Bagaimana Cara Masuk Pasar Modal?

Dari beberapa instrumen investasi: saham, reksa dana, dan emas logam mulia (LM), saya anggap justru saham yang paling mudah dan simpel. Di LM kita harus ke toko emas, dan jangan harap toko mau melepas LM jika harga sedang turun-turunnya. Mau ke Antam di Pulogadung jauh. Di Reksadana, kita perlu ke bank agen penjual atau sales manajer investasi untuk membeli reksadana. Surat konfirmasi (confirmation letter)-nya biasanya baru sampai seminggu kemudian.

Di pasar modal, jika sudah memiliki rekening di broker atau pialang saham, urusan jual dan beli tinggal masalah klik, bahkan bisa dari ponsel kalau mau. Ini bisa jadi kerugian juga karena sangat mudah bagi kita untuk berubah dari investor menjadi swing trader. Tetapi juga bisa jadi keuntungan karena menjadi swing trader sangat melatih mental kita dalam menghadapi gejolak instrumen investasi yang naik turun. Jadi ketika kemarin nilai investasi reksa dana saya turun drastis, saya tenang-tenang saja karena sudah terlatih mentalnya ketika jadi swing trader.

Langkah pertama yang dibutuhkan untuk menjadi pelaku pasar modal adalah modal itu sendiri, hehe. Modal minimal yang disyaratkan broker pada umumnya Rp. 10 juta, atau Rp. 5 juta kalau sedang ada promo. Dengan modal segitu kita bisa langsung bertransaksi, tetapi pada kenyataannya agar bisa membeli saham-saham unggulan, biasanya modal yang diperlukan lebih dari itu.

Saya memakai Mandiri Sekuritas sebagai pialang saham saya. Awal tahun 2011 kemarin, waktu IHSG jatuh ke 3400 (dari 3700), saya mendaftarkan diri di Plaza Mandiri, Gatot Subroto. Ditemani oleh mbak CS yang cantik, saya disuruh mengisi biodata, fotokopi identitas, dan fotokopi NPWP. Lalu menandatangani cukup banyak term and conditions bermaterai. Di Mandiri Sekuritas, saya dibuatkan rekening Bank Mandiri khusus untuk penyimpanan cash yang siap untuk digunakan, meskipun saya sendiri sebelumnya sudah memiliki rekening Bank Mandiri. Jadi kalau ingin menambah modal, saya cukup transfer dari rekening saya ke rekening saya juga di Mandiri Sekuritas lewat internet banking.

Proses administrasi kira-kira sekitar lima hari kerja, saya kemudian dikirimi user ID, password, dan PIN yang digunakan di Mandiri Sekuritas Online Trading, tempat bertransaksi. Dan, jadilah saya salah satu pelaku pasar modal Indonesia, hehe…

Setelah itu proses transaksinya seperti dagang cabe begitu. Saya disuguhi halaman penuh yang berisi daftar-daftar saham yang sedang diperdagangkan dengan aktif. Angkanya terus bergerak. Ini disebut running trade. Kadang-kadang bisa tercipta suasana seperti Wallstreet di meja saya. Nah, kalau saya ingin beli saham yang sedang diincar, saya ketik ticker code-nya, misalnya Semen Gresik (SMGR). Kemudian akan tertera informasi berapa harga terakhir, daftar antrian, daftar harga-harga yang sedang diminta, daftar harga yang sedang ditawarkan, volume transaksi, dll. Saya akan pasang berapa harga yang saya inginkan, kemudian setelah memasukkan PIN, saya akan masuk ke antrian di lantai bursa.

Misalnya, harga terakhir SMGR adalah 8000, maka akan ada orang yang mau beli (bid) di harga 7800, 7850, 7900, 8000. Kemudian ada juga orang yang akan beli di harga 8050, 8100, 8150 di kolom yang ditawarkan (offer). Jika mau beli di harga 8000, kita akan masuk ke antrian. Tetapi jika kita mau beli dengan harga yang lebih mahal di 8050 atau 8100, maka transaksi akan segera terjadi dan ini disebut matched.

Happy investing!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 thoughts

  1. Bearti lw qt mau ikut pasar modal qt harus datang ke bank?apa semua bank bisa untuk daftar atau buka rekening sekuritas?terus qt harus tanya bagaimana.terima kasih

    1. Bank tidak bisa mba, harus datang ke perusahaan sekuritas yang terdaftar di BEI. Malah sekarang bisa online tidak harus datang langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *