Kenapa Saya Tidak Terlalu Menyukai Fotografi Model

— update: foto deleted —

Selalu ada decakan dan sorot mata heran dari kawan-kawan saya yang cowok, baik sesama penghobi fotografi maupun bukan, ketika saya bilang bahwa saya tidak terlalu menyukai memotret model perempuan. Padahal genre ini adalah salah satu favorit para penghobi fotografi. Lihat saja, setiap pergelaran acara hunting bareng yang diadakan komunitas-komunitas fotografi, hunting model selalu sukses mendatangkan banyak fotografer. Semakin seksi modelnya, semakin ramai semutnya.

Mungkin saya termasuk orang snob juga. Tetapi saya memang tidak terlalu suka kalau kegiatan memotret menjadi kedok untuk kegiatan mengintip tubuh-tubuh seksi. Memotret ya memotret, boleh memotret sambil menikmati keindahan lekuk tubuh makhluk ciptaan Tuhan ini, tapi jangan jadi ngintip sambil motret ha ha ha…

Ilmu fotografi saya masih terlalu rendah untuk menguasai fotografi model. Banyak foto model yang saya tak bisa menilai itu bagus atau tidak. Tapi paling tidak, saya menilainya dari kepiawaian fotografer memilih sudut terbaik.

O iya, cewek itu punya sudut yang berbeda-beda lho hasilnya kalau difoto. Sisi kanan hampir selalu berbeda dengan sisi kiri. Dan biasanya, cewek yang aware dengan penampilannya, bakalan mati-matian menutupi dan menyamarkan kelemahannya dari sudut itu.  Terlalu banyak trik perempuan dalam hal ini, entah make up, entah penataan rambut, permainan warna, cara melipat kerudung (bagi yang berkerudung/berjilbab), dan segala macam untuk membuat mata cowok tetap melirik ke arahnya.

Adalah tugas fotografer untuk menemukan sudut terbaik model. Berangkat dari situ, ia bisa memperkirakan komposisi yang tepat dan pengukuran cahaya yang pas, kapan ia harus fill-in, bouncing, side-lighting, dsb. Kemudian berusaha mendapatkan kontak mata dan ekspresi model, barulah shutter bisa dijepret. Benar-benar sulit!

Saya jadi ingat ada yang meledek saya waktu diskusi masalah flash dan light meter. Katanya, “Kalau cuma buat motret benda mati mah, buat apa perlu light meter?” Hahaha… tepat sekali pak, Sigma 10-20, sudah lebih cukup bagi landscaper seperti saya. πŸ˜€

Foto: Seorang wanita tenant Wisma Mulia
Dicandid dengan
Nikon D80 | Nikkor AF-S 70-300 mm VR
Mohon kiranya saya diberitahu jika keberatan dengan tampilnya foto ini.
Update: yang bersangkutan ternyata keberatan he he he…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

23 thoughts

  1. Kalau lihat deskripsimu, sepertinya foto model g asik… apalagi kalo udah pro modelnya…
    Mending nyari model dadakan kan, lih…
    Model yang di Solo nggak difoto?

    *balik ke gosip*

  2. kamu ndak suka hunting bareng soalnya suka candid semacam ini hekekeke…

    tapi bener sat, di TP kapan hari ada launching sebuah merek pakean olahraga, ada model sexy2 pake baju supermini dengan belahan dada 75 payudara sampe terlihat. model seperti itu yang paling banyak dapat jepretan kamera. sementara yang lain kasihan ndak dapat kamera sama sekali

    sampe ada yang motret dari sudut atas dada, si model disuruh nunduk dengan pose menantang. akhirnya sang fotografer mendapatkan dada itu bulat penuh!

    siapa fotografer gadungan itu? :mrgreen:

  3. #fifiani:
    Ya tetep cewek fi. Karena wanita itu terpancar seni yang luar biasa dari kreatornya. Makanya cewek jadi suka berdandan, karena dari situ akan tampil indah. Beda dengan cowok, meskipun tampan, tak banyak yang bisa dieksplorasi, he he he…

  4. D80 to ndut???wkakakaka…… ga iso comment wis lek masalah prinsipmu kuwi…mencerminkan sifat ckckck….. candid..candid…candid man hehehe…naizzz shuttt brooo…..

  5. Mas Galih..he5,btw kita sealiran Lhow..aku juga nggak suka tuh ama foto model, mm..alasannya aku emg nggak pd moto cewek,he5..palagy moto cewek yg bergaun, trus butuh team bt make up lah, apa lah. .repot sangadh,
    He5, btw ku jg kurang stuju ama tmen2ku yg hunting bareng, tp huntingnya motret model..wah..nggak banget..
    Makana ku nggak bgitu suka hunting rame2,he enak sendiri..
    Hmm..btw..Lam kenal iap maz..”v

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *