Jenis-Jenis Piano

Aha, semakin gado-gado aja blog ini, apa saja dicampur di sini. Kalau makanan jadinya kayak gimana ya? ;))

Well…, pada dasarnya, saya menyukai riset, pengetahuan baru, dan menikmati sensasi perasaan khusus yang ditimbulkan olehnya. Termasuk piano ini, karena mempelajarinya perlu langkah-langkah khusus, maka saya menganggapnya sebagai riset bermusik. Lagipula, saya ingin membuktikan kalau belajar piano bisa dimulai pada umur berapapun. Scaling tidak harus dimulai dari anak-anak, I wish i was 7 years old, but it’s OK to start scaling in any age. :)

Grand Piano

Dari Wikipedia

Inilah piano yang sebenar-benarnya. Berasal dari konstruksi kayu mengkilap, dengan tuts berjumlah 88. Piano ini memiliki kotak akustik yang ditidurkan, dengan deretan senar-senar yang diketuk hammer piano ditidurkan. Merk yang paling eksklusif dari jenis ini adalah Steinway, sedangkan yang biasa kita temui di Indonesia adalah Yamaha Grand Piano. Harganya sama dengan satu unit mobil mewah, 400 jutaan ke atas.

Upright Piano

Masih di jajaran kategori piano akustik, upright piano juga berkonstruksi kayu, 88 tuts, kotak akustik serta senar-senarnya. Tetapi yang membedakan dengan grand piano adalah posisi kotak akustiknya yang berdiri. Dengan konstruksi seperti ini, piano model ini menghemat tempat. Jadi jika Anda tidak terlalu punya tempat untuk meletakkan Grand Piano dan masih ingin menikmati suara dentingan piano akustik asli, upright piano bisa Anda pilih. :P

Digital Piano

Piano akustik, untuk mendapatkan kualitas yang prima memerlukan perawatan yang sangat merepotkan. Selain suhu tertentu diperlukan untuk menjaga ketegangan senar-senar nada piano, setiap kali piano model ini dipindahkan, nada-nadanya harus di tune ulang. Kawan saya yang memiliki sebuah piano upright, setiap kali pianonya nadanya mulai ngaco, ia harus mendatangkan tukang stem piano khusus dari Semarang.

Adalah sebuah terobosan Kawai dan Yamaha yang memperkenalkan synthetizer pada tahun 80-an. Sebuah sampling suara piano memungkinkan bunyi piano dihasilkan dari alat-alat elektronik yang dialiri listrik. Teknologi synthetizer berkembang sehingga digital piano sendiri memiliki kategorisasi tersendiri: digital piano, keyboard, dan synthetizer.

Digital piano ditandai dengan rentang nadanya yang sama dengan piano akustik biasa, yaitu sepanjang 88 nada. Model tuts-nya masih menggunakan tipe gradded-hammer, atau efek yang Anda rasakan ketika menekan tuts piano. Berat, dan seperti mengetukkan palu ke senar-senar nada. Model yang paling populer di panggung contohnya adalah Roland RD-700 atau RD-300,  sedangkan untuk pengguna rumahan, Yamaha seri Clavinova adalah contoh yang paling populer.

Yamaha Clavinova (dari Wikipedia)

Keyboard

Apa beda keyboard dengan digital piano? Hal pertama yang paling mencolok adalah model tuts-nya. Keyboard tidak menggunakan gradded hammer, melainkan model touch response. Ini artinya efek seperti mengetukkan palu tidak bisa Anda rasakan, karena itu tuts keyboard jauh lebih ringan untuk ditekan, dan rasanya seperti menekan plastik tanpa sensasi menekan tuts piano akustik. Rentang nada yang dimiliki juga lebih sedikit, hanya sepanjang 61 nada. Memotong nada atas dan nada bawah piano, dan menyisakan nada tengahnya saja.

Tetapi kelebihan keyboard adalah kemampuannya menghasilkan suara bermacam-macam alat musik. Ia juga memiliki kemampuan untuk memainkan irama dengan variasi yang banyak, sehingga kita bisa bermain diiringi sebuah band lengkap dengan bantuan hanya satu unit keyboard saja.

Yamaha PSR Series (dari Wikipedia)

Keyboard model begini paling sering muncul di hajatan seperti pesta pernikahan. Orang awam sering menyebutnya musik electone. Dengan memainkan suatu style (iringan nada-nada berbagai alat musik dalam satu band yang disimpan dalam format MIDI) pada keyboard, pemain keyboard cukup memainkan melodinya saja dengan bunyi-bunyi tertentu, sambil menekan chord-chord yang bersesuaian. Jauh lebih murah dan praktis daripada harus mendatangkan satu band lengkap.

Contoh yang populer adalah Yamaha seri PSR, atau Roland seri E.

Synthetizer

Seperti namanya, alat ini adalah pembuat suara buatan yang handal. Hal yang paling kelihatan mencolok adalah rentang nadanya yang mungkin hanya dua oktaf saja, memiliki banyak panel-panel instrumen seperti equalizer, mixer, bender, dll pada papan keyboardnya. Alat ini memang ditujukan untuk membuat style, dan mengaransemen sebuah lagu. Sebuah aransemen dibuat dengan alat ini satu demi satu — atau istilahnya layer demi layer. Pola-pola instrumen drum, gitar, bass, dan variasinya ketika masuk chorus, bridge, atau coda dibuat satu per satu. Ketika sudah jadi, semua layer digabungkan menjadi satu menjadi sebuah aransemen musik yang bisa dimainkan oleh keyboard.

Anda bisa melihat synthetizer ini di atas keyboard milik Run-D, keyboardis band Nidji ketika mereka tampil live. Contoh merk yang populer misalnya Roland seri Fantom atau Yamaha seri M.

Published by

Galih Satria

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

31 thoughts on “Jenis-Jenis Piano”

  1. Ada keyboard yang pake gradded hammer, Lih. Merek Kurzweil itu tuts-nmya serasa grand piano (berat) dan kurzweil memang keyboard khusus sound piano (normal). Bisa keluar juga suara lain sih (sebagai synthesizer) kalo pake modul dan tambahan amplification :D

  2. Mas,.. udah mau posting tapi ini salah tempat kayak nya tapi mau ngemail ke yang gmail tuh..lama kayak nya bakalan dibuka, cuma mau izin aku download Publikasi nya yah…

    salam

    andy

  3. Harganya piano upright brapa an ya? trus mw tny, klo digital piano brapa? kualitas suaranya bagusan yg mana upright ato digital piano?????
    sekarang lagi ‘transisi’ dari keyboard player ke piano beginner nih… mohon dukungannya!!!!

  4. pantes di hotel RitzCarlton, tu grandpiano item DILARANG DISENTUH!!! ahhhh, padahal pengen nyoba, ugh takut juga deh
    nunggu punya sendiri… pengeeeennn….

  5. udah boleh di update tuh blognya.
    ditambain review digi :D

    kan om galih dah punya yamaha dgx 630.
    sekalian demo song intro desperado bisa dipublish ke seluruh penggemar om galih..

  6. q jugak pengen bgt bs maenin piano..
    tp dulu wktu kecil cm d les in keyboard
    trz males..
    tp hbz bc artikel ini jd smangat lg pengn bljr piano…
    skrg uda mulai dikit2 bljr walopun cm pake keyborad..
    hehehe

  7. do mi mi do do, mi mi do do mi fa mi re re si si.. re re si si re mi re do do do la la.. do do la la, do re do si si sel sel, la si la ce …

    Song : LoVe Story

  8. biasa pake digital piano, kpengen punya yg grandnya tpi muahall ga suanggup. jga lgi nyari les yg waktunya cocok, susah bgt ya d daerah parung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>