Pasar Klewer

Posted by: on Jan 9, 2009 | 13 Comments

FLICKR
Lokasi: Pasar Klewer, Surakarta, Jawa Tengah
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm

Pasar Klewer, dari sudut yang sangat aneh. Jangan ikut-ikutan, jangan pernah menelepon dan ber-SMS ketika mengemudi, apalagi mengambil gambar dengan kamera DSLR! Tapi kalau ingin ikut mencoba, saya menset kamera di mode Auto, memutar jarak fokal lensa di sekitar 35 mm (jarak moderat), kemudian saya taruh kamera setinggi dada, tanpa membidik lewat viewfinder, jari menekan tombol shutter. Sementara tangan kiri tetap memegang setir. Hehehe…

*lagi males bikin postingan serius*

Budaya Membaca, Kenapa Menjadi Sebuah Gaya Hidup Mewah?

Posted by: on Jan 4, 2009 | 46 Comments

Tentang Sebuah Keprihatinan Bahwa Hobi Membaca itu Mahal

Sore itu, malam minggu di awal tahun 2009, Jakarta sungguh cerah. Usai mencuci si Jupie hitam di bilangan Cililitan, saya melarikannya ke Gramedia Matraman, tempat favorit saya belanja belanji buku. Setiap kali ke toko buku ini, saya merasa menjadi bagian dari gaya hidup orang-orang kaya raya. Padahal, Gramedia tak lebih dari sebuah toko buku. Tetapi lihat tempatnya yang begitu berkilau, mewah, pencahayaan sempurna, pelataran parkir yang luas penuh sesak dengan mobil, dan pengunjung dengan air muka yang mengesankan: kecerdasan, wawasan luas, serta — jika meminjam istilah gaul — kebebasan finansial.

Saya tak heran. Untuk bisa membawa sebuah buku pulang, nyaris tidak ada buku bermutu yang berada di bawah harga Rp. 30.000. Buku yang agak bagus dengan sampul yang aduhai mengkilap dengan desain yang luar biasa harganya sekitar Rp. 55.000. Agak bagus, karena kebanyakan buku-buku itu misleading: berjudul menarik bersampul menggoda, padahal jika ditelusuri isinya sekilas saja, tidak ada sesuatu yang bagus. Nah, buku-buku yang benar-benar bagus biasanya bersampul tebal (hardcover) dan ini harganya amit-amit, di atas Rp. 70.000. Praktis, Anda harus minimal mengeluarkan lembaran uang berwarna biru dari dompet Anda. Jadi wajar kalau kebanyakan yang berkunjung ke sini adalah orang-orang dengan kebebasan finansial.

Padahal, buku adalah sumber ilmu pengetahuan dan wawasan tanpa batas. Lalu jika begini, kapan kita bisa maju? Impian budaya membaca untuk bangsa ini rasanya jauh sekali. Padahal, ayat Al-Qur’an yang pertama kali turun berbunyi: Iqro. Bacalah! Bagaimana bisa membaca kalau harga bacaan saja selangit?

Satu-satunya media yang paling dekat dengan masyarakat luas adalah TV terestrial. Tapi astaga, tayangan yang ada hanyalah arus pembodohan massal. Itu bukan sumber wawasan, hanya industri saja. Benar-benar mengerikan menyadari apa yang tersaji di televisi dan tahu tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya: sinetron perusak moral, dan berita yang isinya tentang mutilasi melulu. Televisi dengan isi yang bagus sekarang malah TVRI, tapi penyajiannya tidak pernah berkembang sehingga terkesan norak dan ketinggalan jaman. Oh, come on

Bagaimana dengan perpustakaan? Aih, dengan minat baca yang rendah, perpustakaan menjadi sebuah artifak kuno penuh dengan rak-rak berdebu yang suram temaram. Setiap sore di hari Jumat Kliwon dan Selasa Pahing, anak-anak hantu genderuwo menampakkan diri dan dengan riang gembira meloncati rak-rak buku itu, membuat penjaga perpustakaan kabur tunggang langgang. Satu-satunya perpustakaan yang saya tahu selalu penuh dengan atmosfer dan aura yang meletup-letup haus akan ilmu pengetahuan adalah perpustakaan kampus universitas. Tapi hei… sekarang mau masuk universitas juga mahal. Glek…

Kalau begini, kapan kita bisa maju?

Disclaimer: Ke Gramedia, bukan berarti saya juga ikut-ikutan bebas secara finansial, tapi memang karena saya suka membaca, jadi saya sekuat tenaga selalu menyisihkan anggaran untuk membeli buku.

Dua Belas Foto Terbaik Saya di 2008

Posted by: on Jan 1, 2009 | 19 Comments
Lentera, Kampus FK Universitas Indonesia

6 April 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Still Life

Kesederhanaan komposisinya membuat saya memilihnya menjadi foto tahun ini

Selamat Pagi Kampus UI

12 April 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Kunjungan pertama saya ke kampus UI Depok, disambut dengan cuaca begitu cerah di lingkungan fakultas Ekonomi. Jadi pengen sekolah lagi (hiks..)

Bersama dalam Cinta(h), Waru Sidoarjo

23 Maret 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Prewedding

Prewedding Mas Kamas dan Mbak Wawa ini foto prewedd terbaik saya di 2008. Dibandingkan dengan prewedd milih Mas Choirul dan Mbak Lisa, ini lebih kaya konsep dan khayalan.

Puncak Gede, Gunung Gede Jawa Barat

18 Mei 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Pendakian gunung pertama saya bersama VICO Challenge Adventure Team (VCAT)

Menikmati Pagi, Puncak Gede, Jawa Barat

18 Mei 2008 | Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200 mm VR | Landscape

Seperti kata mbak mae, Gunung Salak nun jauh di sana menjadi tampak seperti pulau di atas awan, dan rombongan orang gunung yang sejenak menikmati pagi yang hening, syahdu, dan sepi…

Laguna, Pantai Brumbun, Tulungagung

22 Maret 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Cuaca terbaik yang begitu cerah, itu yang membuat saya suka sekali dengan foto ini, Pantai Brumbun, pantai kecil yang begitu cantik.

Becak, Pasar Ngemplak Tulungagung

0 Maret 2008 | Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Human Interest

Di sebuah liburan long weekend, mengantarkan ibu membeli bahan lauk pauk di Pasar Ngemplak.

Jembatan Mangunsari, Tulungagung

07 Oktober 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Arsitektur

Bukan di golden momment, sehingga saya surprise hasil jembatan Mangunsari yang biasa-biasa saja kok jadi begini he he he…

The Beach, Pantai Pasir Putih Prigi, Trenggalek

22 Maret 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Saya tak pernah lagi menjumpai suasana Prigi seperti ini: tak terlalu banyak pengunjung, dan cuaca yang begitu cerah.

Sudut Lain Jakarta, Wisma Mulia Gatot Subroto

Maret 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Bird view yang ekstrim, karena diambil dari lantai 48 gedung Wisma Mulia Jakarta

The Icon, FK UI Salemba

8 Maret 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Saya suka pencerminan gedung di genangan air dan warna kuning kontras khas mahasiswa UI

Dari Puncak Bukit, Pantai Brumbun, Tulungagung

22 Maret 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Landscape

Boleh percaya boleh tidak, ini obsesi saya untuk memotret sudut yang saya tahu dari kalender tahun 90-an waktu saya masih jadi anak kecil.

Dua belas foto terbaik saya di tahun 2008 telah saya susun. Kebanyakan landscape karena tahun ini saya tergila-gila dengan lensa landscaper Sigma 10-20 mm HSM. My best of the best tentu saja adalah foto pendakian Puncak Gede di bulan Mei 2008 dan hunting foto di Pantai Brumbun dan Pantai Prigi di bulan Maret 2008. Tahun 2009, saya berangan-angan bisa keluyuran lebih banyak lagi di sekitar Jabodetabek seperti dulu waktu pagi-pagi di Sunda Kelapa. Terima kasih untuk kawan-kawan saya yang telah memberi apresiasi, komentar, kritik, dan saran untuk foto-foto saya sehingga bisa terus belajar mengeksplorasi seni dan sains fotografi. Astalavista.. babeh…

Terkait: Sepuluh Foto Terbaik Tahun 2006/2007

Switch to our mobile site