Versi eBook, Seri Api di Bukit Menoreh
Saya masih ingat bacaan-bacaan awal saya ketika baru bisa belajar membaca. Salah satunya adalah novel berseri Api di Bukit Menoreh karya SH. Mintardja, terbitan Kedaulatan Rakyat yang sangat populer di medio tahun 80-an. Masih ada lagi seri novel lain misalnya Naga Sasra Sabuk Inten, kemudian majalah-majalah Jaya Baya dan Panjebar Semangat, dll.
Saya cukup beruntung lahir di keluarga besar kutu buku. Bahan-bahan bacaan yang saya sebut di atas itu semuanya koleksi almarhum kakek saya sejak akhir 70-an hingga di wafatnya di tahun 1989. Kemudian paman saya mencoba menyelamatkan koleksi-koleksi tersebut dengan menjilidnya per seri dan menaruhnya di “perpustakaan”.
Api di Bukit Menoreh adalah sebuah serial panjang, bergenre silat/action, mengambil setting di masa awal berdirinya Mataram Islam sebagai pecahan Pajang. Adalah sebuah tanah perdikan yang subur di kaki Merapi bernama Menoreh, sebagai setting sentral cerita ini. Meskipun cerita utamanya adalah perebutan kekuasaan di tanah yang subur ini, secara keseluruhan cerita ini merupakan konflik dari tokoh-tokohnya — nafsu, kekuasaan, kebajikan, perjuangan, politik, kesombongan, dll.
Banyak sekali nilai-nilai yang ditanamkan novel ini, termasuk diantaranya kebudayaan Jawa, karena memang lokasi sentral cerita ini ada di pusat budaya Jawa — sekitar Solo Jogja. Kita akan sering menemui istilah-istilah yang mungkin sekarang nyaris punah: pringgitan, senthong, padaringan, dll. Hayo, yang mengaku Jawa, sudah tidak kenal kata-kata tersebut bukan?
Saya senang sekali waktu tahu ada proyek digitalisasi seri novel ini. Bagaimanapun juga mahakarya almarhum SH. Mintardja ini adalah sebuah warisan yang sangat berharga. Mungkin seperti buku-bukunya Pramoedya Ananta Toer. Proyek itu sepenuhnya sudah selesai sekarang, dan kita semua bisa menikmatinya di alamat http://adbmcadangan.wordpress.com. Saya sedang mulai membacanya dari seri awal di ebook reader saya, dan cukup terkejut ketika mengetahui bahwa tokoh sentral novel ini, Agung Sedayu, awalnya adalah seorang yang penakut. Hehehe…
PS: novel berseri ini mungkin hanya diketahui oleh generasi 10 tahun di atas saya, dan gara-gara saya tahu detail cerita ini, saya sering diolok-olok lebih tua dari umur saya yang sebenarnya
Comments