Tips Memotret untuk Pemula

Date October 24, 2008

Maafkan saya kalau sok ahli dalam urusan memotret sehingga memilih judul yang lancang ini. Saya juga pemula. Beginner. Belajaran. Amatiran, bukan profesional.

Jepret, Jepret, dan Jepret


Masjid Al-Akbar Surabaya - Canon Powershot A400

Pertanyaannya adalah ketika Anda mendapatkan kamera digital pertama dan menyukainya. Apa yang perlu dilakukan untuk mengasah kemampuan fotografi? Bart Pagoda di Flickr Blog mengatakan, bagi mereka yang baru saja memiliki kamera, ambil foto SEBANYAK-BANYAKNYA. Tak peduli apa saja yang ada di depan Anda, potretlah. Set kamera di mode auto, dan mulailah keluyuran ke sana ke mari. Kita ada di era digital. Storage bukanlah masalah, demikian pula biaya untuk cuci dan cetak film.

Apa tujuannya? Pertama adalah untuk mengenal karakter kamera Anda. Setiap kamera memiliki karakter yang berbeda bahkan untuk jenis yang sama.

Kedua adalah untuk melatih teknik komposisi. Apa itu komposisi? Begini, pada dasarnya memotret tidak ada bedanya dengan melukis. Bedanya, memotret adalah melukis dengan cahaya. Merekam apa yang ada di hadapan kita untuk disimpan dalam frame kamera. Komposisi adalah bagaimana kita meletakkan setiap objek-objek yang ada di depan kita dalam kotak frame foto. Dimana letak orang sebaiknya? Dimana letak bunga? Seperti itulah…

Komposisi tentu saja terserah Anda. Fotografi adalah seni, bukan matematika. Memang ada sih teknik komposisi klasik yang selalu diajarkan kelas-kelas fotografi. Teknik klasik itu bernama the rule of the third. Prinsipnya adalah membagi area foto menjadi tiga bagian. Foreground adalah daerah bagian depan, Point of Interest (POI) adalah objek yang menjadi titik cerita, dan Background adalah daerah yang ada di bagian belakang POI. The rule of the third juga membagi kotak frame menjadi tiga bagian. Kiri, tengah, dan kanan. Atas, tengah, dan kanan. Nah, kunci sakti dari teori ini adalah: tempatkanlah POI pada garis perpotongan tiga bagian itu. Kapan-kapan saya akan menjelaskan lebih detail teknik komposisi ini. Tapi pada dasarnya, komposisi adalah bebas sesuka hati fotografer.

Bagaimana dengan settingan kamera? Berapa setting untuk landscape, portrait, night view, atau sunrise? Saya bisa jawab, tidak ada settingan baku, semuanya tergantung kondisi di lapangan waktu kita memotret. Jangan dipusingkan oleh kombinasi Apperture, Shutter Speed, dan ISO. Sudahlah, set dulu di Auto. Jepret sebanyak-banyaknya.

Eksplorasi Objek, Sudut yang Berbeda


Pantai Kenjeran, Surabaya - Canon Powershot A400

Kalau Anda sudah cukup mengenal kamera Anda, saatnya melangkah ke step selanjutnya. Eksplorasi Objek. Set kamera di mode manual (M), apperture priority (A/Av), atau shutter priority (S/Tv). Saya pernah membaca, untuk melatih pengeksplorasian objek, bisa dilakukan dengan cara memotreti benda-benda yang ada di kamar Anda. Syaratnya, tiap hari benda yang sama itu harus berbeda sudut dari kemarin dan begitu seterusnya.

Urusan bagus atau tidak bagus itu urusan personal. Sekali lagi, foto itu bukan matematika. Karena itulah bagi saya foto itu tidak bisa dilombakan mana yang terbaik mana yang terjelek. Tidak. Karena rasa seni itu subjektif. Foto itu urusan hati fotografernya. Kalau ia puas dengan foto yang kata orang jelek, itulah foto yang bagus.

Salam jepret!

28 Responses to “Tips Memotret untuk Pemula”

  1. dnial said:

    Kalau belum memiliki kamera digital pertama boleh memintanya pada yang punya blog tidak? :P

  2. Anang said:

    koreksi, kiri tengah kanan, atas tengah kanan, bawahnya mana lih? hehehe…

    btw tipsnya maknyus, tentang komposisi bolehlah suatu saat ditulis aturan-aturan yg ada pada the rule of the third. dengan ringkas dan sederhana sehingga para amatir seperti saya berasa masuk kelas fotografi. wahaha..

    memang fotografi adalah bagian dari seni, seni yg amat subjektif. baik dan bagusnya foto tergantung dari sudut pandang si pemotret dan berbeda dengan penikmat.. karena indah dan baik itu relatif dan amatlah subyektif.

    sama halnya dengan pornografi pada karya seni foto ini. amat absurd dan relatif sekali, disini dari banyak sudut pandang mereka akhirnya harus bersefaham agar tidak ada masalah berikutnya. nah sekarang menurut mas galih bgmn?

  3. Fenty said:

    jadi aku punya canon powershot S2 IS sama lumix FX-100, bagusnya gimana ya ?? ;;)

    Waahh … itu jepretan powershot bisa gitu, berarti aku juga bisa :D

  4. mae said:

    makasih mas Galih tipsnya, saya harus banyak belajar lagi :)

  5. ryht said:

    Wew… Boleh nih belajar sama kakak kelas… ;-)

    BTW ada D40 second gak? :-D

  6. fahmi! said:

    whoaaa… your kung fu is very good! pengetahuan yg bermanfaat.

  7. det said:

    sebenarnya kemampuan dan kepekaan itu bisa diasah. tapi jangan terlalu terpaku oleh petunjuk2 para master. temukan cara sendiri biar hasilnya lebih yahud..

    [pemula banget, bajet D80 dialihkan ke VAIO]

  8. fifiani said:

    wah…tadinya sya dah gk mau megang2 A400 lgi…
    kirain butut tuh kamera…hehe
    ternyata bkan salah si kameranya ya…, salah org yg megangnya….TT

  9. Galih Satria said:

    #dnial:
    Tidak boleh. Beli sendiri. Malu-maluin Medco Energi aja kalo nggak kuat beli kamera digital :P

    #Anang:
    Tentang pornografi, saya memilih untuk tidak berpendapat. Sudah terlalu banyak orang angkat bicara.

    #Fenty:
    S2 IS dong ;))

    #mae:
    sama-sama mbak mae

    #ryht:
    belom :D

    #fahmi!:
    teach me! teach me!

    #det:
    Untuk menemukan cara sendiri itu kita memerlukan petunjuk dari para master :) Setiap orang selalu menjalani fase pemula dan belajar dari guru.

    #fifiani:
    kalau bahasa kerennya sih: the man behind the gun, eh, kalau buat fifi jadinya the girl behind the gun ;))

  10. dnial said:

    Weh… nggowo2 nggon kerjoan?
    Saru!

  11. rika wardhani said:

    Aq bis dapet Canon Powershot A470, bagus ga tu kamera? hasilnya bisa sebagus A400? apa tergantung tukang potonya kali ya? huehehehe

  12. ndop said:

    wow, nais tips. ternyata ada ya aturan motret. lah saya kalo motret ya itu hanya mengandalkan rasa aja.. kalo sreg ya tinggal jepret..

  13. Galih Satria said:

    #rika:
    Seharusnya lebih bagus A470 karena A470 adalah generasi penerus A400. A400 itu sudah jadul banget he he he

    #ndop:
    nah, berarti level mas ndop itu sudah makrifat, sudah jauh lebih hebat daripada saya yang masih dalam tataran syariat. Masih setting setting, masih baca aturan-aturan.

  14. Hedi said:

    another tutorial from so-so expert, matur suwun Lih, ojo bosen2
    *komen versi east meets west…sori :D*

  15. vei said:

    sudah lama pengen belajar fotografi, tapi apa daya blm ada dana untuk beli cameranya… sayang sayang..

  16. welly said:

    tipsnya oke banget.. cocok buat saya yang pny hobi fotograph…

  17. ekkei said:

    bener2 mantep tipsnya, semoga bisa segera dipraktekin (baca: bisa segera beli kamera… hahahha…)

  18. fifiani said:

    mas, mo nanya…again…
    mas pnya camera lomo ndak?
    sbnernya itu u/ apa ya mas? utk gaya2an ato apa?

  19. Galih Satria said:

    #fifiani:
    Nggak punya.
    Lomo itu sebenarnya nama merk kamera buatan Rusia. Tapi kamera ini unik karena menghasilkan gambar yang aneh-aneh, beda dengan kamera biasa. Bisa jadi warna normal menjadi merah kuning hijau. Dan tiap-tiap lomo hasilnya berbeda-beda. Keanehan ini membuat satu genre lagi dalam fotografi yaitu Lomografi.

  20. ridwan said:

    D-40 ada mau yang seken….

  21. firdaus' said:

    Rindu nih poto2x lg udah 2 tahun jarang jepret2x gara2x konica x3 gk bisa nyala lagi.. heuheu… jadi kudu pinjem2x terus… hiks..

    salam jepret pa!

  22. bas said:

    punya tip gak, kalo moto pernikahan malam hari pake kamera poket. mempelai diapit 4 orang kawannya.???

  23. Wina said:

    Lih, mau donk diajarin prakteknya. Kameraku Casio tipenya lupa wekekeke
    Eh kalo aku minta tolong dipotoin bwt prewed/postwed boleh ya? ;)

    Komentarnya Dnial mesti gak bondo!!

  24. gabriel said:

    Salam kenal mas galih …. Terus terang saya banyak dapat inspirasi dari tulisan2 di blog mas galih ini, terutama karena saya juga pake D40.
    Sukses selalu buat mas galih …. dalam semua hal !
    GBU

  25. tukang foto keliling said:

    whehe… ini nih yang namanya guru :)
    * hormat pada guru

    hanya membuatnya menjadi lebih sederhana “set it automatic and shoot till you finger bleeding” :D *mengutip kata temen sebelah

    @ dnial : iyo …. gak bondo, wkakaka

  26. Galih Satria said:

    #Wina:
    oke, kapan2 ada workshop kecil2an ya ;))

    #gabriel:
    Terima kasih banyak mas :)

    #tukang foto keliling:
    salam jepret!

  27. Wina said:

    promise me u tell when u will hold da workshop yah ;)

  28. tetha said:

    Hm boleh juga nih tips-nya.
    jadi semangat mau blajar lagi
    masih pemula ni..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>