITS jelas berbeda dengan Binus. Kultur yang sangat berbeda. Dan itu menyenangkan. Saya akan senang menunggu saat wisuda di Jakarta Convention Center nanti, supaya resmi untuk menempelkan gelar di ujung belakang: Galih Satriaji, S.Kom, M.M.

Dari Kiri ke Kanan: Salman Bahwal (partner), Bpk. Firdaus Alamsjah (dosen pembimbing), Bpk. Kenneth Gunawan (penguji wakil perusahaan), Ibu Karen Peyronnin (dosen penguji), dan saya sendiri.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

  1. Soal bolos kerja, itu saya juga biasa melakukannya kalau terpaksa. Betul, fisik tetap berada di depan meja kantor, tapi pekerjaan bukan dari Pak Bos 🙂

    Soal thesis, congratulation. Anda layak dapat bintang, Bung!

  2. Bro bagi pengalaman s2 dbinus dong dr test masuk, masa kuliahnya, kyk ngerjain ujian,quis,projecy,dll. Dan endinggnya wktu thesis gmn?? Makasih banyak bro atas informasinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *