Potongan Kenangan Masa Lalu
“Iya… Si X lagi jomblo. Aku tawarin aja sama si Y. Kali aja dia mau!”
“Yak amppuuun… gitu ya… yang dicariin mantan mlulu. Ini ada temen baikmu yang nggak laku-laku nggak pernah dicariin?”
“Lho, mau to sama dia?!?”
Saya terkesiap. Pertanyaan tonjokan terakhirnya itu mau tak mau mengantarkan saya kepada kenangan dua belas tahun lalu…
Anak berbadan gendut itu baru saja memulai masa depannya. Memutuskan untuk bersekolah di SLTPN 02 Tulungagung. Bukan yang paling favorit memang, tetapi inilah sekolah terfavorit yang masuk akal untuk dicapai dengan angkutan pedesaan setelah SMP 1. Maklum anak mama, belum bisa lepas benar dari pelukan kasih sayang ibu, apalagi harus tinggal di rumah kos-kosan. Jarak 20 km dari rumah ia tekadi akan ditempuh setiap hari.
Untunglah, sang kakak duduk di bangku SMA 2 Tulungagung. SMA paling elit saat itu. Jadi kalau pagi, adik bisa ikut nebeng di belakang motor kakak. Sehingga ia hanya perlu naik angdes sekali setiap hari. Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada naik angdes warna cokelat jurusan Pakel-Bandung itu. Jarang lewat. Siklusnya 20 menit paling cepat. Sejam lebih bisa jadi kalau sopirnya lagi malas narik.
Di sebuah perempatan yang tak akan pernah dilupakannya itulah ia melihat seraut wajah. Wajah itu putih bersih. Bening seperti embun pagi yang baru saja menetes dari daun kembang melati. Sejuk dipandang. Garis-garis wajahnya seperti wajah Cina, tapi matanya lebar berbinar. Rambutnya lurus terurai jatuh hingga nyaris menyentuh pundak. Raut mukanya teduh.
Ah, tau apa anak kelas 1 SMP tentang cinta??
Tetapi entah kenapa, mulai hari itu, anak itu memandang sisi yang sama ketika lewat perempatan itu. Mata bulatnya mencari-cari setiap sudut dan sedikit bersinar ketika menemukan apa yang ia cari. Wajah Putri Salju itu. Padahal waktunya sangat sempit. Kalau kakak lewat perempatan itu di kecepatan 60 km/jam, adik hanya punya waktu tak lebih dari setengah detik untuk mencari. Sekilas saja, tapi tak mengapa.
Tau apalah anak kelas 1 SMP tentang cinta??
Hingga suatu siang sepulang sekolah, angdes yang ia tumpangi ngetem di pemberhentiannya yang kedua setelah terminal Tulungagung. Perempatan Jethakan. Tepat saat anak-anak SLTPN 01 Kauman pulang sekolah. Anak itu tiba-tiba merasa hatinya berdegup tak teratur, berdesir-desir waktu menyadari Putri Saljunya naik angdes itu pula.
“Tumben, biasanya ia naik sepeda atau dibonceng temennya, ” pikirnya…
Itulah kali pertama ia duduk di posisi terdekatnya. Sejurus kemudian, putri salju turun. Ia amati hingga sang putri menghilang di balik pintu hijau rumah di seberang perempatan tempat ia kalau pagi mencari-carinya. Apakah rumahnya di situ? Entahlah.
Selama tiga tahun berikutnya, bisa dihitung jari ia bisa beruntung satu angdes dengannya. Mungkin tak lebih dari lima. Tapi di antara lima itu, sang putri sempat tersenyum menyapa. Senyum yang siapa sangka akan tetap diingatnya hingga tahun-tahun berikutnya?
Saya tersenyum mengingat saat itu. Ya, siapa sangka? Bagian potongan kecil masa lalu. Masa kanak-kanak pra-remaja yang mulai mengenal getar-getar cinta. Saya tersenyum menerima pertanyaan kawan baik yang baru saja meminta saya untuk memotret di acara walimatul ursy-nya kelak. Saya membalasnya dengan jawaban setengah bercanda.
Biarlah waktu yang menjawabnya, kata saya dalam hati. Kalau memang jodoh, Insya Allah cerita itu akan berlanjut seperti potongan-potongan mozaik yang tersusun kembali tanpa cela. Kalaulah tidak, biarlah itu akan jadi kenangan kecil di masa lalu, yang akan menemani kita dalam meniti waktu.
“Assalamu’alaikum…” saya minta diri dan segera menggeber Honda Supra tahun 2000 itu.
“Wa’alaikumsalam.” lamat-lamat saya masih bisa mendengar suaranya di sela jilbab lebarnya yang mengayun ditiup angin sawah dengan lembut.
PS: Salamku untukmu wahai sahabatku (yang kutahu sering membaca celotehanku di sini). Mohon maaf untuk potongan dialog yang tanpa izin kupublish di sini, hehehehe….
25 Comments
aRuL
October 9, 2008*kepalaku lagi browsing teman2ku yg dari tulungagung, sapa tau itu teman sy juga
heheheh *
hehehe, wah masa lalu indahnya….
det
October 9, 2008whuuuuhhh… merinding aku mocone!
tahu apa anak kelas 1 smp tentang cinta? jangan ditanya ke anak jaman sekarang sat. jawabannya bisa beda!
sek sek… kamu sekolah di tulungagung. tapi kok naik angkot jurusan bandung? whaaaaaattttt?????
Anang
October 9, 2008@atas: bandung campur det, ahaha
lih, ak bisa merasakan getar dan gejolak yg engkau alami, saat menatap si wajah rupawan idaman itu di tempat pertama kali ia tertancap di bola matamu, meski ia tiada tapi tempat itu tetap memberi kenangan tersendiri. ak pun pernah mengalaminya.
ryht
October 9, 2008Sekarang naik angkot jurusan Bandung-Jakarta, ya mas?
Anak SMP jaman kapan, mas?
Nike
October 9, 2008Kirain mau buat novel Lih :p
*berdoa semoga Allah mendengar doamu Lih*
andy
October 9, 2008lain dulu lain sekarng mas kayaknya
nana
October 9, 2008Lih, ceritanya2 cocok nih dijadiin novel. siapa tahu booming seperti laskar pelangi..
Fenty
October 9, 2008Kaya’nya nanti-nanti Galih bakalan buat novel deh ….
No comment buat postingannya *opo see*
Prabowo
October 9, 2008Iya, setuju mas galih. Bikin novel saja. Lebih asyik kalau diakhiri tragis(kayak model film titanic gitu) atau menggantung, biar pembacanya terkenang-kenang
cipluk
October 9, 2008suwit-suwit,,,
hehe,,kayaknya ngerti object penderitanya
wah kapan nih walimatul ursy nya??
Galih Satria
October 9, 2008#all:
Untuk bikin novel kayaknya masih jauh deh. Blum bisa bikin banyak tokoh yg berkarakter hehe…
Lagi belajar bikin narasi beralur mundur
#ryht:
Bandung adalah nama kecamatan di Tulungagung.
Itu anak SMP tahun 1996.
#cipluk:
Maksudnya yg berwajah Cina atau yg berjilbab lebar?
tiui
October 9, 2008yahh paling gak buat cerpen lah, mas… saya mau urun2 dikit kalo perlu
)
suka banget aku setiap cara bercerita nya
ndop
October 10, 2008aku ae sing kuru pengen lemu kok bos…
pranajayas
October 10, 2008ikutian nimbring an, walaupun gak ngerti yang penting comment dulu, salam kenal mas
Cebong Ipiet
October 10, 2008melankolis abis
hehehehe
*sayah yg cewek ajah gedabigan ndak keruan ndak bisa melankolis*
ditunggu novelnya, cintaku di angkot gitu
mae
October 10, 2008Amieeen…. *sambil mikir masih punya temen cewek yang jomblo gak ya ?*
masDan
October 10, 2008Kalau aja si Adik mau main Ke Rumah Putri salju …
Tahu Apalah Anak Kelas 1 SMP Tentang Cinta .
dnial
October 10, 2008Perasaan cerita cintamu soal kegagalan, kasih tak sampai, atau pemuja rahasia melulu bos?
Kapan kisah suksesnya?
Wekekekeke…..
*kabor sebelum dilempar kamera*
firdaus
October 11, 2008wih mas masih mo nyang mana nih yang berwajah cina atau yang berjilbab lebar xixixi…. salam kenal mas.
Oya iji blugnya saya link di Mp sayah yah… yah….
**dikit maksa mode=on** heee.. =p
Masenchipz
October 11, 2008senyumnya kayak gimana ya? kok bisa ampe teringat sampai taon berikutnya… apa pas senyum ada cabe yang nyempil… ato pas senyum itu nasi yang masih blom masuk alias masih dibibir aja.. ato gimana? ya??? he..he… ceritanya siip.. bagus euy…..
betewe
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM TAQABBAL YA KARIM. MINAL AIDIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YAAAA…. MULAI DARI NOL YA… HE..HE…
Excalibur
October 13, 2008Bahasane novel bgt jeh … paling jago arek iki lek mendeskripsikan seseorang… emg stalker sejati !!!
Temenmu yg item, dekil n senyum sok manis ini … ;;) berdoa moga2 cepet ketemu Puteri baru yg bs menerimamu “apa adanya” dan “ada apanya” :p
Kejarlah jodohmu sampe ke negeri china !!!
)
listiya
October 16, 2008Yup aq do’ain aza semoga sang Satria nantinya berjodoh dengan si Putri Salju.
kaudanaku
October 20, 2008suiiiiit….suiit…..so sweeeet…masih inget aja sama kenangan masa lalu. benar-benar membekas niiie………….
Yulia
March 2, 2009hahahaha sopo to iki, jadi penasaran, hahahaha….
*tak pikir sekolah sregep, tibak e sempet2nya naksir gebetan, kekekekke,,,,
Taufik fauzi'areta'
June 24, 2010Kalau tak salah,waktu SMP kita pernah kenal deh…