Menunggu Kereta

FLICKR
Lokasi: Stasiun Solo Balapan, Surakarta, Jawa Tengah
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm
Mari kita bicara teknis kali ini, aku sedang tidak ingin membumbui foto ini dengan rongsokan kata-kata kosong yang menghanyutkan. Yang paling membuatku tertarik dengan sudut ini adalah background Gunung Merapi yang sedang mengepulkan asap dan sedikit disinari matahari pagi yang baru saja terbit. Lalu aku ingin menempatkan lampu sinyal kereta pada foreground. Aku tinggal menunggu rangkaian gerbong Argo Lawu didorong masuk ke hangar hingga masuk frame di viewfinder yang telah kusiapkan. Dan hasilnya seperti di atas ini.
Secara teknis, seleret kabel listrik yang ada di posisi atas frame sangat mengganggu. Melanggar kaidah fotografi. Tapi apa yang kusuka dari foto ini adalah proses mendapatkan foto ini. Gunung Merapi, lampu persinyalan, dan menunggu gerbong Argo Lawu lewat. Jadi kawan-kawanku, janganlah selalu terpancang pada kaidah fotografi, jika kalian suka foto yang kalian ambil sendiri, itulah foto yang bagus.
Chayo!
15 Comments
aRuL
December 10, 2008terima kasih ilmunya guru…..
wah kadang juga ndak jadi ambil foto gara2 ada kabel nakal di depan kamera.. ugh..
tapi dengan ilmunya sang guru, jadi paham…
terima kasih2
Hedi
December 10, 2008secara teori, kabel listrik itu memang mengganggu…saya jadi inget foto anggrek yg saya ambil beberapa bulan lalu – indah tapi jadi aneh karena ada kabel listrik. cuma itu dia, kadang nilai karya seni (fotografi) jadi tergantung siapa yg liat. aku suka gambar gunung itu, Lih.
mae
December 10, 2008Mas Galih, I luv this picture so much ! Aku paling suka foto2 seperti ini. Dan klo mo jujur, ini foto yg paling memikat sepanjang aku menjadi penikmat fotografi mas Galih. I luv the sign, I luv the train passing, I luv the mount, bahkan aku juga suka kabel kabel yang bergelantungan, so natural. Aku suka komposisinya, juga editan yg tidak berlebihan. Boleh bilang aku norak but I tell the truth ! Completely caught my eyes on it !
mahardhika
December 10, 20083 Elemen yang menonjol : Lampu , kereta , dan gunung
Elemen2 itu sangat bagus mengalihkan fokus pandangan kita pada elemen lain.
Pertama melihat saya memandang 3 elemen tersebut
baru ke elemen2 rumah tua, kabel, dan sampah2 besi tua.
Kesemua elemen itu membawa kita bernostalgia akan kerinduan kepada negeri yang dicintai. Walaupun saya masih ada di dalam negeri
dtxc
December 10, 2008ah kata siapa melanggar kaidah fotografi? bukankah harusnya fotografi mampu menampilkan sesuatu apa adanya dengan jujur? kalo di situ ada kabel, ya harus kelihatan kabelnya…
ato kalo memang ndak suka ada kabel di situ, coba angel lain
**dijitak satria sang master**
tukang foto keliling
December 10, 2008espokat…. jangan terlalu terpaku dengan aturan2 fotografi,
feel it …. n shoot it
adams
December 10, 2008ahhh… dalam fotografi ga ada yg pernah salah
nice picture oom
Galih Satria
December 11, 2008#aRuL:
keep jepret daeng!
#Hedi:
thanks mas hedi
#mae:
maturnuwun mbak mae
#mahardika:
yap, tiga elemen, you’ve got the picture
#dtxc:
kebanyakan orang kalau ada kabel ngganggu, lebih suka dihapus pakai potosop daripada pindah ke angel yang lain det
#tukang foto keliling:
ayooo.. endi ra moto2 meneh?
#adams:
thanks
Fenty
December 11, 2008Setujuh !!!!
fahmi!
December 11, 2008sip gal! apik iki… iso payu didol
dnial
December 12, 2008Kalau ndak suka kabel, ya dipotong aja lah…
Kayak orang susah aja…
Jaman wireless, listrik kok masih pakai kabel.
=))
tyzha
December 15, 2008wih mas galih foto2nya ciamik punya..ga cuma jago komputer aja ya
fifiani
December 22, 2008yesyesyes….ada juga pendukung saya….[merasa terdukung nih...]
foto2 saya hampir semuanya tidak menuruti kaidah fotografi, tp saya suka…haha
kalo gitu gmn donk mas???
Galih Satria
December 22, 2008#fifiani:
Ya diupload saja, hobi kan emang buat kepuasan diri sendiri. Contoh foto saya yang Teronggok di Sudut Pramex tuh, kata orang2 gelap, tapi buat saya itu foto eksperimen yang sangat bercerita. Unik, gitu loh
fifiani
December 22, 2008yup, jadi nambh pede untuk upload nih kyknya…, thx ya mas