Tulungagung: The Landmark

Posted by: on Nov 9, 2008 | 28 Comments

Lokasi: Perempatan Rumah Sakit Lama | Sigma 10-20 mm HSM

Bagian ketiga dari entah-berapa bagian proyek hunting sudut kota Tulungagung. Perjalanan saya terus saja tanpa arah menyusuri sudut-sudut kota Tulungagung yang cukup sepi. Di setiap perempatan, saya berhenti sebentar, menurunkan tas punggung Lowepro dan mengambil kamera. Membidik tanpa banyak berpikir, lalu beranjak pergi. Kali ini saya ingin menampilkan landmark – bangunan penanda yang unik yang ada di Tulungagung.

Jembatan Mangunsari

Sigma 10-20 mm HSM

Jembatan ini berada di sisi barat laut kota. Arsitekturnya yang melengkung membuat jembatan ini disebut Jembatan Plengkung. Melihat strukturnya yang kokoh, pastilah ini peninggalan pemerintah Hindia Belanda. Berdekatan dengan lokasi Pasar Wage dan Pondok Pesantren Menara Mangunsari, jembatan ini saya jadikan ia sebagai pengingat another kasih tak sampai yang diakhiri waktu Kijang keperakan itu saya bawa menyusuri gang kecil di sebelah barat jembatan ini, lurus jauh ke pelosok utara, sebuah malam hari kesekian setelah lebaran. [jangan lupa curcolnya :P ]

Pasar Wage

Sigma 10-20 mm HSM

Pusat urat nadi perekonomian kabupaten Tulungagung. Ibu saya hobi shoffing di sini kalau sedang ingin memasak menu andalan kesukaan saya kalau saya pulang. Tapi kalau sedang mengantarkannya, mending saya nunggu di mobil saja daripada me-ngintili di belakang ibu. Astaga, dari ujung ke ujung berjalan kaki bisa menghabiskan beribu-ribu kalori energi.

Terminal Tulungagung

Sigma 10-20 mm HSM

Saya sangat akrab dengan terminal ini sejak kelas VI SD. Kelas VI saya bimbel di BES (Bina Eksakta Sosial) di Nirwana Plaza dengan sarana angdes. Waktu itu, BES masih jaya-jayanya sebelum digilas habis oleh Primagama. Tiga tahun kemudian, saya masih keluar masuk terminal ini karena sekolah di SMPN 02 Tulungagung. Di bangku SMA saya sudah naik sepeda motor (Tornado GS itu :D ). Kuliah di Surabaya, saya lagi-lagi blusak-blusuk terminal ini. Bus Patas Harapan Jaya, Sri Lestari, atau Setiawan adalah favorit saya menyusuri jalur Surabaya-Tulungagung PP.

Klenteng Tulungagung

Sigma 10-20 mm HSM

Disebut juga gedung Tri Dharma. Selain sebagai pusat kegiatan keagamaan warga keturunan Tionghoa, gedung ini memiliki gedung serbaguna. Sejak SMP, saya sering ke gedung serbaguna ini, entah untuk menghadiri kejuaraan bola basket, atau festival band. Sebuah malam waktu saya duduk di kelas 2 SMA, ada acara yang sangat glamor yang diadakan oleh SMUN 01 Boyolangu, yaitu “Pemilihan Putra dan Putri Kampus”. Sebuah acara yang menurut saya agak konyol untuk sebuah institusi pendidikan. Tapi karena terlibat jadi peserta yang gagal jadi finalis, saya menghadiri acara itu dan pulang jam dua pagi.

Gunung Budek/Gunung Cikrak

Nikkor AF-S 55-200 mm VR

Bukit ini dinamakan budek yang berarti tuli karena di sebuah celah lembah yang ada di situ terdapat susunan batu yang menyerupai patung orang bertapa yang bertutupkan cikrak (tempat sampah yang terbuat dari anyaman bambu).

Bukit ini menyimpan legendanya sendiri tentang pentingnya berbakti kepada ibu kita. Tentang seorang anak yang tidak segera bergegas ketika dipanggil ibu karena sedang asyik menyapu dengan cikraknya. Karena tidak menyahut, sang ibu marah dan hasil akhirnya si anak berubah menjadi batu yang kepalanya ditutupi oleh cikraknya. Ealah… legenda Malin Kundang citarasa lokal Tulungagung :D . Wallahu ‘alam, dasar orang Jawa yang hobinya othak athik mathuk…

28 Comments

  1. det
    November 9, 2008

    sing paling sip foto gunung kuwi sat. rasanya seperti berada di lokasi. segar… ingin mendaki..

    kapan menurunkan serial cewek cantik di perjalanan jakarta-tulungagung? ;)

    Reply
  2. Fenty
    November 9, 2008

    Weh, keren jembatan sama gunungnya … :D

    Reply
  3. adams
    November 9, 2008

    yang paling berasa sih kalo saya yang terminal itu lho… :)

    Reply
  4. Hedi
    November 9, 2008

    kok ga ada foto manusia berjenis kelamin wanita dari tulungagung, katanya cakep2, Lih :D

    Reply
  5. aRuL
    November 9, 2008

    yaikz.. saya pernah ke beberapa tempat di atas…
    wekz.. sangar tulungagung kuwi…
    orang2 hebat…
    wanitanya hebat2 :)

    Reply
  6. ryht
    November 10, 2008

    Hm…. Jadi pengen pulang… :-(

    Gambar terakhir : Jadi inget jaman SMU. Diklat lapangan AR…

    Reply
  7. Galih Satria
    November 10, 2008

    #det, Hedi, aRuL:
    Wah, susah kalo mesti motret orang, harus pakai perizinan orangnya dulu. Tapi saya setuju, orang Tulungagung cantik-cantik, that’s why pengen punya isteri dari sini aja ;) )

    #all:
    thanks for d appreciation

    Reply
  8. sanjaya
    November 10, 2008

    mas, minta dipotoin pertigaan jl sudirman, daerah kenayan, dulu mbah saya rumahnya disitu :D

    Reply
  9. sanjaya
    November 10, 2008

    yg bikin perempuan tulungagung cantik2 apa karena banyak yg campuran indo ya?
    * CMIIW *

    Reply
  10. fofo
    November 10, 2008

    bar jembatan plengkung njur nganan mangunsari lurus, heleh, ngonoo maneh :) subyek yang sama……

    Reply
  11. ajar
    November 10, 2008

    Wah hebat bgt nih adiknya Denisss…..
    salut…..tt…..
    jadi bangga bgt nih jadi orang TA,ud 8 tahun lebih di jkt, KTp tetep Tulungagung..(narsis yo)
    Selamat berjuang mas galih…ditunggu undanganne….

    Reply
  12. Galih Satria
    November 10, 2008

    #fofo:
    hehehe, karena patah hati adalah ciri khas blog ini :)

    #ajar:
    thanks!

    Reply
  13. tukang foto keliling
    November 10, 2008

    melu2 … ditunggu undangannya :)

    Reply
  14. pak-git
    November 11, 2008

    adhem,.. ayem…

    Reply
  15. chibi
    November 11, 2008

    gunung budek, jadi inget petualangan SD. kelas 6 SD, nyoba b’tualang ala pecinta alam, sebagai awalan.., merasa tertantang naik ke G. Budek. walhasil baru nyampe lerengnya aja dah melorot turun.., ga jadi sampe naik deh…
    waktu itu, hari Minggu, kita ber 5-6 orang cewek semua, berangkat naik angdes jurusan Campur.

    Ayo mas Galih!!! temukan lagi VieW2 Tulungagung yg jadi mempesona lewat jepretan kameranya mas, hehehe…

    Reply
  16. cipluk
    November 14, 2008

    curcur opo maksute mas gal :-P
    no komen ae yo :D
    nang sendang+pagerwojo drg disentuh blas ketoke,,,

    Reply
  17. 2m2 team
    December 29, 2008

    wah,tulungagung kok jadi keren banget gitu ya difoto,salam kenal dari tulungagung ya mas!

    Reply
  18. Dua Belas Foto Terbaik Saya di 2008 | – A New Day Has Come
    January 1, 2009

    [...] Jembatan Mangunsari, Tulungagung 07 Oktober 2008 | Nikon D40 | Sigma 10-20 mm HSM | Arsitektur [...]

    Reply
  19. nadjieb
    January 19, 2009

    hehehe….

    tulungagung mah…. mening pisan euy.

    yang suka mancing mana nih???

    Reply
  20. asyifa
    January 24, 2009

    t..agung.anaknya.emang.cntik2.tp”sayang..bnyakyg.matre.betul.pa.gak

    Reply
  21. masher
    February 23, 2009

    walahhhh kelingan tenan marang tulung agung :D ….

    Sri kapan kowe bali…..?

    Reply
  22. kumara
    May 7, 2009

    wah hasilnya bagus” bro….
    q suka…
    sebagai orang tulungagung…
    q jadi bangga….
    thanks bro….

    wah kamera u pasti yahud punya yaw….
    bisa bikin hasil sebagus itu….
    add YM q yaw…

    Reply
  23. eko wah yus
    May 7, 2009

    Jembatan Mangunsari Tulungagung: sangat berkesan di masa kecil saya ketika alm kakeh saya sering membonceng saya dengan sepeda tuanya untuk jalan-jalan ke alun-alun kota tulung agung…

    nice blog btw… :)

    Reply
  24. Aliandrie
    August 26, 2009

    Ngünüt nya mana euy…

    Reply
  25. Haryo Legowo
    November 23, 2009

    Pantai Popoh di Tulungagung
    Jangan terkecoh kalau sedang bingung

    Reply
  26. udin
    September 5, 2010

    sek ngonowae wajah kota tul

    Reply
  27. ipung
    June 14, 2011

    Klenteng yah… jadi inget waktu nganter seseorang wisuda dulu. waktu itu cuman aku aja yang nganter. Memorable place indeed…

    Reply
  28. rovan
    January 2, 2012

    cpa yg punya denah yg detil untuk jembatan plengkung tulungagung,??

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site