Memilih Distribusi Linux Sesuai Dengan Kebutuhan Anda
PANDUAN MEMILIH DISTRO MENURUT MAJALAH LINUX FORMAT
Majalah impor yang tampaknya menjadi kiblat majalah INFO Linux edisi Mei 2009 membawa jargon: Get a Better Linux! Hal yang menarik, selain menyertakan satu DVD release distro Debian terbaru, mereka mengangkat topik pemilihan distro yang tepat sebagai fokus utama. Memang, dengan sedemikian banyaknya distro-distro Linux yang beredar, pemilihan distro yang tepat sangat membingungkan, baik bagi para awam maupun yang telah ahli sekalipun.
Majalah Linux Format membahas pemilihan distro sesuai dengan kebutuhan pengguna. Saya sendiri sampai sekarang belum pernah menemukan distro yang pas yang bisa menggantikan Windows XP. Saya pernah pakai Redhat, Mandrake, Debian Sarge, Mandriva, openSUSE, Fedora, lalu sekarang pakai Ubuntu.
Berikut ringkasannya.
- Newbiee: Ubuntu
Yep, saya setuju. Saya terkesan dengan kemudahan Ubuntu. Tidak adanya user root tentunya ditujukan untuk menyederhanakan Linux. Saya yang masih newbiee di Linux cukup nyaman bertahan dengan Ubuntu sekarang. - Migrasi dari Windows ke Linux: LinuxMint
Saya belum pernah mencoba. Tapi saya baru tahu kalau Debian sudah punya cucu. LinuxMint ini anaknya Ubuntu. Sedangkan Ubuntu sendiri adalah anaknya Debian. - Family Friendly: Qimo
Mantranya: keep kids safe on the web. - Everyday Desktop: Fedora 10
- Bussiness: OpenSUSE 11.1
Tampaknya, kedekatannya dengan OpenOffice.org membuat redaksi Linux Format memilihnya sebagai distro yang ditujukan untuk keperluan pekerjaan kantor - Light: Puppy Linux 4.1.2
Katanya distro ini bisa dimasukkan ke dalam sebuah flashdisk dan bisa di-boot dimana saja. - Sysadmin: Arch Linux
Tidak punya antar muka grafis. Semua serba command line. Hmm… tampaknya hanya untuk orang-orang aneh saja ini. Saya sendiri lebih suka Debian sebagai basis untuk server. - Coder: Mandriva 2009
Salah satu distro yang konsisten dengan KDE dimana mayoritas distro sudah memakai Gnome sebagai window manager default. Kata redaksi Linux Format, karena KDE, maka lingkungan ini sangat sempurna untuk pengembangan aplikasi berbasis Qt. - Server: CentOS
Kenapa CentOS, redaksi Linux Format beralasan karena distro ini membawa banyak tools berbasis GUI untuk hampir semua tugas-tugas administratif server. Saya sih tetaplebih suka Debian. - Music Production: 64 Studio
Ada aplikasi Ardour yang dibawa distro ini secara default. Hampir semua aplikasi yang berhubungan dengan audio terinstall secara default. - Gamers: Live.linux-gamers
Sesuai namanya, tampaknya distro ini didesain untuk sedikit melawan opini umum bahwa Linux bukanlah pilihan yang tepat untuk sebuah komputer game. - Multimedia: Mythbuntu
Aplikasi yang terbundel adalah MythTV, aplikasi yang memang ditujukan untuk multimedia.
Sebenarnya, kalau mau jujur, Linux sudah cukup untuk kebutuhan kita. Masalahnya tinggal kultur. Tak dapat dipungkiri, Windows XP, dan apa lagi yang akan datang ini Windows 7 sangat menarik. Apalagi, dua sistem operasi tersebut juga “gratis”. Apalagi yang kita butuhkan?
10 Comments
yudha_ht
May 13, 2009Slackware kog gak ada yah?
*ngakak*
hedi
May 13, 2009utk orang segaptek aku, ubuntu udah ideal dan yg penting ga berkesan windows seperti mint
DETEKSI
May 13, 2009saya juga pake linux tapi ndak tau menahu gimana nginstall dan administrasinya.. tau jadi…
centOS is the best
kholis
May 13, 2009absolutely right :p
untuk server, no commentlah…
tapi untuk desktop, linux is suck!
terlalu banyak pilihan dan banyak yang gak mutu seperti yang dikatakan http://lunduke.com/?p=429
dnial
May 14, 2009Saya nubi.. jadi pakenya Distro Windows XP
geblek
May 15, 2009sampai saat ini masih cintah sama ubuntu, padahal saya gak tau apa itu linux eh makai distro ini aman2 saja sampai sekarang hihihi
tukang foto keliling
May 18, 2009saya noob … jadinya pake mac osX, wkekekeke
pak-git
May 22, 2009ahaha..ahaha…
xp dan wind7 gratis apalagi………
satire yg terlalu ndut, mbok yao (boso ngendi maneh iki) jgn terlalu jujur bgitu
dani
January 1, 2010kalo arch linux buat orang aneh, gentoo buat orang kayak gemana dong?
nawir
February 14, 2010Saya sendiri memang menggunakan Windows XP di notebook, sayang kan notebook sudah pre-installed Windows asli. Tapi saya menggunakan OpenBSD untuk server-server saya. Terima kasih untuk update menarik mengenai Linux, saya sendiri juga menggunakan Ubuntu setelah beralih dari OpenSUSE.