
FLICKR
Lokasi: Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Canon Ixus 120 IS
Saya selalu menikmati sensasi saat-saat pesawat tinggal landas. Mulai ketika pesawat didorong ke landasan pacu, lalu bergerak pelan menuju ujung landasan. Pramugari dengan tangkas berdiri di lorong melakukan safety briefing — memperagakan cara-cara penyelamatan dalam keadaan darurat. Kemudian ketika pesawat sampai titik ujung, pilot berkata, “Flight attendant, take off position…” Pesawat menghentak, jet mendorong dengan akselerasi yang memilin perut, dan angin terasa mengangkat dari bawah — hukum aerodinamika. Pesawat pun terbang.
Pagi itu saya cukup beruntung mendapat tempat di dekat jendela. Penerbangan pertama Lion Air hari itu menuju bandara Sepinggan di Balikpapan berlangsung dalam cuaca yang amat cerah. Moncong Boeing 737-400 berkilau menantang matahari pagi. Ekspedisi enam hari di Kalimantan Timur pun dimulai.
Posted in Catatan Harian, Landscape
6 Comments »
Bagian Pertama.
Kamera pocket atau kamera saku telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi 2.0. Apalagi semenjak booming-nya Facebook dan Twitter, rasanya tidak afdol jika orang tidak memotret kegiatannya untuk dipamerkan ke teman-temannya di seluruh dunia. Narsis tralala trilili. Ketika kamera handphone atau blackberry Anda tidak lagi mencukupi kebutuhan dan Anda memerlukan sebuah kamera betulan, mana yang harus Anda beli?
Masalahnya ada sangaaaaaaaaat banyak produsen yang bermain di pasar menggiurkan ini. Canon, Nikon, Olympus, Panasonic, Sony, dan seabrek merk lain. Masing-masing memiliki varian yang juga banyak. Jadi, mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Mungkin ulasan berikut ini sedikit banyak membantu Anda.
Tentukan Budget
Masalah akan jauh lebih sederhana jika Anda menentukan budget maksimal ketimbang memilih dulu model kamera. Jika tidak, Anda akan dihadapkan pada ratusan model kamera yang masing-masing memiliki kelebihan sendiri.
Berapa budget Anda? Dibawah 2 juta adalah kamera saku entri level, murah tetapi tidak murahan. Harga diantara 2 juta hinga 3 juta adalah kamera saku kelas premium. Di atas 3 juta adalah kamera saku dengan kemampuan kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex — itu lho yang gede item biasa dipakai fotografer pro).
Ukuran
Apakah besar kecilnya ukuran berarti buat Anda? Karena ini berpengaruh kepada harga juga. Jika tidak dibatasi oleh ukuran, Anda akan mudah memilih kamera saku berkualitas bagus. Tetapi jika salah satu constraint adalah dia harus nyaman masuk ke dalam saku, maka bersiaplah dengan budget yang sedikit lebih besar, karena kelas ini ada di kamera kelas premium.
Kemarin, saya batal membeli Fuji Film FX 200 EXR yang canggih hanya karena ukurannya yang terlalu besar untuk masuk ke dalam kantong celana.
Kebanyakan Anda akan Sering Memotret Apa?
Apakah penting bagi Anda bisa memotret pemandangan yang luas? Memotret 20 teman Anda dalam ruangan yang sempit? Anda perlu mencari kamera yang focal length-nya kecil. Jika Anda ingin kamera yang zoom-nya panjang, pilih kamera yang memiliki focal length besar. Atau jika ingin dua-duanya, pilih yang memiliki range focal length yang paling panjang (faktor zoomnya paling besar). Kamera ber-focal length kecil — disebut juga lensa wide – relatif lebih mahal. Kamera yang memiliki zoom besar memiliki kualitas gambar yang relatif lebih jelek.
Dimana spek ini bisa ditemukan? Saya akan jelaskan di bagian kedua.
Merk Apa?
Nah, ini mungkin masalah yang paling pelik. Nikon atau Canon? Atau Olympus? Saya adalah fans Nikon dan Canon, bahkan ketika saya lihat di review-review bahwa Panasonic Lumix merajai berbagai tes, saya masih cukup ragu dengan brand ini. Kesimpulannya: saya tidak terlalu percaya tes!
Cara yang terbaik adalah menanyakan kepada teman kita yang punya kamera yang akan kita beli tentang karakternya. Saya sendiri sudah cukup hapal dengan karakter Nikon dan Canon. Atau melihat galeri-galeri foto untuk meneliti karakternya. Hati-hati jangan sampai tertipu dengan hasil foto yang cerah dan bagus, karena foto-foto itu dijepret oleh fotografer handal. Pelajari karakter warnanya, noise-nya, kemampuan dia membedakan sinar terang dan gelap, dll.
Ketika meneliti Panasonic Lumix, saya memperhatikan sensor Lumix cenderung memiliki noise yang parah dibandingkan dengan Canon dan Nikon. Meskipun hasil tes-tes sangat merekomendasikan Lumix, saya memilih untuk kembali ke brand yang sudah sangat saya hapal: Canon dan Nikon.
Side by Side
Sampai di sini saya harapkan Anda sudah mengkerucutkan pilihan kepada lima atau enam model kamera saja. Saatnya mempertempurkan spesifikasi dan fitur yang mereka miliki side by side. Bagaimana caranya? Tunggu ulasannya di bagian kedua. Hehe…
Posted in Fotografi
4 Comments »

FLICKR
Lokasi: Perjalanan Jakarta – Balikpapan
Canon Ixus 120 IS | Canon Zoom Lens 5 – 20 mm
Saya membayangkan jika negeri di atas awan itu benar-benar ada. Terhampar putih berkilau. Bidadari-bidadari cantik bergaun putih berkilau berlarian dengan riang gembira. Istana yang megah. Hanya ada kedamaian. Hanya ada cinta dan kasih sayang.
Kau datang padaku kau tawarkan hati yang lugu
Selalu mencoba mengerti hasrat dalam diri
Kau mainkan untukku sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kau bawa aku menuju ke sana
Ternyata hatimu penuh dengan bahasa kasih
yang terungkapkan dengan pasti
dalam suka dan sedih
Negeri di Awan – Katon Bagaskara
Posted in Landscape
8 Comments »



FLICKR
Lokasi: Bontang Kuala, Bontang, Kalimantan Timur
Canon Ixus 120 IS | Canon Zoom Lens 4x IS 5-20 m
Matahari tepat di atas khatulistiwa menyengat tanpa ampun ketika kami keluar dari Ford Everest yang nyaman. Mobil tidak bisa masuk desa ini karena desa ini berdiri di atas geladak kayu. Semua rumah di sini adalah rumah panggung di atas air laut. Suara bergembelodak setiap sepeda dan sepeda motor yang lewat membuat sensasi dan suasana unik yang hanya bisa ditemui di kampung nelayan terapung macam ini.
Kami berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk mencapai ujung desa ini. Kesan yang saya dapatkan bahwa semua tepi laut Kalimantan bercahaya menyilaukan. Sambil menikmati hidangan seafood sebagai makan siang yang luar biasa, di ujung jauh sana, kapal-kapal tanker hilir mudik mengangkut gas dari PT Badak NGL.
Siang hari sepertinya desa ini sedang tidur. Tidak banyak aktivitas yang terjadi. Hanya ketika menjelang sore, anak-anak bersemangat belajar mengaji di masjid yang juga terbuat dari kayu — terapung juga. Mungkin malam hari desa ini baru semarak dengan kerlap-kerlip cahaya dan para nelayan yang berangkat bekerja.
Posted in Anak-Anak, Human Interest, Landscape
5 Comments »


FLICKR
Lokasi: Perairan Karimun Jawa, Jawa Tengah
Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM
Pulau kecil tak berpenghuni. Luasnya mungkin hanya sekitar 700 meter persegi. Tetapi inilah spot yang paling indah di seluruh kepulauan Karimun Jawa. Tak hanya pantai dan pulaunya yang cantik, tapi terumbu karang-nya membuat kegiatan ber-snorkel menjadi sangat mengasyikkan. Sekadar safety briefing, pastikan Anda dilengkapi peralatan lengkap untuk kegiatan snorkell karena di sini banyak bulu babi dan ubur-ubur yang bisa menyengat dan membuat Anda demam.
Pulau ini sekaligus pulau terakhir yang kami kunjungi. Tanpa menunggu matahari tergelincir, kami segera bergegas kembali ke penginapan. Benar saja, baru saja kami selesai makan siang, kapal cepat Kartini sudah melenguh tak sabar. Nyaris saja kami ditinggal.
“Selamat tinggal Karimun Jawa, senang berkenalan dan menginjakkan kaki di pulaumu,” gumam saya ketika gugusan kepulauan itu perlahan-lahan mengecil, membiru, dan akhirnya klemun-klemun tidak terlihat.
Posted in Landscape
13 Comments »