Dari Atap ITS
FLICKR
Lokasi: Kampus ITS, 19 November 2005
Canon Powershot A400
Tahun-tahun waktu saya masih di ITS, saya suka duduk menyendiri di atap perpustakaan ITS. Duduk setengah melamun, melempar pandangan sejauh-jauhnya ke arah selat Madura. Banyak cerita di lantai tujuh perpustakaan ini. Mulai cerita romantis, sedih, lucu, hingga pengalaman dengan penampakan ada di sini. Tiga tahun berlalu, banyak yang sudah berubah sekarang. View dari sudut foto di atas sudah berhias gedung-gedung baru.
Hari ini, kampus saya ulang tahun, oleh karena itu, saya tampilkan kembali foto lama ini. Selamat ulang tahun ITS. Halo keluarga saya di ITSnet: mas Cahya, mbak MuMu (Mudji Lemu), Mas Budi (do re ma’ cong!). Dapat doorprize apa di gerak jalan keluarga ITS tahun ini? ^^
Tak ketinggalan juga, selamat ulang tahun TPC! Bravo, semangat terus dengan kegiatan-kegiatannya. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa bergabung secara nyata.
Merdeka!
Tulungagung: The Landmark
Lokasi: Perempatan Rumah Sakit Lama | Sigma 10-20 mm HSM
Bagian ketiga dari entah-berapa bagian proyek hunting sudut kota Tulungagung. Perjalanan saya terus saja tanpa arah menyusuri sudut-sudut kota Tulungagung yang cukup sepi. Di setiap perempatan, saya berhenti sebentar, menurunkan tas punggung Lowepro dan mengambil kamera. Membidik tanpa banyak berpikir, lalu beranjak pergi. Kali ini saya ingin menampilkan landmark – bangunan penanda yang unik yang ada di Tulungagung.
Selamat Tinggal, Cinta
FLICKR
Lokasi: Dermaga Pantai Prigi, Trenggalek
Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM
Hari itu mendung menggantung rendah di atas pantai yang pernah menampakkan view terbaiknya kepada saya. Di tepi laut selatan ini, saya pernah memekarkan kuncup harapan akan cinta. Namun di pantai ini pula di hari itu, hati saya berbisik, Selamat tinggal cinta. Sulit untuk mengubur sebuah harapan, cita-cita, obsesi, dan segala kenangan yang menyertainya. Tapi itulah warna-warni pelangi hidup. Kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan agar bisa mensyukuri apa yang telah kita dapat.
Sebuah kado terakhir telah kutulis untukmu. Sebuah kenangan terakhir bersamamu juga telah kubuat di tempat ini. Selamat tinggal, cinta.
Tulungagung: Alun-Alun
Alun-Alun pusat kota — Taman Kusuma Wicitra dan sekitarnya
Bagian kedua dari entah-berapa dalam rangka proyek hunting sudut kota Tulungagung. Perjalanan saya telah tiba di pusat kota. Tata kota Tulungagung sangat dipengaruhi oleh arsitektur kota kerajaan Mataram. Pusat kota merupakan pusat kendali pemerintahan. Merupakan sebuah tanah lapang untuk berkumpul, sisi sebelah timur adalah istana pemerintahan, sisi sebelah barat adalah masjid untuk tempat ibadah.
Seiring lajunya peradaban modern, pusat kota Tulungagung juga termodifikasi meskipun sisa-sisa tata kota kerajaan ini masih sangat terasa. Tanah lapang sebagai pusat kota telah disulap menjadi taman yang asri bernama Taman Kusuma Wicitra. Sisi sebelah timur adalah Pendapa Tulungagung, sebuah rumah joglo sebagai simbol pengaruh Mataram Islam di kota ini. Sisi sebelah barat adalah Masjid Al-Munawar, masjid terbesar di kota ini.
Tulungagung: Gedung-Gedung Sekolah
Tentang gedung-gedung sekolah di kota Tulungagung.
Liburan lebaran yang lalu, proyek hunting saya adalah memotret segala sudut kota Tulungagung. Obsesinya sih segala sudut kota termasuk sudut-sudut perempatannya. Beberapa tempat seperti Stasiun Tulungagung sudah saya potret. Tempat wisata yang cocok buat mojok juga sudah seperti Waduk Wonorejo, Pantai Brumbun, dan Pantai Prigi.
Ternyata, jeprat-jepret ngasal begini memakan waktu juga. Padahal saya benar-benar tanpa konsep yang njlimet. Pokoknya berhenti, tanpa turun dari motor ambil kamera di tas, membidik, lalu segera pindah ke tempat lain. Empat jam habis buat muter-muter kota yang tak seberapa besar ini.
Karena cukup banyak, maka proyek ini saya bagi menjadi beberapa posting. Inilah yang pertama: gedung-gedung sekolah terkenal di Tulungagung. Diurutkan secara acak.
SMA Negeri 01 Boyolangu, Tulungagung
Dulu terkenal dengan sebutan Smada, SMA Negeri 02 Tulungagung. Salah satu sekolah paling elit di Tulungagung. Nama gaulnya sekarang adalah Smaboy. Tak heran, karena penghuni sekolah ini adalah para lulusan terbaik dengan NEM tertinggi. Seiring berjalannya waktu, kabarnya sekolah ini telah turun tahta dari sarang siswa-siswa terhebat dengan segudang prestasinya menjadi sekolah yang paling glamor dan paling modis. Sarangnya anak-anak orang kaya yang manja dan menghambur-hamburkan uang orang tuanya.
SMA Negeri 01 Kedungwaru, Tulungagung
Masa lalunya terkenal dengan sebutan Smas, SMA Negeri 01 Tulungagung. SMA tertua di Tulungagung. Nama gaulnya sekarang adalah Smaked (atau Smuked?). Bersaing ketat dengan Smaboy memperebutkan murid-murid terpandai se-Tulungagung. Inilah sekolah yang paling stabil di Tulungagung. Lempeng-lempeng saja, tidak glamor, tapi tetap berprestasi.
SMA Negeri 1 Kauman, Tulungagung
Memanfaatkan gedung sekolah tertua di Tulungagung, Sekolah Pendidikan Guru (SPG), SMA Kauman tampil anggun di pinggiran kota sebelah barat. Dulu seringkali disebut sebagai sekolah “buangan” karena siswa-siswa yang tidak lolos di Smaboy dan Smaked ditampung ke sekolah ini. Meskipun demikian, inilah sekolah paling favorit untuk anak-anak yang tinggal jauh di pelosok Tulungagung karena lokasinya yang berada di tepi jalan provinsi Tulungagung-Trenggalek.
SMP Negeri 01 Tulungagung
Tak dapat dipungkiri, inilah SMP tertua, terbaik, dan terfavorit di Tulungagung. Terletak di tengah kota, persis di tepi alun-alun Tulungagung dan berdampingan dengan kantor Bupati Tulungagung. Hanya dengan melihat aura kecerdasan yang terpancar wajah-wajah siswanya cukup membuat siswa dari sekolah lain keder dan kehilangan kepercayaan dirinya.
SMP Negeri 02 Tulungagung
Almamater saya. Banyak kenangan di gedung sekolah yang kecil dan terdesak di tengah belantara kota Kepatihan. Awal dari kebiasaan saya menjadi seorang secret admirer diawali dari sekolah ini. Di tempat itulah saya sering mencuri-curi pandang pujaan hati yang sedang menunggu angkot jurusan Pojok, Ngantru. Hehe.. kebiasaan buruk yang terbawa sampai sekarang. )
Eh, kok jadi curcol gini. Kembali ke laptop! SMP 2 Tulungagung hampir selalu ada di bawah bayang-bayang SMP 1. Dalam hal apapun, kalau juara 1-nya adalah SMP 1, maka juara 2-nya hampir selalu SMP 2. The second position is the first looser. Hanya beberapa kali saja SMP 2 mengungguli SMP 1.
Lokasinya paling strategis, sehingga SMP ini menjadi favorit anak-anak berprestasi yang ada di nun jauh pelosok kabupaten Tulungagung. Jl. Panglima Sudirman Tulungagung adalah jalan protokol yang dilalui semua angkutan umum. Tak heran, karena jalan ini adalah pintu utama dari luar kota menuju ke terminal Tulungagung.
Foto-foto: Flickr.
Nikon D40 – Sigma 10-20 mm HSM
Comments