Entries from September 2008
September 21, 2008

FLICKR
Lokasi: Muara Karang, Jakarta Utara
Nokia N95 | Carl Zeiss Optics 2.8/5.6 mm Tessar
Mungkin di bulan puasa ini, teman-teman pembaca memiliki tradisi buka bersama bersama dengan kawan-kawan sejawat. Teman sekantor, sekampus, sejurusan, teman dekat, sahabat, pacar, atau siapapun. Acara makan bareng ini bisa dilakukan di warung, kafe, food court, tempat nongkrong, restoran mewah, atau bahkan di rumah dengan masakan ala buatan sendiri. Orang bule menyebutnya dengan istilah Breaking the Fast Together, atau kalau menurut Indonesian English disebut Open Together (= buka bersama).
Kami para begundal-begundal di kantor juga memiliki tradisi itu. Tapi ada satu lagi tradisi yang mungkin tidak semua orang punya: sahur bareng. Lokasinya juga sangat terpilih, yaitu nun jauh di ujung pesisir pantai utara Jakarta, tepatnya di Muara Karang. Tradisi ini sudah berjalan bertahun-tahun dan ini adalah tahun kedua saya sejak bergabung dengan para begundal-begundal itu.
Muara Karang terletak di kawasan Pluit, Penjaringan. Jakarta bagian ujung barat/utara. Paling mudah dijangkau melalui tol dalam kota, kemudian masuk tol Pluit-Tomang dan keluar di pertigaan simpang susun tol ini arah ke Megamall Pluit. Lokasi tepatnya di 6,1 derajat Lintang Selatan dan 106,7 derajat Bujur Timur (ceileh yang baru punya GPS
).

suasana pasar ikan muara karang (nokia n95)
Muara Karang menawarkan sajian kuliner serba hidangan laut. Di sana terdapat pasar ikan tradisional yang masih segar dimana kita bisa memilih, menawar dan membeli dengan harga terjangkau yang baik untuk keluarga Anda (kalimat ini mirip iklannya prabowo yak?
). Pilihannya beragam, kepiting, cumi-cumi, kerang, lobster, hinga berjenis-jenis ikan laut. Bahan-bahan mentah ini kita beli secara kiloan. Hati-hati karena penjual di sini menghalalkan segala cara agar jualannya bisa laku dan untung besar. Salah-salah, kita dapat bahan yang telah basi walaupun masih terlihat segar.

kepiting yang masih segar, siap dimasak… (nokia n95)
Nah, diujung sana telah berjejer deretan warung-warung yang siap memasakkan bahan-bahan mentang untuk disulap menjadi hidangan seafood yang lezat. Ternyata tidak cuma donat J-Co saja yang punya sistem open kitchen, di sini pun demikian. Maka tak heran kalau kita bermandikan asap selama bahan dimasak. Sampai dirumah, baju Anda akan dipastikan bau ikan semua, bahkan sampai bau rambut hingga bau badan bau ikan, he he…

setelah kepiting dimasak. pokoke mak nyus.. (nokia n95)
Ternyata kami juga punya warung langganan yang kita kunjungi setahun sekali setiap sahur bareng. Adalah warung bernama Putra Bone yang kami percaya untuk memasak segala macam bahan mentah tadi. Bahan mentah disulap menjadi hidangan yang luar biasa mantap. Astaga! Maaf… lidah saya sudah tidak bisa membedakan rasa manis/asem/asin/pedas lagi. Lidah saya rupanya telah menyederhanakan sistem perasanya sehingga hanya dua rasa yang bisa saya deteksi: Enak dan… Enak banget! Ha ha ha…

bukan pujasera, tapi pujaseran hehehe (nokia n95)
Jam setengah tiga pagi, makanan telah habis dan kami segera pulang. Nawaitu shauma hodin… dijamin keesokan harinya tetap kenyang sampai sore. See you next year…
Bonus:
Posted in Catatan Harian
18 Comments »
September 18, 2008

FLICKR
Lokasi: Burger King, MH Thamrin, Jakarta
Nokia N95 | Carl Zeiss Optics 2.8/5.6 mm Tessar
Inilah salah satu kultur yang mungkin hanya dimiliki masyarakat Jakarta. Silaturahmi dilakukan di tempat umum karena rumah tidak cukup luas untuk tempat bertemu dan bertamu. Seperti kemarin, sepulang dari kantor Depkominfo, saya agak malas langsung pulang karena menjelang buka puasa jalanan pasti sangat macet. Jadi saya bergabung dengan kawan-kawan menanti buka puasa di kedai hamburger bernama Burger King di seputaran Sarinah, Thamrin, Jakarta. Sekitar jam 21:00, kemacetan mulai mereda dan saya segera menghadang Blue Bird di ujung jalan Kebon Sirih untuk meluncur ke arah kos-kosan di bilangan Mampang Prapatan.
Posted in Catatan Harian, Daily Photos
15 Comments »
September 17, 2008

FLICKR
Lokasi: Museum Prasasti Sejarah, Jakarta
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM
Tiba-tiba bayangan tinggi semampai berambut pirang itu berkelebat di sudut mata saya. Hari itu meskipun siang, suasana kuburan Belanda itu terasa begitu muram dan suram. Mendung memang sedang menggelayuti langit Tanah Abang I No. 1. Fenomena yang aneh karena tempat ini terasa begitu terpencil dan menyendiri di tengah-tengah hiruk pikuk kawasan Tanah Abang.
Hmm… rasanya kontras sekali dengan si nonik pirang yang tampil segar dan anggun itu. Sambil setengah melamun ia berjalan pelan-pelan melintasi patok-patok prasasti makam meneer-meneer Belanda di zaman keemasan Batavia yang rata-rata berbatu pualam halus bertanda tahun 1700-an. Melangkah bak putri Solo yang mengantuk. Mau kemanakah dia? Siapakah dia gerangan? Kenapa ada wanita pirang secantik dia di tempat yang begitu suram ini?
Posted in Fotografi
18 Comments »
September 14, 2008
Saya diundang oleh Mas Tuhu untuk menghadiri acara puncak Kijang Blog Writing Competition yang diadakan oleh Toyota seiring dengan peluncuran New Kijang dan Fortuner mereka di Pondok Indah Mall 2. Ternyata postingan saya tentang Jalan-Jalan Lebak Banten: Pantai Malingping menjadi finalis untuk memperebutkan hadiah utama ke Disney Land Hongkong. Ah, betapa senangnyah…


Undangan ini sejatinya untuk seluruh anggota keluarga. Lha terus gimana dengan saya yang belum berkeluarga? Kemudian saya ingat kalau saya masih punya utang kopdar dengan Nilla, jadi dia saya ajak ikut serta. Untungnya gadis ceking tinggi kurus ini mau. Ketemuan di Plaza Senayan, lalu naik taksi ke PIM 2.
Pengumuman Finalis
Ada enam finalis yang dipilih juri. Salah satunya postingan saya itu. Masing-masing finalis diperkenalkan pembawa acara satu per satu. Saya kira MC-nya agak berlebihan waktu memperkenalkan saya. Saya dianggap seniman dan fotografer. Halah, ada-ada saja. Celakanya waktu itu saya tak bisa mengelak dari sebutan itu karena saya sudah pegang kamera dan jeprat jepret ke sana ke mari.

Nah, betapa senangnya saya waktu juara diumumkan. Tulisan saya juara kedua! Ayah, bunda, anak manjamu dapat HP baru… hahaha…
Saya dapat hadiah Nokia N95 seri GPS-built-in. Smartphone yang tak mungkin saya beli karena saya selalu agak sinis dengan pengguna-pengguna ponsel mahal. Alhamdulillah, berkah Ramadhan (kata Nike).

Kebetulan, saya memang sudah merencanakan untuk beli ponsel yang mendukung koneksi HSDPA karena koneksi GPRS yang sekarang tak masuk akal lagi untuk digunakan. Saya sudah mulai mereview beberapa ponsel Sony Ericsson dan Nokia yang mendukung HSDPA. Ah, berarti THR tahun ini bisa ditabung. What about new lens, Lih?
Nope, enough for spending more money in photography!
Selebritis
Sejak awal ikut lomba ini, saya sudah penasaran ingin melihat secara langsung para selebritis blog yang mewarnai blogosphere Indonesia. Yang pertama siapa lagi kalau bukan begawan blog Indonesia: Paman Tyo!

Ah, ternyata itu to Paman Tyo. Sudah lama saya terkesan dengan gaya bahasanya dalam merangkai kata-kata yang santun, renyah, dan runtut sejak di Majalah KomputerAktif. Saya banyak belajar bagaimana menulis dengan baik dari beliau. Salah satunya adalah perubahan kecil di blog ini dalam menyebut diri sendiri. Dari kata “aku” berubah menjadi “saya”. Saya juga yakin sedikit banyak gaya penceritaan saya terpengaruh oleh Paman Tyo meskipun masih jaaaauuuuh di bawah. Mungkin seperti Koes Plus yang terpengaruh The Beatles, Rhoma Irama dengan Queen, atau seperti musisi-musisi tahun 80-an yang terpengaruh Jimmi Hendrix dan Genesis.


Di sana saya lihat juga ada banyak selebritis blog lain seperti bos Virtual Consulting, Pak Nukman Luthfie. Kalau lihat dari email Mas Tuhu yang virtual.co.id, sepertinya VC menjadi EO acara ini. Ada juga Ratu Blogger Indonesia, Ibu Venus, yang kata Nilla jauh-jauh datang dari Bogor. Di akhir acara, saya juga melihat ada Raditya Dika, si penulis buku gokil yang menjadi best seller itu.

Sebenarnya saya ingin bincang-bincang sepatah dua patah kata dengan Paman Tyo, idola saya itu. Sayangnya, waktu begitu sempit. Acara selesai pukul 18:45 dan saya harus segera mencari mushola kalau tak ingin ketinggalan shalat Maghrib. Tak mengapa, semoga bisa ngobrol lebih banyak di kesempatan lain.
Bravo buat pengelola PIM yang menempatkan mushola sebagai bagian utama Mall. Tak seperti mall-mall lain yang sering menempatkan musholla di pojok ruang sempit nan pengap di basement atau parkiran, mushola PIM ada di dalam dan sangat bersih.
Ucapan Terima Kasih
- Tentu saja, Allah SWT.
Hari ini saya mendapat pembuktian nyata tentang teori Ustadz Yusuf Mansyur dimana harta yang kita sedekahkan akan selalu kembali berlipat-lipat. Ayo berinfaq dan bersedekah lebih banyak lageee…
- Tentu saja, buat Toyota Indonesia yang telah menyelenggarakan lomba blog yang bagus ini (ya iyalah, karena saya kan dikasih hadiah
).
- Bunda Ratih dan keluarga dan tentu teman-teman yang berlibur ke Pantai Malingping kemarin.
Tanpa mereka, tentu posting ini tak akan pernah terjadi. Foto-foto cantik Pantai Badegur dan Pasirbereum tak akan pernah terekam di kamera saya, dan N95 cakep ini tentu tak jadi ada di tangan saya, hehehehe… Thanks ya Bun!
- Nilla, yang udah mau menemani menghadiri acara.
- Kameraku Nikon D40, the incredible lensa Sigma 10-20mm HSM, the superb Nikkor AF-S 55-200mm VR, dan tentu si Virginia, laptopku yang buat nulis postingan itu, hehehe…
Terima kasih.
Posted in Catatan Harian
30 Comments »
September 12, 2008
Syahdan, waktu itu sepeda motor saya yang termasuk penyumbang terbesar polutan Jakarta sedang mogok. Saya harus naik metromini untuk berangkat ke kantor. 640 Pasar Minggu - Tanah Abang. Saya berdiri. Saya melihat ada seorang wanita berjilbab duduk dengan tenangnya di arah jam 2 saya.
Perdatam, Patung Pancoran, Surveyor Indonesia, Perempatan Kuningan. Saya tahu Metromini tak pernah berjalan lambat di depan Wisma Mulia, jadi saya turun di halte YTKI. Waktu itu hari masih pagi dan saya dengan riang gembiranya menyusuri trotoar seperti anak SD yang akan mengalami tahun ajaran baru-nya.
Saya agak tertegun menyadari kalau wanita yang saya sempat saya lirik ujung lipatan jilbabnya tadi turun tepat di depan Wisma Mulia. Oh anak Telkomsel kali, pikir saya waktu masuk lift.
Siapa sangka kalau ternyata ia sekantor dengan saya. Beda departemen, beda “kasta”. Wah-wah-wah… ini penyakit lama pemuja rahasia bisa kambuh lagi. Saya mulai diam-diam suka perhatikan ujung lipatan jilbabnya yang terlipat manis dan pas sekali. Saya menyebutnya anggun. Tak akan lebih dari itu, saya tersenyum dalam diam. 
Bonus: Secret Admirer, Pemuja Rahasia
Posted in Catatan Harian, Melankolis
15 Comments »