Sebuah Pertemuan

Pertemuan kami sebenarnya singkat saja. Tak lebih dari sejam. Sebenarnya saya ingin meminta ditemani untuk keliling Surakarta, melihat-lihat alun-alun utara Kraton Kasunanan dan mengunjungi Mangkunegaran, wisata kuliner macem-macem, tetapi entah kenapa lidah kok jadi kelu. Saya ingat hari ini adalah hari Arafah, dan saya menghormati puasanya sehingga rencana itu saya batalkan. Tapi ia tahu saya baru saja menempuh jarak 40-an km, ia bertanya puasa apa tidak, saya jawab tidak, dan ia segera membuatkan saya segelas air jeruk dingin.

Ia menjemput saya di bundaran Carrefour Solo Baru, setelah mulai dari Kartasura hingga Pasar Klewer memandu saya lewat telepon. Tak banyak bicara. Duduk di samping saya sambil memangku keponakannya, sambil sesekali memberitahu arah ketika waktunya berbelok.

Di tepi sawah berangin lembut itu, kami lagi-lagi lebih banyak diam daripada saling berbicara. Ia memang pendiam, sedangkan saya tidak punya bahan untuk bicara. Saya bukanlah seorang yang ahli menghidupkan pembicaraan. Tapi pertemuan singkat itu membuat saya mengeluh,

“Kemana saja aku dua tahun ini… ”

Semoga saya belum terlalu terlambat.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

17 thoughts

  1. “Kemana saja aku dua tahun ini… ”

    Kamu mencintai wanita yang salah.
    Entah sampai kapan kamu akan terus mencintain wanita yang salah.

    Makanya cintailah pria yang benar!

    *kabur*

  2. #andy:
    Cuma pertemuan biasa aja kok 🙂

    #dnial:
    Lempar dnial pakai ayam goreng…

    #Hedi:
    no skrinsyut, ntar yang lagi dibicarain marah ;))

    #ryht:
    biasa, futu futu ;))

    #pak-git:
    ora

    #Nike:
    amin…

    #dtxc:
    mesum ae pikiranmu det! 😡

    #ario:
    sekedar teman 🙂

    #budi:
    wah, ampun… medurone metu :))

    #tukang foto keliling:
    lempar nra pakai donat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *