Momen Idul Fitri dan Masa Lalu

FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro

Momen idul fitri tentu memiliki banyak makna bagi setiap orang. Adalah bohong jika lebaran tidak berarti sedikitpun bagi Anda (yang muslim), apalagi, kita di Indonesia memiliki tradisi unik: mudik ke kampung halaman setiap lebaran.

Bagi saya, idul fitri selama ini selalu menjadi jembatan antara masa kini dengan masa lalu. Setiap kali saya bertemu dengan teman-teman lama, setiap itu pula saya merasa terlempar kembali ke masa itu. Hanya saja, kami telah banyak berubah. Di antara kami ada yang telah memulai hidup barunya sebagai suami/isteri, ada yang telah menggendong batita mungil lucu, dan beberapa dari kami, tidak banyak berubah — hanya dulu yang masih sekolah/kuliah sekarang bekerja.

Kadangkala saya tak menyadari betapa waktu begitu cepat berlalu, dan betapa kami-kami ini sudah beranjak tua. Dan Tulungagung yang tua, nampaknya sangat lambat untuk tumbuh. Kalidawir masih lah seperti itu. Campurdarat, hanya jalannya yang sekarang lebih mulus karena aspal hot mix, sementara di Jetakan ada pom bensin baru di pinggir sawah yang sejuk.

FLICKR
Lokasi: Kebon Belakang Rumah, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Sigma 17-70 mm Macro

Saya dilanda perasaan yang aneh ketika “terpaksa” menyadari bahwa hometown saya ini hanya akan saya kunjungi ketika liburan saja. Saya tidak akan bisa menikmati suasana pagi dan sore seperti ini setiap hari. Apakah saya mendambakan suatu hari bekerja di Tulungagung? Nampaknya hidup tenteram dan damai bisa hidup di hometown sendiri adalah ide yang bagus juga (saya iri dengan teman-teman yang bisa bekerja mapan di hometown).

Tetapi apa iya? Mungkin hanya kepenatan jiwa saja yang berpikiran begitu. Saya kira, andai jika saya diberi kesempatan bekerja selama enam bulan saja, saya akan segera merindukan hiruk pikuk Jakarta, tempat saya jungkir balik mengejar apa yang dinamakan: aktualisasi diri. Iya kan? Dagangan saya hanya laku di situ sih, apa iya di sini ada yang mau beli konsep-konsep macam enterprise service bus? Hahaha…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. rasa seperti ini juga menyerang saya hampir setiap tahun. akan tetapi apakah rasa itu masih akan sama jikalau orang-orang yang kita cintai sudah pergi mendahului kita. sedangkan kita di jakarta berkutat dengan segala tetek bengeknya ditambah lagi kalau sudah ada momongan di pangkuan. sekali lagi, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *