The New Experience of Coding

Saya menemukan passion di pemrograman komputer beberapa bulan setelah saya menjalani perkuliahan di Teknik Informatika ITS, hampir sepuluh tahun yang lalu. Ketika mencari-cari bahasa yang akan dijadikan spesialisasi, saya menemukan sebuah quote dari majalah Oracle, “… because we believe in Java.” Sejak itu saya menyadari bahwa Java akan menjadi bahasa masa depan.

Sampai sekarang saya masih bekerja sebagai programmer (yg banyak orang bilang ini adalah jenjang karier terendah di dunia IT), meskipun sekarang lebih banyak analisis data. Saya ditugaskan di bagian ini setelah dua tahun mengotak-atik aplikasi Java Enterprise. Hal itu kadang-kadang menimbulkan kerinduan, sehingga kadang-kadang saya membuka kode Spring, Struts, dan Hibernate untuk membuat sebuah aplikasi kecil yang memakai PHP pun sebenarnya bisa.

Lha, awal bulan ini, atasan saya mengembalikan saya ke sisi programming lagi disamping tanggung jawab saya untuk analisa data sebuah sistem ERP untuk manajemen aset. Sebuah pengalaman baru bagi saya, yaitu bahasa deklaratif untuk arsitektur berorientasi pelayanan (halah… Service Oriented Architecture – SOA). Mendalami alur-alur proses dalam bahasa BPEL (Business Process Execution Language), mediator, web service, database adapter, dll.

Passion itu saya temukan lagi. Sudah lama saya tidak mengalami gairah yang meluap-luap, sebegitu penasarannya ketika web service saya tidak berjalan. Berusaha menemukan pintu ketika menabrak tembok, bukan malah membentur-benturkan kepala berharap temboknya jebol. Programming itu sebuah seni, karena dibutuhkan imajinasi dan kreativitas ketika membangunnya.

Seperti halnya dulu, saya rasa, SOA adalah arsitektur masa depan. Dan lagi-lagi Oracle yang membuat saya berpikir begitu. Oh iya, saya memakai Oracle SOA Suite 11g, yang merupakan bagian dari Oracle Fusion Middleware. Mungkin kapan-kapan saya akan ceritakan lebih detail tentang produk ini nanti.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 thoughts

  1. waktu pertama ketemu blogmu ya Lih, postingannya soal bahasa pemrograman semua. dan, entah sudah beberapa tahun ini aku melihat dirimu lebih manusiawi, lebih banyak posting diluar pemrograman ituh.

    yang jelas aku lebih suka yang sekarang 🙂

  2. Banyak vendor berpindah ke Android app, iOs app, dan windows phone app. Denger2 nokia mulai juga mengarahkan diri ke Windows Phone setelah berlama2 dengan Symbian.
    Yang otomatis juga, akan mempengaruhi masa depan J2ME. Saya pikir begitu.

    Mas Galih sendiri bagaimana?

    1. Kalo bicara soal J2ME, sebenarnya sudah almarhum sejak kapan taon. J2ME is soooo yesterday. Mobile trend jelas ke arah 3 platform mainstream: Android, iOS, Blackberry. Saya pesimistik dg BlackBerry meskipun disini hype-nya masih terasa.
      Kalau soal programming, Android dan Blackberry platform-nya Java. Jadi, masih pakai filosofi Java juga kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *