Nonton Resital Piano Teguh Sukaryo

Posted by: on Sep 27, 2011 | 2 Comments

Mungkin saya termasuk orang yang aneh. Orang ramai-ramai pergi ke Java Soulnation, saya malah nyasar nonton resital piano klasik Teguh Sukaryo di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Ya memang, siapa yang kenal judul-judul macam Fantasie Impromptu, La Campanella, Prelude in B minor, atau Rondo Alla Turca. Ah tapi biarin, sisi freak yang ini mau saya pertahankan.

Dimana-mana musik klasik memang tidak terlalu banyak disukai karena memang tidak populer (ya eyalah, kalo populer namanya jadi musik pop). Paling yang nonton di teater kecil tidak lebih dari 30 – 50 orang saja dari seluruh kapasitas teater yang saya perkirakan sekitar dua ratus an orang. Dan saya juga pikir paling-paling yang nonton kalau nggak guru piano ya murid sekolah piano. Musik klasik biasanya menjadi kurikulum pelajaran awal sekolah-sekolah piano sebelum mengarah ke pop atau jazz.

Saya akhirnya juga berkesempatan melihat dan mendengar secara langsung grand piano Steinway & Sons yang dimiliki Taman Ismail Marzuki yang selama ini hanya saya dengar ceritanya saja. Di tangan pianis handal, ternyata Steinway memiliki suara yang sukar diungkapkan dengan kata-kata. Secara karakter, suaranya agak mendem dibandingkan grand piano Yamaha yang melengking. Saya pikir Steinway sangat cocok untuk memainkan musik-musik klasik, sementara Yamaha cocok untuk musik-musik generasi new age.

Tanpa pengeras suara, piano Steinway mampu menghadirkan gelombang suara yang imajinatif. Di Rondo Alla Turca-nya Mozart (Turkish March), rasa-rasanya seperti menggambarkan barisan tentara Turki yang menggetarkan tentara-tentara Eropa di Perang Salib. Gegap gempita, mengejutkan, dan menggetarkan. Atau di Fantasie Impromptu yang temponya berubah-ubah, rasa-rasanya seperti melihat kehidupan Chopin yang tak menentu.

Meskipun musik klasik kebanyakan orang tidak tahu, tetapi Teguh Sukaryo di speech pembukaannya mengatakan bahwa komposisi-komposisi yang dimainkannya malam itu adalah karya-karya yang populer. Bahkan tajuk resital piano kali itu adalah “The Greatest Hits”. Saya agak tersenyum geli. Ya benar sih, jika dibandingkan dengan komposisi-komposisi lain, apa yang dimainkan memang sangat populer yang biasa dimainkan di sekolah-sekolah musik.

2 Comments

  1. blog raharja
    September 28, 2011

    memang musik klasik tidak populer tetapi dapat menghanyutkan penikmatnya.

    Reply
  2. pety puri
    February 17, 2012

    saya tidak paham musik, tapi cukup senang mendengarkan musik akustik & permainan piano yang bisa bikin ‘jantung meloncat2″ dan bilang WOW! :)

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site