Piano Sonata Op. 13 “Pathetique”

Posted by: on Aug 7, 2011 | One Comment

Sudah setahun lebih sejak saya mulai mempelajari partitur Sonata Opus. 13 “Pathetique” karya Ludwig van Beethoven. Sebenarnya empat bulan berikutnya saya sudah bisa memainkan keseluruhan komposisinya, tetapi sampai sekarang saya masih belum menganggap lulus. Bukan karena ini memerlukan skill penjarian tinggi yang cepat, tetapi justru karena kelembutannya. Komposisi ini harus dimainkan dengan lembut dan dari hati. Justru di lagu-lagu lambat lah biasanya seorang pianis bisa dinilai kematangannya (dan saya akan ketahuan kalau pegang piano baru tiga tahun ).

Tetapi sudah saatnya saya belajar komposisi berikutnya untuk melatih penjarian saya. Jadi ya sudah apa adanya saya rekam bagian pertama dan kedua Pathetique ini. Untuk bagian ketiga saya belum merasa layak untuk merekamnya, hehehe…

Silakan didownload di sini.
Bonus: Kasih Tak Sampai dalam file MP3 :p

Hari ke-4

Posted by: on Aug 4, 2011 | 2 Comments

Ramadhan di Jakarta selalu berkesan. Empat hari pertama sudah dilalui, alhamdulillah lancar. Bahwa hal yang terberat sebenarnya bukan menahan lapar dan haus itu karena puji syukur saya bekerja di tempat yang adem dan duduk manis di depan komputer dari pagi sampai sore. Yang berat adalah menahan hal-hal yang memang biasa saya lakukan di luar bulan puasa: bergosip dan melihat benda-benda kemilau yang hilir mudik di lobi bawah.

Saya merasakan matahari semakin terik dari tahun ke tahun. Meskipun memang sedang musim kemarau, waktu pulang kantor jam setengah lima sore, sepertinya matahari masih kencang semangat empat lima mengguyur bumi dengan cahaya. Dan panas terik ini sangat berbeda dengan terik sepuluh atau lima belas tahun yang lalu. Padahal itu belum apa-apa jika nanti matahari ditarik ke atas ubun-ubun manusia di padang Mahsyar kelak. Masya Allah.

Saya akhirnya menemukan masjid dekat kos yang menyelenggarakan tarawih delapan rokaat plus tiga witir, di masjid kantor PLN Duren Tiga. Bukan berarti saya tidak mau tarawih yang versi 23 rokaat, tetapi rasanya lebih syahdu kalau tarawih dengan pelan-pelan, meresapi dan menikmati ayat-ayat Al-Qur’an yang dilantunkan oleh imam sholat tarawih. Status saat ini masih 100%, saya harus menggunakan “jatah absen” dengan bijak.

Tentang tilawah Al-Qur’an, masih sangat ontrack. Tahun ini saya punya lebih banyak waktu luang untuk merenung dan membaca karena jadwal kuliah memang sudah tidak ada lagi. Semoga nanti bisa melebihi target.

Tentang ngaji kitab, sepertinya akan gagal nih, tidak jadi bisa posting intisari dari kitab Riyadus Shailihin, macet di Bab 1. Rupaya pembahasannya juga cukup berat, seberat Al-Hikam. Jadi saya belok buat baca kitab-nya KH. Quraish Shihab: Membumikan Al-Qur’an jilid 2. Lebih asyik dibaca sambil buka dan sahur.

Demikian catatan di hari ke-4. Semoga bisa menginspirasi — khususnya saya pribadi untuk lebih baik lagi di sisa hari Ramadhan tahun ini.

Selamat Ramadhan 1432H

Posted by: on Aug 2, 2011 | 4 Comments

FLICKR
Lokasi: Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan
Nikon D90 | Sigma 70-300 mm APO Macro

Meskipun terlambat (tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?), izinkan saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432H bagi yang melaksanakan. Maafkan saya jika ada salah-salah ucap dan tulis baik yang saya sengaja dan (utamanya) yang tidak saya sengaja. Maafkan saya atas segala kesalahan, untuk hati yang saya sakiti. Sebenarnya tidak ada maksud kecuali hanya saya yang khilaf sebagai manusia yang darahnya sering bergejolak.

Saya mengambil foto burung merak sebagai tema Ramadhan ini karena dua hal. Burung Merak mengepakkan ekornya yang indah hanya untuk menarik lawan jenisnya. Ia mengembangkan ekornya selebar-lebarnya, menunjukkan semua hal yang dimilikinya. Tulus, tidak ada yang ditutup-tutupi.

Dua hal yang bisa kita tarik pelajaran dari burung Merak ini. Ketulusan dan keikhlasan harus menjadi semangat kita dalam setiap tingkah laku kita. Sekaligus menjauhi sikap sombong dan riya’ yang suka ditunjukkan oleh si Burung Merak untuk menarik pasangannya. Dua hal yang nampaknya bertentangan, tetapi sesungguhnya tidak.

Switch to our mobile site