JRockit Lebih Baik Daripada Sun JDK

Sejak mengenal Java hingga sampai sekarang, saya adalah pengguna setia Sun Java, baik Java Development Kit-nya maupun Java Runtime Environment-nya. Bukannya apa-apa, saya memang tidak pernah mengenal SDK (Standard Development Kit) selain bawaan dari Sun. Dan saya tidak pernah menemui masalah ketika memakainya di production environment.

Hingga kemarin waktu saya mau deploy Liferay. Saya menggunakan Liferay Community Edition edisi bundled dengan Tomcat. Java bawaan yang dipakai adalah Sun JRE 1.6. Server yang dipakai adalah Windows Server 2003 (32 bit) dengan total RAM 3GB yang berjalan di mesin virtual VMWare di atas IBM Blade Server.

Tetapi performanya sangat lambat. Saya tidak bisa mengalokasikan semua memory untuk Java. Maksimal saya hanya bisa alokasi heap space-nya di 1150 MB. Anehnya, Java tidak memakai jatah yang sudah diberikan, maksimum hanya sekitar 700 MB physical memory yang dipakai, selebihnya diswap ke virtual memory yang pastinya jauh lebih lambat.

Mentok, saya coba memakai JRockit dari BEA. Ini dari pengalaman teman saya yang mengalami masalah serupa dengan performance JDK bawaan Sun. Saya bisa mengalokasi RAM sekitar 1500 MB dan sepertinya JRockit mampu memakainya secara maksimal. Hasilnya, peningkatan performance sudah cukup terasa dengan waktu load yang lebih cepat — meskipun belum terlalu acceptable buat saya. Tujuh detik untuk loading portlet yang berat masih terlalu lambat. Tetapi paling tidak, pergantian JDK ini sudah cukup berpengaruh. Mungkin setelah ini saya akan coba memakai Liferay yang bukan versi bundled-nya.

Menariknya, dulu dua SDK ini adalah kompetitor satu sama lain. Tetapi faktanya sekarang Sun adalah milik Oracle, dan BEA juga dibeli Oracle. Dua-duanya menjadi produk Oracle Middleware. Namanya menjadi Oracle Java Standard Edition dan Oracle JRockit. Saya agak geli ketika download kedua SDK ini dari situs yang sama.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 thoughts

  1. Saya selalu senang kalau ngobrol atau baca pengalaman orang yang bisa bikin program. Sayang cita-cita saya untuk bisa bikin program meskipun secara otodidak tidak pernah tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *