Twilight

FLICKR
Lokasi: Pancoran Barat, Jakarta Selatan
Canon Ixus 120 IS
Kuncinya adalah selalu peka dan siap dengan kamera. Sabtu sore, waktu saya asyik mencoba nada-nada partitur Love of My Life-nya Queen, dengan ditemani sebungkus Citato (dua bungkus Kusuka dan Qtela telah ada di tempat sampah), jendela kamar saya menawarkan pemandangan yang tidak biasa. Saat itu situasinya masih basah karena hujan, dan saya tidak tahu mengapa sore yang biasanya memerah suram menjadi kuning keemasan seperti ketika terbit pagi.
Saya segera mengambil kamera di atas meja, membuka jendela, dan klak klik sampai adzan maghrib berkumandang dari musholla di bawah. Inilah yang paling saya suka dari kamar kos saya: terletak di lantai dua, jendela ke udara bebas, langsung ke arah matahari tenggelam. Kamar yang jarang-jarang ada di Jakarta (kebanyakan pengap, sempit, tidak berjendela, kalaupun ada langsung menghadap kompleks yang sempit umpel-umpelan).
7 Comments
ALRIS
April 8, 2010Tiga kali pertamaxxx…
1. Pertama berkunjung ke blog ini
2. Pertama komeng
3. Komeng pertama di postingan ini.
Fotonya keren, bro. Salam kenal.
Salam
aRuL
April 9, 2010sedang menikmati foto *ngak tau ngomong apa, yg jelas amazing*
Galih Satria
April 9, 2010@alris:
salam kenal juga mas alris, terima kasih kunjungannya
@aRuL:
)
thanks rul
hedi
April 9, 2010satu lagi foto yg bersih dari kamu, sat…aku suka
Fenty
April 10, 2010aku suka twilight
saat matahari terbenam dan bulan belum muncul, huhuhuhu
roland
April 12, 2010terus terang saya iri sama senjata sampeyan yang Canon itu, ternyata walau sama-2 pocket ma kamera saya yang Kodak C713 tapi itu canon pake DIGIC 4, weleh-2 . . . hasilnya bagus, saya rasa itu juga karena bisa melihat momen yang tepat, sip banget Mas!
fara
April 16, 2010kerennnnnnnn………