Memilih Distribusi Linux Sesuai Dengan Kebutuhan Anda
May 13, 2009
PANDUAN MEMILIH DISTRO MENURUT MAJALAH LINUX FORMAT
Majalah impor yang tampaknya menjadi kiblat majalah INFO Linux edisi Mei 2009 membawa jargon: Get a Better Linux! Hal yang menarik, selain menyertakan satu DVD release distro Debian terbaru, mereka mengangkat topik pemilihan distro yang tepat sebagai fokus utama. Memang, dengan sedemikian banyaknya distro-distro Linux yang beredar, pemilihan distro yang tepat sangat membingungkan, baik bagi para awam maupun yang telah ahli sekalipun.
Majalah Linux Format membahas pemilihan distro sesuai dengan kebutuhan pengguna. Saya sendiri sampai sekarang belum pernah menemukan distro yang pas yang bisa menggantikan Windows XP. Saya pernah pakai Redhat, Mandrake, Debian Sarge, Mandriva, openSUSE, Fedora, lalu sekarang pakai Ubuntu.
Berikut ringkasannya.
- Newbiee: Ubuntu
Yep, saya setuju. Saya terkesan dengan kemudahan Ubuntu. Tidak adanya user root tentunya ditujukan untuk menyederhanakan Linux. Saya yang masih newbiee di Linux cukup nyaman bertahan dengan Ubuntu sekarang. - Migrasi dari Windows ke Linux: LinuxMint
Saya belum pernah mencoba. Tapi saya baru tahu kalau Debian sudah punya cucu. LinuxMint ini anaknya Ubuntu. Sedangkan Ubuntu sendiri adalah anaknya Debian. - Family Friendly: Qimo
Mantranya: keep kids safe on the web. - Everyday Desktop: Fedora 10
- Bussiness: OpenSUSE 11.1
Tampaknya, kedekatannya dengan OpenOffice.org membuat redaksi Linux Format memilihnya sebagai distro yang ditujukan untuk keperluan pekerjaan kantor - Light: Puppy Linux 4.1.2
Katanya distro ini bisa dimasukkan ke dalam sebuah flashdisk dan bisa di-boot dimana saja. - Sysadmin: Arch Linux
Tidak punya antar muka grafis. Semua serba command line. Hmm… tampaknya hanya untuk orang-orang aneh saja ini. Saya sendiri lebih suka Debian sebagai basis untuk server. - Coder: Mandriva 2009
Salah satu distro yang konsisten dengan KDE dimana mayoritas distro sudah memakai Gnome sebagai window manager default. Kata redaksi Linux Format, karena KDE, maka lingkungan ini sangat sempurna untuk pengembangan aplikasi berbasis Qt. - Server: CentOS
Kenapa CentOS, redaksi Linux Format beralasan karena distro ini membawa banyak tools berbasis GUI untuk hampir semua tugas-tugas administratif server. Saya sih tetaplebih suka Debian. - Music Production: 64 Studio
Ada aplikasi Ardour yang dibawa distro ini secara default. Hampir semua aplikasi yang berhubungan dengan audio terinstall secara default. - Gamers: Live.linux-gamers
Sesuai namanya, tampaknya distro ini didesain untuk sedikit melawan opini umum bahwa Linux bukanlah pilihan yang tepat untuk sebuah komputer game. - Multimedia: Mythbuntu
Aplikasi yang terbundel adalah MythTV, aplikasi yang memang ditujukan untuk multimedia.
Sebenarnya, kalau mau jujur, Linux sudah cukup untuk kebutuhan kita. Masalahnya tinggal kultur. Tak dapat dipungkiri, Windows XP, dan apa lagi yang akan datang ini Windows 7 sangat menarik. Apalagi, dua sistem operasi tersebut juga “gratis”. Apalagi yang kita butuhkan? :)
Posted in 












May 13th, 2009 at 4:03 pm
Slackware kog gak ada yah? :mrgreen:
*ngakak*
May 13th, 2009 at 4:49 pm
utk orang segaptek aku, ubuntu udah ideal dan yg penting ga berkesan windows seperti mint ;)
May 13th, 2009 at 7:04 pm
saya juga pake linux tapi ndak tau menahu gimana nginstall dan administrasinya.. tau jadi…
centOS is the best :mrgreen:
May 13th, 2009 at 8:56 pm
absolutely right :p
untuk server, no commentlah…
tapi untuk desktop, linux is suck!
terlalu banyak pilihan dan banyak yang gak mutu seperti yang dikatakan http://lunduke.com/?p=429
:D
May 14th, 2009 at 10:05 am
Saya nubi.. jadi pakenya Distro Windows XP :P
May 15th, 2009 at 9:57 pm
sampai saat ini masih cintah sama ubuntu, padahal saya gak tau apa itu linux eh makai distro ini aman2 saja sampai sekarang hihihi
May 18th, 2009 at 9:02 pm
saya noob … jadinya pake mac osX, wkekekeke
May 22nd, 2009 at 7:50 pm
ahaha..ahaha…
xp dan wind7 gratis apalagi………
satire yg terlalu ndut, mbok yao (boso ngendi maneh iki) jgn terlalu jujur bgitu
January 1st, 2010 at 4:52 am
kalo arch linux buat orang aneh, gentoo buat orang kayak gemana dong? :)
February 14th, 2010 at 8:59 am
Saya sendiri memang menggunakan Windows XP di notebook, sayang kan notebook sudah pre-installed Windows asli. Tapi saya menggunakan OpenBSD untuk server-server saya. Terima kasih untuk update menarik mengenai Linux, saya sendiri juga menggunakan Ubuntu setelah beralih dari OpenSUSE.