IT Sebagai Business Enabler di CIMB Niaga

Sebuah Catatan Kuliah Tamu oleh Bpk. Paul Hasjim, IT Director CIMB Niaga.

Hal yang paling menyenangkan ketika diajar langsung oleh praktisi adalah uraian-uraian pengajar yang begitu dekat dengan implementasi di lapangan. Demikian pula ketika kelas kami kedatangan seorang tamu istimewa, petinggi salah satu bank terbesar di Indonesia, CIMB Niaga, bapak Paul S. Hasjim.

Information Technology (IT) saat ini telah diimplementasikan di hampir semua aspek bidang, mulai dari telekomunikasi, keuangan, perdagangan, pendidikan, hingga perbankan. Pendek kata, tidak ada bidang yang saat ini tidak bisa dimasuki oleh para IT guys. Namun demikian, sebagian besar dari itu, IT hanyalah sebagai pendukung berjalannya bisnis (support). Tidak banyak yang bisa menjadi business enabler. Mengapa IT bisa menjadi business enabler di bidang perbankan, khususnya di CIMB Niaga?

Bisnis perbankan adalah sebuah area pertempuran dimana sangat banyak kompetitor yang bermain di sana. Berdasarkan nilai aset, tercatat lima bank terbesar mendominasi bidang ini, yaitu Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, dan CIMB Niaga. Hal ini dikarenakan Indonesia adalah bullish market, pasar yang masih berkembang dengan peningkatan yang menjanjikan, sehingga kompetisi yang terjadi bahkan tidak hanya antar bank-bank itu sendiri yang menyediakan produk-produk konvensional perbankan (tabungan, deposito, dan kredit), namun juga dengan perusahaan microfinance, asuransi, dll.

Menurut teori dari Michael Porter, ada tiga cara untuk memenangkan kompetisi pasar. Pertama adalah menang harga (price leadership), kedua adalah faktor produk yang unggul (product leadership), dan yang ketiga adalah pelayanan yang prima (operation and service excellence). Saat ini, dengan strategi mee too, produk demikian mudah ditiru sehingga sangat sulit untuk memenangkan persaingan di area produk dan harga. Namun tidak untuk area pelayanan yang prima. Di sinilah, IT digunakan sebagai penopang utama inovasi-inovasi produk untuk pelayanan yang baik.

IT sebagai business enabler saya rasa sudah sewajarnya terjadi di dunia perbankan yang sangat ketat dengan kompetisi. IT dijadikan senjata utama untuk strategi bisnis memenangkan persaingan. Namun demikian, tanpa strategi dan cara yang brilian, IT tetap akan menjadi support saja tanpa pernah bisa masuk ke ranah core business. Menurut Pak Paul, salah satu cara divisi IT menjadi pemain utama di CIMB Niaga adalah karena divisi IT dijadikan bagian dari Board of Director. Dengan demikian, IT akan terlibat secara aktif dalam penentuan arah strategi bisnis untuk kemudian diterjemahkan ke dalam strategi implementasi IT yang tepat dan sejalan dengan strategi bisnis tersebut.

Pertanyaan iseng saya selanjutnya: Mungkinkah IT menjadi business enabler, dianggap menjadi core bukan hanya support di bidang industri non-kompetitif semacam oil and gas industry?

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *