Menengok Car Free Day di Jl. Pemuda

Setahun yang lalu, saya menulis essay fotografi tentang Car Free Day di jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, yang diadakan di minggu terakhir setiap bulan. Di sana saya menulis ajang CFD tidak hanya sebagai sarana olahraga pagi yang sehat, tetapi sebuah arena ekspresi dan unjuk lifestyle.

Hingga sekarang, antusiasme masih sangat luar biasa sehingga Car Free Day diadakan dua kali sebulan. Bahkan di hari minggu biasa pun, jalur cepat harus ditutup sampai sekitar jam sepuluh karena begitu banyak masyarakat yang bersepeda.

Semangat bersepeda pun merambah tidak hanya di pusat kota. Salah satunya Jakarta Timur yang menggelar Car Free Day di sepanjang jalan Pemuda mulai perempatan yang menuju terminal Rawamangun hingga ujung timur persimpangan yang menuju terminal Pulogadung. Secara sekilas, tidak ada yang berbeda, tapi saya merasakan atmosfer yang sangat mencolok.

Di sini, tidak ada mobil-mobil SUV mewah yang parkir di tepi jalan menggendong sepeda mountain bike belasan hingga puluhan juta rupiah. Di sini tidak ada sepeda-sepeda kemilau dengan pesepeda yang… trendy, dandy, berpakaian olahraga dengan cermat, seakan-akan mau ke pesta saja bukan berolahraga.

Di Jl. Pemuda, saya menemukan atmosfer yang lebih merakyat. Mayoritas peserta CFD adalah penduduk kampung di belakang Jl. Pemuda. Jalanan relatif lebih lengang sehingga banyak yang menggelar lapangan bola di tengah jalan, bermain bulu tangkis, berjalan kaki, senam pagi, sampai anak-anak yang jungkir balik di tengah jalan yang selalu macet hampir 24 jam ini (wajar, ini adalah salah satu poros utama penghubung Bekasi-Jakarta).

FLICKR
Lokasi: Jl. Pemuda, Jakarta Timur
Kamera: Panasonic Lumix DMC F-3

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *