Wisata Ruhani di Masjid Istiqlal


FLICKR – Kubah Istiqlal. Setiap masjid memiliki hiasan kubah yang unik. Demikian pula Istiqlal. Paduan warna biru, emas, dan pencahayaan yang cerdik membuat hiasan ini berkemilau indah.

Sebuah pengalaman ruhani yang buat saya cukup menggetarkan tatkala saya mengikuti ibadah shalat malam (qiyamul lail) di masjid terbesar se Asia Tenggara, Masjid Istiqlal. Menghayati setiap bacaan shalat, setiap gerakan, mendengarkan lantunan merdu nan fasih ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan imam. Pagi harinya, tatkala setiap orang tidur di lantai ruang utama masjid, saya memilih keluar dan menikmati indahnya matahari terbit dan suasana yang diciptakannya. Rasanya sungguh tak kalah dengan pengalaman semalam. Indah sekali. Lewat kamera dan lensa 18-55, saya ingin bercerita…

(akan ada 9 buah foto. hati-hati bagi Anda yang sedang fakir bandwidth)


FLICKR – Saya berdiri sendirian di tengah-tengah pelataran berubin Istiqlal. Diam terpaku melihat suasana pagi ketika matahari terbit. Suasana begitu hening dan syahdu. Saya akan merindukan suasana-suasana seperti itu.


FLICKR – Ini adalah beranda tepat di depan ruang utama. Saya suka kerlip lampu dan refleksinya di lantai, kemudian mendapat cahaya matahari di ujung sana dan sedikit di samping. Rasanya terlalu sayang kalau ini lewat dari rekaman lensa saya.


FLICKR – Jamaah ibadah malam di Istiqlal tidak hanya dari dalam kota saja. Seperti ibu satu ini, ia dari luar kota sehingga bawaannya begitu banyak. Banyak jamaah yang membawa banyak barang membereskan barang-barangnya untuk bersiap pulang di beranda ini.


FLICKR – Bahkan suasana yang sepi ini bisa membuat bulu kuduk saya merinding merasakan suasana relijius…


FLICKR – “Ayo dik, kita shalat…, ” mungkin seperti itu yang dikatakan kakak kepada adik.


FLICKR – Saya bertanya-tanya berapa banyak pahala yang sudah dikumpulkan oleh bapak ini. Jamaah masjid seringkali lalai dan lupa untuk menjaga lingkungan masjid tetap bersih. Mungkin karena terlalu keasyikan beribadah. Kalau nggak ada bapak ini, apa jadinya?

Foto-Foto:
Kamera: Nikon D40
Lensa: Nikkor AF-S 18-55mm dan Nikkor AF-S 55-200mm VR
Lokasi: Lingkungan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

13 thoughts

  1. dua kali saya kesana lih… terpancar aroma surga disana.. haiah…. yang aku heran sekarang.. masjid pada bagus2 dan pada akhirnya hanya akan dijadikan wisata aja…. akan lebih baik lagi kalo wisata beraroma dunia akan kemegahan masjid juga dibarengi sekalian dengan wisata aroma surga…… bukan begitu mas galih….. nanti malah apa yang diramalkan bakal terjadi.. banyak masjid2 yang indah2 tapi kosong dan hampa isinya……

  2. ramadhan kemaren, pas wayahe malem likuran, aku sempat melu i’tikaf ndek masjid ampel. rame. tapi waktu itu lagi nggak mood moto, hehe. insya allah ramadhan tahun depan disambi hunting pisan 😀

  3. yang aku suka dari Istiqlal adalah suasana dan hawanya yang sejuk,
    walopun ditengah siang hari yang panas terik… tetapi ketika berada didalamnya badan terasa nyaman dan tenteram. oh iya, struktur dindingnya yang berongga sepertinya membuat sirkulasi udara berjalan lancar.

  4. #fifiani (atas):
    Fifi nggak ngerti foto? bohong banget hehehe… ;))
    Komentar soal garis horizontal dan vertikal menandakan kamu bisa menebak dengan tepat apa yang ada di pikiranku waktu motret itu hehe…

    #fifiani (bawah):
    Mungkin material lantainya beda. Ubinnya Istiqlal emang dari bahan yang memantulkan cahaya nyaris kayak cermin.

  5. Tau ga, lumayan banyak orang Jakarta yang bilang kalo Masjid Al-Akbar (formerly known as Masjid Agung) Surabaya tuh lebih gede daripada Istiqlal. Di liat dari mananya yak?? Aneh deh.

  6. Alhamdulillah ketemu blog Mas Galih…keren bgt foto2 nya…

    Saya jg pnh I’tikab disana, mmg suasananya religius…..dan mjd rindu dgn mlihat foto2 ini…Thx ya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *