Portabel

FLICKR
Lokasi: Tulungagung, Jawa Timur
Kamera: Canon Ixus 120 IS
Sekarang ini zamannya benda-benda portabel. Tak hanya ipod dan kamera digital, namun termasuk mesin penggiling padi! Inilah kreativitas wirausahawan di daerah Tulungagung – Trenggalek dan sekitarnya.
Berbekal dasar mesin diesel multiguna buatan Cina, sebuah kendaraan beroda empat dibuat oleh pabrik karoseri manufaktur kecil. Lengkap dengan gardan belakang, empat roda, tempat duduk dari besi yang disambung dengan las karbit, dan roda kemudi. Beberapa sabuk penghubung dari karet dan besi, sebuah tuas ayun dipasang untuk menggerakkan roda untuk berjalan dan mesin penggiling padi ketika berhenti.
Alhasil, alat ini sukses menghancurkan bisnis pabrik penggilingan padi. Jelas portabilitas mengalahkan segalanya. Ibu saya tidak harus bersusah payah mengusung karung padi ke pabrik penggilingan padi lagi, cukup pasang telinga, dan jika ada suara khas dek dek dek… glodak glodak glodak… datang, ia berlari ke pinggir jalan mencegat mesin portabel ini.
Sejurus kemudian, beliau menoleh kepada saya dan berteriak, “Le… ndang gabahe digawa metu!” ((thole) nak, cepetan (karung) padinya dibawa keluar).
6 Comments
detx
December 4, 2009wahaaha… benar-benar sudah menjamur di mana2 rupanya penggilingan padi model ini. di beberapa daerah bahkan sudah dilarang karena mematikan bisnis gilingan padi menetap yang ijinnya aja mahal..
nra
December 4, 2009inovatif dan kreatif … ini namanya teknologi tepat guna ^^
millati
December 4, 2009Portabel dan pastinya menjemput bola..
hedi
December 4, 2009itu usaha yg aku pingin dari dulu, punya mesin slep beras! maut bener profitnya, aku mantau temenku yg di madiun bikin usaha itu. mambu sugih tenan
Galih Satria
December 4, 2009@detx:
betul betul betul…
ini kan tanpa izin, sering ngganggu kendaraan yang laen lagi wkwkwk
@nra:
tepat guna jika dilihat dari kebutuhan konsumen
@millati:
yup
@hedi:
ayo mas, galakkan gerakan kembali ke desa haha…
jejen ndt
January 12, 2010diindramayu juga ada kang…..
kamipun memproduksi alat ini masyarakat indramayu menyebutnya gerandong