Nikon D90: Review dan Kesan Pertama

Waktu saya melepas kamera DSLR pertama saya, Nikon D40, bisa dikatakan bedol desa. Betapa tidak, bersamanya pula ikut lensa kit 18-55 mm dan lensa tele 55-200 mm VR. Dua lensa yang meskipun murah tetapi kualitasnya superb. Eh, tidak hanya itu saja, speedlight berpower raksasa Nissin Di 622 juga ikut. Hlah? Entahlah, mungkin waktu itu saya dihipnotis, hahaha…

Saya memutuskan Nikon D90 karena pilihan logis ada di sini. Kalau D3000 atau D5000, Nikon D40 jauh lebih bagus. Nikon D300 terlalu mahal untuk sekadar menjadi kamera penghobi fotografi dan saya memiliki kesan pertama yang kurang baik untuk D300. Picture control-nya agak terlalu vivid bahkan untuk settingan netral. Jadinya ndemblok seperti karakternya Pentax yang juga tidak saya sukai.

Kualitas

Nikon D90 disebut-sebut sebagai kamera terbaik Nikon saat ini. Saya sangat setuju. Lensa kit 18-105 mm VR-nya tajam. Sesuai ekspektasi. Rentang focal length 18-105 mm benar-benar seperti gabungan dua lensa awal saya 18-55 mm dan 55-200 mm dengan sedikit kehilangan jarak di zoom terjauhnya, tetapi dengan keuntungan tidak perlu gonta-ganti lensa. Ini menghilangkan efek distorsi dan softness karena konstruksi focal length terlalu panjang, seperti yang sering saya temukan di konstruksi lensa sapu jagat 18-200 mm (bahkan lensa Nikon 18-200 mm yang mahal itu).

Dibandingkan dengan lensa 18-135 mm, lensa kit D90 jauh lebih baik karena sudah dilengkapi teknologi VR (Vibration Reduction). Ini sangat berguna untuk saya yang malas menghunus tripod dari sarungnya. Saya cukup heran bahwa di D90 yang lebih berat bisa pegang dengan stabil sampai 1/2.5 detik. Padahal di D40 maksimal di 1/8 detik.

Tentang noise, D90 satu stop lebih baik ketimbang D40. Batas toleransi saya di D40 adalah di ISO 800, tetapi dengan D90, saya masih cukup oke dengan menaikkan ISO di 1000 hingga 1250.

Fitur dan Handling

Fitur yang paling mengesankan adalah LCD-nya yang besar dan tajam. Ini membuat memotret menjadi sangat menyenangkan. Rasanya hasil foto menjadi lebih bagus. Nikon D40 adalah DSLR pertama yang ber-LCD besar, dan itu sudah sangat menyenangkan. Bandingkan dengan kakak tertua D90, Nikon D70, yang ber-LCD kecil. Harus memicingkan mata dulu kalau mau melihat. Di sini, setiap detail, warna, dan depth of field bisa langsung dinikmati dan segera diperbaiki dengan jepretan berikutnya kalau ada yang kurang pas.

Ada banyak tombol dan kombinasi tombol untuk mengatur setting. Menu yang tersedia tiga kali lipat lebih banyak ketimbang Nikon D40. Ada banyak fitur baru yang belum saya kenal. LCD kecil di sebelah kanan menunjukkan informasi lengkap tentang setting yang digunakan. LCD ini saya juluki sebagai: pembeda kamera Nikon seri pro dan seri pemula ;-).

Movie dan Live View

Saya tidak akan menggunakan fitur movie meskipun kualitasnya bagus. Aneh rasanya merekam video dengan alat yang konstruksinya dirancang untuk memotret. Saya akan lebih sering merekam video dengan Ixus kecil saya yang sudah cukup memenuhi kebutuhan.

Saya juga akan jarang memakai mode live view. Salah satu kenikmatan memotret dengan DSLR adalah mengintip melalui viewfinder. Fitur ini baru berguna untuk memotret di sudut-sudut sulit yang tidak mungkin untuk mengintip melalui viewfinder.

Kesimpulan

Ken Rockwell bilang, if price does matter, grab D5000 instead. Tetapi memotret di D90 merupakan pengalaman baru yang mengasyikkan. Nikon D90 tidak hanya sekadar D5000 dengan tambahan tombol. Ada banyak hal yang D90 jauh lebih baik dan worth it dengan perbedaan harganya.

Jika Anda adalah fotografer pemula yang akan memilih kamera pertama, mungkin D90 bukan kamera yang terlalu tepat. Akan ada terlalu banyak fitur yang tidak terpakai. Nikon D3000 atau D5000 lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan bereksplorasi dengan komposisi dan beberapa keterbatasan yang membuat kita jadi lebih kreatif lagi.

Ada rumor yang beredar bahwa masa hidup D90 sudah hampir berakhir, melihat kamera ini dirilis di tahun 2008. Tetapi ketimbang Anda menunggu, saya pikir lebih baik membelinya sekarang dan memulai memotret. Saya meramalkan penerus D90 adalah semacam D90s atau D90x atau apalah namanya — tidak akan ada banyak peningkatan dan akan lebih menjadi strategi pasar untuk menaikkan harga dan mempertahankan tren.

Contoh hasil foto Nikon D90 bisa dilihat di halaman Flickr saya di sini.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

19 thoughts

  1. yeah akirnya d90 telah di pangkuan, selamat mas, tajemnya gila meskipun cuma make kit.
    kitnya kayaknya hanya tajem di d90. saya pasang di d60 gak bisa tajem, nyesel beli 18-105 kakkaa

  2. sepakat … lensa kit 18-105mm D90 termasuk lensa yang tajam, aku kaget waktu liat hasil motret malam2 di Hongkong pas lagi berkabut … hasilnya sangat memuaskan 🙂

  3. saya sudah melihat hasil-hasil foto d90 nya… mantaps…. apalagi foto-foto yang diambil dari arena jakarta fair 2010, mantaps banget….

    saya bekerja sebagai manajer media center pt jakarta international expo, penyelenggara jakarta fair, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

    terimakasih.

  4. saya ajah, yang kemaren, masih belum jadi beli kamera,
    bingung mo nentuin pilihan, makin nanya ke banyak orang, makin beda pilihan orang masing masing, makin bingung deh 😀

  5. hmm…. sebenarnya saya bingung mau beli yg mana antara canon 550d dan nikon d90 dan harga mereka cuma beda 1-2 jt-an. sebenernya dari dulu saya nikonian bersenjata d100 (hehehe..). tapi setelah liat review, hasil gambar dan kesan temen” kok jadi pingin nikon aja ya..

    thanks bgt review nya y!! sangat membantu 🙂

  6. Wah, kisah hidup fotografi kita agak mirip. Mulai dengan D40, dan kemudian ‘upgrade’ ke D90. Beberapa minggu yang lalu, kurang beberapa hari dari launching-nya D7000, aku beli si D90 :D…

    Sejauh ini sangat puas dengan penambahan tenaga-nya. Dengan adanya banyak fitur baru (dibanding D40), jadi mendorong untuk lebih banyak bereksperimen, termasuk dengan mode manual :D…

    Oh iya, saya setuju, pemula sebaiknya tidak pakai D90 dulu… tapi, daripada D3K atau D5K, aku cenderung lebih menyarankan pakai D40 bekas saja — Harga lebih murah, kualitas tidak main-main, dan uang yang tersisa bisa ditabung untuk persiapan ‘upgrade’ (ke D90? D300s? FF?) saat dirasa perlu, atau malah dijadikan lensa saja :D…

    Btw, saya mau jual D40, ada yang mau beli? Hihihihi… malah jadi promo.

    Btw lagi, menurut preferensi mas Galih, lebih suka prime lens atau zoom lens?

  7. wah… tulisannya sangat mengesankan 😀 saya benar2 pemula dalam hal fotografi. Ini saya barusan mendapatkan kamera D90. Sebagai orang awam, saya sangat kagum dengan hasil fotonya.

    Mas, kalau boleh saya minta link / pencerahan mengenai manual D90 (karena saya mendapatkannya tanpa dus + buku). banyak sekali tombol2 yg ada disana. Saya benar2 ingin belajar mengenai fotografi. Mohon pencerahannya ya bos, sebelumnya saya ucapkan terima kasih…

    Bravo Fotografi Indonesia

  8. Ya!! Senang sekali Membaca Reviewnya.. Cukup Netral dan agak Kocak! hehe..
    Menurut saya juga begitu.. Ini bahkan kamera digital terbaik di kelasnya, saya sudah membandigkan dgn kamera X ade saya yang jumlah bintiknya lebih banyak tapi tetap liar ngefokusin pd tempat remang2..
    Kalo anda tidak mengejar gengsi, buat apa membeli D300? Hasil yg didapat sama dikarenakan sensornya mirip!
    Btw saya sudah menggunakan D90 selama dua tahun.. Next? D7000 laaaahh…

  9. gan ane salut sama NIKON D90 gambarnya kayak asli….sebenarnya gw mau ambil CANON tapi pas gw datang di tokoh kameranya tapi ko’nya malah bilang sama gw “de kalo ade masi belajar mending beli nikon d90″…….

  10. menurut tema saya punya d90 lumayan bagus dari hasil jepretannya mantaaf, jadi kepingin dari hasil tersebut untuk meminang kamera ini,…….ngumpulin uang dlu biyar bisa mendapatkan nikon d90 ,…..pokoknya manteb deh,…….!!!

  11. hiii alll…. ay butuh camera D90 second, ada yang mau jual mohon hub saya, sy butuh cepat. bisa lewat ym : agusshofyan atau tlp / sms ke 085341119888. please URGENT

    Thanks

  12. Wah.. mas,, sma banget latar belkang perjalanannya kyak saya.. saya juga upgrade ke d90 setelah hampir 2 taon make d40.. d90 pny memang punya fitur power dan lebih hebatnya kta sendiri bisa nambahin fitur style pda fitur d90. itu sangat menguntungkan. tapi bagi yang baru make d90 jangan heran kalau hasil foto setingan awal(default d90) lebih soft dari kamera nikon d300 atau d3x.. sehingga menghilangkan kesan detail tapi kalau sudah memahami pengaturan kontrol setingan silahkan seting di jamin hasilnya akan jauh lebih bagus dah gag kalah sama d300..

    Selamat bereksperimen.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *