Aksi Panggung Cicero
FLICKR
Lokasi: Ballroom BP Migas, Gedung Patra Jasa, Jakarta Selatan
Pentax K100D | Pentax KAF 18-55mm
Memotret panggung adalah salah satu genre fotografi yang sulit. Cahaya minimum, sedangkan objek selalu bergerak. Dan bagaimana rasanya memotret panggung dengan kamera yang tidak pernah saya kenal karakternya, yaitu Pentax? Luar biasa. Karakter Nikon dan Canon telah saya kenal dengan akrab. Kamera SLR saya adalah Nikon, sedangkan kamera saku saya Canon. Tapi Pentax saya tidak pernah coba sama sekali.
Walhasil, saya mesti membuat banyak eksperimen sebelum benar-benar siap memotret aksi panggung kawan saya ini, Stenly C Takarendehang. Kelakuan Pentax sangat sulit ditebak. White balance-nya cenderung over-saturated dan kekuning-kuningan. Saya juga kesulitan mengukur seberapa banyak cahaya flash yang harus saya keluarkan agar tetap dapat menangkap lampu-lampu panggung. Untunglah K100D memiliki fitur Shake Reduction, sehingga saya bisa bertahan di kecepatan rana 1/25 tanpa kabur.
PS: Stenly menyanyikan lagu Semoga milik Kla Project, mengambil nada dasar A
Siapa Suruh Datang Jakarta?
FLICKR
Lokasi: Perempatan Tanah Abang, Jakarta Pusat
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM
Kemacetan, keruwetan, dead lock, traffic jam. Keywords yang akrab di telinga orang Jakarta. Titik kemacetan paling parah ada di perempatan Tanah Abang, pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia (bahkan Asia Tenggara?). Ada idiom bahwa perputaran uang di Indonesia 80% adalah di Jakarta dan 68% dari itu berputar di Tanah Abang.
Ada aturan menarik kalau melihat lalu lintas Tanah Abang: The rule is no rule! Lampu lalu lintas bahkan pak polisi di sana tak berdaya menghadapi luapan arus. Dan ketika tak ada satupun yang mau mengalah untuk antri, inilah yang terjadi. Bagaimana mau sabar dan antri kalau Anda hanya bisa bergerak sepuluh meter ke depan dalam waktu setengah jam! Tak ada jalan mundur. Mau maju lambat. Anda akan terjebak di sana minimal setengah jam tanpa bisa berbuat apa-apa.
Maka, haraplah maklum kalau orang Jakarta menjadi gila, begitu egois, dan mudah naik darah ketika di jalan. Siapa suruh datang Jakarta?
Selamat Datang di Dunia Kegelapan
FLICKR
Lokasi: Museum Prasasti Sejarah, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM
Model: Puntadi Juharyatno | Adobe Photoshop CS 3
Ini adalah imajinasi saya ketika melihat Mas Puntadi berpose di depan samping kuburan Belanda itu. Mungkin seperti itulah sikap iblis ketika mengajak manusia untuk berpaling dari Allah. Langit berwarna kelam. Sesekali petir menyambar. Angin kering berdesau kacau. Daun-daun jatuh berguguran. Sambil membentangkan kedua tangannya, Iblis berdesis licik, “Marilah pergi bersamaku…. selamat datang di dunia kegelapan…”
PS: kali ini memakai teknik masking, curve, level adjustment, dan color balance
Comments