Mission Accomplished!

Chase berkhianat! Tak kuduga ia mengkhianati kami setelah aku membebaskannya dari tawanan dengan tebusan Porsche 911 GT2. Kaki indahnya masih kulihat berlari ke arah Porsche itu sambil membawa koper barang bukti dan segera melesat ke jalanan Palm Harbor yang sibuk.

Aku tak boleh membiarkannya lolos begitu saja. Hasil penyamaran enam bulan bisa sia-sia kalau barang bukti itu lolos. Aku segera menyambar kunci mobil dan mengejarnya. Sial, Lamborghini Gallardo yang sedang kupakai ini bukan mobil terbaikku untuk mengejar Porsche full modifikasi itu. Top speed-nya tidak setinggi Pagani Zonda F milikku, tapi aku agak lega karena hentakan akselerasi Gallardo termasuk yang terbaik di kelasnya.

Porsche cokelat metalik itu masih terlihat di ujung tikungan jalan. Nitrous Oxide kuaktifkan. Kecepatan melonjak ke 230 km/h dalam sekejap. Di sudut sebelum ia masuk highway, kuhajar ekornya dengan telak! Satu pukulan lagi, Chase habis. Asap hitam mulai mengepul dari mesinnya. Mungkin girboksnya kena. Sialnya, sirene polisi meraung-raung mendekat. Tiga mobil SUV terkuat polisi mengejarku.

Ah, bukan situasi yang menguntungkan untuk mengejar buruan. Aku mesti disibukkan oleh SUV yang berusaha menghentikanku. Sementara Chase masih leluasa melesat di jalan raya Palm Harbor yang luas. Aku putuskan tetap jaga jarak sambil sesekali menghindar dari serempetan mobil polisi. Aku menunggu sistem NOS terisi kembali. Kulirik speedometer, 316 km/h. Tinggal tunggu waktu Chase, cepat atau lambat kau kuhabisi…

Kedipan Global Positioning System (GPS) di sebelah kiri tongkat persneling memberitahu setengah kilo lagi ada exit highway dan masuk kota kembali. Aku berhitung. Chase kemungkinan besar akan memilih masuk kota dan tetap bertahan di Palm Harbor daripada lurus menuju kota Port Crescent. Jalanan Port Crescent yang sempit dan berliku adalah makanan empuk Gallardo. Porsche sama sekali bukan tandingan Gallardo di jalan berkelok-kelok yang butuh torsi besar di RPM rendah itu.

Jadi aku setengah berjudi berencana akan menghentikan Chase di exit itu. Kalau ternyata perhitunganku salah, aku akan kehilangan banyak jarak dengannya. Nitro Oxide kuaktifkan. Polisi segera tertinggal jauh di belakang. Tikungan sudah terlihat. Gallardo abu-abu ber-vynil bunga teratai ungu itu hanya berjarak 5 meter di belakang Porsche.

Di titik yang menentukan itu, dengan sigap aku memotong ke kiri. Porsche hanya terlambat sepersepuluh detik untuk menyadari kalau gerakannya telah ditebak. Terlalu terlambat untuk banting stir ke kanan kembali masuk ke highway. Ia akan terpojok di sisi kanan tikungan. Aku menoleh, kulihat wanita pemilik mata cantik itu pucat pasi. Panik. Saatnya mengakhiri. Kutarik handbrake, dan Gallardo menghajar sisi depan Porsche! Brak!! Chase habis. Misi undercover selesai.

*

Itu tadi cerita dalam misi terakhir yang saya selesaikan di rangkaian misi Need for Speed: Undercover di PSP merah saya. Game NFS varian terbaru ini sangat menarik untuk dimainkan. Variasi balapan yang dimiliki lebih banyak daripada versi-versi sebelumnya. Ada race-race khas balapan jalanan, ada balapan melawan polisi, dan misi-misi penyamaran dalam rangkaian cerita.

Mobil yang Saya Rekomendasikan

Di kota pertama, Susent Hills, usahakan bertahan dengan mobil standar Nissan 240SX. Lawan paling tangguh Anda di kota ini adalah Volkswagen (VW) Golf GTI yang terkenal lincah dan cepat.

Di kota kedua, Port Crescent, saya memilih Mazda RX-8. Mobil ini juga menjadi andalan saya di seri NFS sebelumnya, NFS Most Wanted. Mobil ini memiliki handling yang enak dan top speed yang lumayan tinggi. Bisa dipakai bahkan hingga misi ke kota ketiga awal-awal.

Di kota ketiga yang merupakan gudangnya mobil-mobil cepat, saya memilih BMW M3 E92. Mobil ini sesuai reputasinya, sangat garang ketika sudah full modif. Kalau saja kontur jalanan Palm Harbor tidak terlalu bumpy/bergelombang, saya akan tetap bertahan dengan mobil ini melawan mobil-mobil ceper seri GT.

Tapi BMW tidak cukup, jadi saya membeli Lamborghini Gallardo, dan Pagani Zonda F. Gallardo berkarakteristik memiliki torsi tinggi di RPM rendah, sehingga hentakan akselerasinya dahsyat, sedangkan Zonda bertorsi tinggi di RPM tinggi, sehingga top speednya paling tinggi. Selain itu, Pagani Zonda kuat dan kokoh tidak gampang melintir ketika disenggol mobil. Sangat berguna untuk melawan mobil-mobil polisi yang sudah dalam kekuatan terbaik mereka.

Mobil yang Tidak Saya Rekomendasikan

  • Dodge Charger SRT8.
    Mobil ini kelasnya memang di atas RX-8, tetapi hasil modifikasinya payah. Jadi tidak akan bisa bertahan lama melawan mobil-mobil yang semakin cepat.
  • Mercedes Benz SL65 AMG.
    Seperti image-nya, mobil ini benar-benar mobil untuk orang tua. Ubahan standarnya masih kalah dengan RX-8 yang full modif. Saya lebih memilih BMW M3 daripada Mercy putih anggun ini.
  • Aston Martin DB9.
    Kelasnya di atas BMW M3. Kemampuan standarnya juga melebihi M3. Tapi jangan salah, kalau sudah dimodif, DB9 susah bersaing dengan mobil-mobil cepat lainnya. Handlingnya cenderung understeer, dan akselerasinya kalah jauh dengan M3.

Okeh, selamat membalap. Special thanks buat Nra yang telah memberi tips and trick untuk menyelesaikan misi undercover ini. Caw!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *