Jejak Langkah

FLICKR
Lokasi: Kebun Raya Bogor, Jawa Barat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm
Sayangku, langkah kita akan sangat panjang
Aku belum melihat ujung perjalanan kita
Semuanya masih gelap, kabur
Aku bahkan tak tahu kemana langkah kita akan berujung
Ke sungai, ke muara?
Ke ujung lembah?
Sementara waktu tanpa ampun menghukum kita
Meniup jejak-jejak langkah kaki kita
Menanggalkan butir-butir sisa usia
Terbentang berserakan,
Halangan rintangan di depan kita
Izinkan aku menggenggam tanganmu
Kuatkan aku, dukung aku
Berdua kita menggapai tujuan
Demi masa depan kita…
Catatan Kaki:
Nampaknya kerudung telah menjadi tren fashion, tidak hanya sekadar identitas seorang wanita muslimah yang alim. Saya banyak menemui pasangan muda-mudi seperti ini sedang memadu kasih di Kebun Raya. Untuk kalian yang sedang dilanda asmara, saya persembahkan puisi ini untuk merayakan bulan kasih sayang. Dengan penuh cinta!
12 Comments
dhodie
February 5, 2010Agak miris kalo sampai yang berjilbab tapi asyik masyuk pegangan tangan, mojok nda jelas… Bukan karena saya nggak ngedukung pacaran sih, tapiiiii…. ah sudahlah.
tary
February 5, 2010pilihan kata-kata yg bagus
aRuL
February 5, 2010ngak niat cari cewek kek gitu kah?
hehe
annosmile
February 6, 2010berjilbab..
muhrim ato bukan tuh..
Galih Satria
February 7, 2010@dhodie:
iya… sudahlah bisa jadi perdebatan panjang tanpa ujung kalo mbahas itu. makanya sekarang saya cuma candid dari belakang aja
@tary:
terima kasih
@aRuL:
enggaklah, hehehe…
@annosmile:
meskipun muhrim, tidak sepantasnya bertindak demikian karena bisa menimbulkan fitnah dan gunjingan. melihat pandangan umum yang ada bahwa sebagian besar dari mereka adalah bukan muhrim. jadi bagi mereka yang telah ada surat nikah, sebaiknya tidak terlalu berlebihan di muka umum, dipuas-puasin aja di rumah
Qisthy
February 10, 2010hm…. nice written…
jadi menampar diri sendiri…
keep on writing… ^^
sitik
February 11, 2010waaahhh…. next nya gw musti ati2 neh lih… tau2 ada candid camera masuk blog lu bisa berabe neh gw… hehee… btw nice story but gw serasa di tampar ma elu lih… hiks..hiks…
peace galih…
ethie
February 12, 2010*Like this*
Suka sekali dengan pilihan kata-katanya…
icha
February 15, 2010nyasar disini..aduh mas, saya berjilbab juga loh, meski bukan jilbab panjang. Tapi menurut saya jilbab itu bukan fashion, bukan jg cmn sekedar identitas muslim ato sok-sok-an biar dibilang alim. Untuk berjilbab, kemarin saya melalui proses, tahajud, dan nangis tiap malam. Meski saya tau saya gk sempurna pake jilbabnya, dan juga tidak terlalu membatasi diri berhubungan dgn pria..tapi saya gk pernah kok pegang2an tangan *kecuali terpaksa meniti tebing curam yg bisa bikin terpeleset* maaf buat pria2 yg pernah saya jadikan pegangan T_T
kok saya jadi sedih ya…semestinya banyak perempuan berjilbab diluar sana yg harus baca tulisan mas..biar ditampar..
makasih sudah diingatkan
fara
February 17, 2010nice poetry, n pic..
jilbab, tren??
semoga menjadi tren yang positif,
mungkin si mas sama si mbak yang di pic, masih belajar mengenal agama nya, saya juga belajar mengenal agama saya pelan2..
sering2 diingetin aja, kalo kenal sama model fotonya..
zizima
February 22, 2010bagus pilihan katanya…
selama, tidak menjadikan gambar ini sebagai kesimpulan menyeluruh untuk semua muslimah yang berjilbab, im agree
Mendatangkan Keberuntungan | – A New Day Has Come
July 1, 2010[...] Tetapi kemudian saya melihat pasangan — mungkin suami isteri — yang sedang berjalan berdua. Saya segera berpikir bahwa ini akan melengkapi suasana yang telah saya bayangkan. Jadi saya menunggu mereka dengan tidak mencolok, dan ketika sudah sampai belakang saya baru saya menjepret satu dua kali. Dengan sedikit post processing, saya mendapatkan hasil yang saya inginkan untuk mendampingi puisi saya: Jejak Langkah. [...]