Tentang eBook Reader

Ketika Apple iPad muncul, saya meramal bahwa kelangsungan hidup eBook Reader sudah tidak lama lagi karena pada awalnya, iPad memang didesain untuk sebuah pembaca buku dengan fitur-fitur tambahan. Nyatanya, produk yang kemudian popularitasnya semakin menurun dan terancam punah adalah netbook.

Ada satu hal yang tidak bisa digantikan tablet, yaitu sistem display-nya. Tablet seperti iPad atau GalaxyTab menggunakan sistem LCD/LED yang bersifat backlit atau menyorotkan cahaya untuk menerangi layar. Ternyata ini membuat mata cepat lelah. Bayangkan kita harus membaca beratus-ratus halaman dengan kondisi mata dihujani cahaya langsung dari layar. Capek. Nggak nyaman.

Sedangkan eBook Reader menggunakan sistem display yang dinamakan e-ink display yang bersifat memantulkan cahaya. Ebook Reader tidak bisa dipakai di tempat gelap. Jadi kesannya kita seperti membaca huruf-huruf rugos yang ditempelkan di plastik. Ah, nggak percaya? Rasakan bedanya, saya dulu juga tidak percaya beda antara baca e-ink display dengan backlit display.

Antara Kindle dan iRiver Cover Story

Saya sempat dibingungkan ketika memilih eBook Reader yang cocok untuk kebutuhan saya. Ketika saya baca review, saya lebih condong ke iRiver karena: 1) lebih murah; 2) lebih banyak fitur (bisa format epub, media penyimpanannya SD card biasa, touch screen, dll); 3) rekomendasi dari dua kawan saya, Daniel dan Kimi.

Ketika saya bertemu fisiknya di toko buku yang jual eBook Reader di bilangan mal Mangga Dua, saya langsung jatuh cinta dengan Kindle. Sederhana, saya suka font-nya yang sepertinya sangat pas, dan kesannya seperti membaca tulisan di atas kertas putih. Pengalaman membaca bukunya sangat terasa. Sedangkan reader yang lain seperti iRiver, Sony Reader, dll kesannya masih seperti baca layar elektronik berwarna cokelat bertuliskan huruf-huruf kusam. Tapi, Kindle tidak memiliki fitur yang kaya. Ia tidak bisa baca format epub, PDF-nya tidak bisa reflow (word wrap) secara otomatis, media penyimpanannya hanya media internal, dan terkesan sangat propietary.

Akhirnya saya memilih Kindle yang lebih mahal dengan pertimbangan saya tak mau mengurangi pengalaman membaca (reading experience) saya. Font-nya yang terlanjur saya suka dan display e-ink-nya yang sangat mendekati kertas putih. Dan juga, setiap kata bisa dirujuk ke kamus Oxford English Dictionary secara live. Salah satu impian saya kalau saya punya eBook Reader.

Ngomong-ngomong, sangat tidak nyaman lho membaca PDF kalau dengan eBook Reader. Format yang umum adalah epub. Bagaimana dengan ketidakmampuan Kindle membaca format epub? Saya harus konvert dulu ke format lain yang bernama mobi dengan Mobi Pocket Creator. Saya sudah sangat puas dengan hasilnya.

Sebagai penutup, bacaan yang sedang saya baca di Kindle saya adalah seri Api di Bukit Menoreh, The Study in a Scarlet, dan buku teks tentang Six Sigma. Only if you want to know…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. Perasaan waktu itu ada yang bilang di Twitter, “Ngapain beli ebook reader? Beli langsung tab aja. Multiguna.” 😛

    BTW, aku kan nyaraninnya Bookeen Cybook Opus, weeeeekkk… 😛 tapi gak dijual lagi sih ya di papataka. 😆

  2. Semenjak munculnya Ipad, banyak vendor yang beramai-ramai mengeluarkan tabletnya. Ada Blackberry, Samsung, Hp, Sony dan beberapa vendor lainnya yang sebelumnya rata-rata bergelut di dunia telpon genggam.

    Tren ini menurut saya akan menyulut Ipad’s like seperti yang sekarang ini terjadi di dunia telpon genggam dengan BlackBerry’s like, yang mana hampir semua model telpon genggam baru mempergunakan papan ketik qwerty yang dipopulerkan oleh RIM. Malah ada vendor yang membuat tampilan yang sangat mirip BlackBerry baik model maupun menu-menunya.

    Apakah tren tablet akan mengulang kisah seperti yang terjadi pada industri telpon genggam? saya kira Iya. Untuk urusan desain mungkin saja tidak akan sama. Yang bikin sama adalah, mereka beramai-ramai membuat tablet karena memang sedang ngetren.

  3. satujuh dengan oom kiwi, dulu pas saya pasang status tertarik beli e-book reader, si bos ini langsung sinis. katanya terlalu mahal untuk fungsi yang cuman segitu. harah2..

    btw bro, dulu katanya jual di malay klo beli kindle bukunya musti license ternyata gak jg ya? bisa ngonvert2 gitu dr ebook pdf yg free2? trakir ngecek harga yg iriver cover story masih 1,8 jeti an. klo kindle berapaan?

  4. Halo, salam kenal. itu barang yang kakak jelasin bisa ngebaca file dalam format .pdf gak? n bacanya bagus gak? kapasitas batrenya gimana? makasih ya. mau beli nih hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *