Keluarga Pemusik

29 Desember 2008, Stasiun Pasar Turi, Surabaya

Saya terpaku melihat keluarga ini. Lebih terpaku lagi melihat penyanyi cilik bersuara luar biasa ini menyanyi. Lagu-lagu dari segala macam genre: pop, dangdut, pop luar negeri, hits populer Indonesia, tembang kenangan, hingga tembang Jawa melantun merdu dari suaranya yang diiringi oleh musik electone Yamaha yang dipencet ayahnya.

Saya terpaku dan terharu. Keluarga ini tampil menghibur penumpang Argobromo Anggrek dengan penuh keceriaan. Jauh dari kesan sedih. Si penyanyi cilik tunanetra itu sambil tersenyum-senyum membisiki ibunya jika lupa lirik yang akan dinyanyikan dan si ibu mengambil alih bait yang terlupa itu. Alamak, sang ibu juga memiliki suara yang tak kalah merdunya. Sekali-sekali ucapan terima kasih meluncur dari bibirnya.

Saya terharu karena saya jadi merasa kurang bersyukur. Tetapi bukan karena kasihan saya mengeluarkan sedikit uang dari dompet untuk saya masukkan ke kotaknya. Itu adalah apresiasi. Apresiasi atas karya seni yang mereka suguhkan saat menunggu keberangkatan Argobromo Anggrek yang malam itu terlambat setengah jam.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 thoughts

  1. OMG!!! lagi mbolang liat foto2mu mas dan nemu poto ini.
    Dari deskripsinya (sebelum liat gambar) aku udah deg-degan, jangan2 mereka pengamen yang aku temui di stasiun Wonokromo beberapa minggu yang lalu.
    dan BENER πŸ™‚

    pertama kali liat mereka waktu nunggu kereta agak lama. Awalnya cuek, tapi akhirnya aku nengok juga krn pengunjung pada terpesona juga sama mereka.
    Iye, suara anak & (mungkin) ibunya memang bagus. Waktu itu nyanyi lagu2 jawa aja. Dan si anak & bapak ini, 3,5tahun kemudian dari tahun di foto ini, masih seperti itu perawakannya. Hanya saja ibunya waktu itu tidak berjilbab, tapi pakai baju panjang yg tetap menampilkan kemolekan tubuhnya –> agak ragu apa ibu di foto itu adalah ibu yg sama dengan yg saya lihat.

    Sempet mau nulis ttg mereka di blog, tapi lama2 lupa karena gak sempat memfoto waktu itu.
    sekian & terima kasih

    *lagi semangat komen* πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *