Tali dari Langit

FLICKR
Lokasi: Wisma Mulia, Jakarta Selatan
Canon Ixus 120 IS

Tiba-tiba tali-temali petugas gondola pembersih jendela ini mengingatkan saya kepada buku yang saya baca waktu saya masih kelas 4 SD. Waktu itu di perpustakaan kecil milik SD Negeri Sanan yang hanya terdiri dari dua rak. Tapi cerpen-cerpen-nya sangat menarik, dan banyak diantaranya yang membekas di memory permanen saya hingga sekarang. Saking seringnya ke Perpus, saya pernah ditolak masuk oleh guru kelas (kalau nggak Bu Yatmi ya Bu Satun) karena ruangan Perpus dipakai untuk Raker guru-guru.

Nah, buku itu tentang dongeng-dongeng Asia Tenggara untuk anak-anak. Ceritanya tentang asal muasal Bulan dan Matahari. Bagian atas buku lebar bertuliskan, Dongeng Sri Lanka. Nah, menurut orang Sri Lanka, pada zaman dahulu kala, ada anak kakak beradik (laki-laki dan perempuan) yang ditinggal pergi kedua orang tuanya sehingga mereka yatim piatu. Mereka hidup sebatang kara.

Suatu malam, mereka berdua kelaparan. Ketika mencari makanan untuk mengisi perut yang telah melilit menjerit minta diisi, sialnya, mereka dicegat oleh penjahat yang mau menculik mereka untuk dijual. Sebisa mungkin kakak beradik ini melarikan diri. Tapi apalah daya dua anak kecil ini? Dalam kondisi lemah dan lapar dan nyaris tertangkap, sang kakak berdoa kepada Tuhan, “Ya Tuhan, tolong selamatkanlah kami…”

Tuhan mengabulkan doa sang kakak. Tiba-tiba dari langit turunlah dua utas tali. Mereka berdua memanjat tali itu hingga sampai di pintu langit. Sampai di sana, ada suara berkumandang, “Engkau yang tampan, jadilah Matahari! dan engkau yang cantik, jadilah Bulan!” Kemudian jadilah mereka berdua bulan dan matahari yang menerangi bumi. Awalnya, sinar matahari itu tidak terlalu menyilaukan. Tetapi orang-orang di bumi jadi bisa melihat matahari sehingga membuat sang kakak malu. Akhirnya atas saran sang adik, matahari menjadi bersinar menyilaukan agar orang-orang di bumi tidak memandanginya lagi.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

  1. hahaha.. di kantor saya lantai 18 juga sering ndelok wong gondal gandul nang gondola ngunu cak, mbersihi kaca. ndak kebayang kalo misale taline putus.. syerem…

  2. Apik pak, deskripsi fotonya. Tanpa cerita sampeyan tentang asal-usul Bulan dan Mentari, foto ini jadi biasa aja. Nggak ada istimewanya. Tapi setelah mbaca cerita sampeyan, trus fotonya tak liat lagi, jadi ada kesan lain di fotonya. Jadi ikut mbayangkan si kakak-beradik menaiki tali itu dan pergi menuju pintu langit 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *