Once Upon a Time

FLICKR
Lokasi: Jl. Dr. Supomo, Tebet, Jakarta Selatan
Panasonic Lumix F3 | Leica 5-20 mm (28 mm equivalent)

Saya sedang terkesan dengan hasil kamera saku tipis bin mungil ini. Konstruksinya sih ringkih, khas kamera saku entri level (baca: murah meriah). Tetapi ternyata kualitasnya bisa saya sebut jauh di atas kualitas kamera saku andalan saya dulu, Canon Ixus 120 IS (padahal ini termasuk jajaran kamera saku high-end nya Canon). Ixus selalu payah memotret low light apalagi night shot. Setelah ini, kalau disuruh rekomendasi kamera saku, saya akan ajukan Lumix sebagai pertimbangan pertama. Hehe…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 thoughts

  1. Betul Mas. Lumix lebih bagus dari Ixus. Tempo hari saya punya Lumix FS42. Kamera saku dari Panasonic yang masuk kategori entri level. Lha kok ujug-ujug kamera yang sudah menemani saya selama 1 tahun itu hilang. Berhubung saya pengunjung setia blog ini dan terkesan akan hasil IXUS 120 IS punya Mas Galih, maka saya ngikutin beli Ixus. Kali ini yang saya beli Ixus 130 IS yang notabene ‘lebih baik’ dari IXUS 120 IS.

    Ternyata hasilnya jauh lebih bagus punya Lumix. Meskipun Lumix FS42 belum mempergunakan lensa Leica (Lumix yang mid atau high pakai lensa Leica), tapi hasilnya masih lebih bagus dari pada Ixus 130 IS. Jujur saya sedikit nyesel milih Ixus.

    Kayaknya ndak lama lagi saya mau ganti lagi nih. Penasaran sama Coolpix-nya Nikon. Dari beberapa referensi yang saya baca, Nikon gagal di kamera saku. Coolpix-nya kalah jauh sama kompetitor yang lain. Apakah memang begitu Mas Galih ?

    Nanang

  2. punyaku juga lumix mas dulu, heheheheh.. padahal pas beli gak ngerti kamera sama sekali.. untung dapet yang bagus 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *