Wakaf Uang dan Sertifikat Wakaf

Posted by: on Sep 12, 2008 | 12 Comments

Tadi saya shalat Jumat di Wisma Mulia lantai 52 yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Telkomsel. Kemudian saya mendapatkan amplop dan brosur. Biasanya memang banyak badan dan yayasan yang memberikan brosur di event seperti shalat Jumat ini. Bahasa vulgarnya sih, minta sumbangan. :D

Tapi brosur yang satu ini menarik perhatian saya. Ini adalah brosur dari Forum Silaturahmi Masjid Perkantoran Jakarta. Amplopnya tebal, dan desain brosurnya bagus. Di sana tertulis,


Kini Era Wakaf Uang.
Mudah, praktis siapapun bisa. Tidak usah menunggu kaya, mempunyai sebidang tanah atau bangunan. Dengan minimal Rp. 100.000 Anda sudah bisa menjadi WAKIF (Orang yang berwakaf) dan mendapatkan SERTIFIKAT WAKAF UANG.

Wakaf Uang?

Saya baru mendengar ada wakaf uang. Sependek yang saya pelajari, objek wakaf biasanya adalah tanah. Apakah ini adalah ijtihad yang dilakukan ulama kita? Selepas shalat, saya mencari di google dan sampai pada website Badan Wakaf Indonesia. Dalam file PDF itu, memang ada perbedaan pendapat mengenai pengertian Wakaf di antara ahli fikih. Berikut ringkasannya.

Hanafiyah (Mazhab Hanafi — Imam Abu Hanifah) menekankan bahwa kepemilikan harta wakaf masih ada pada pemiliknya, tetapi pemanfaatannya untuk tujuan kebajikan. Di sini objek yang disedekahkan adalah manfaat benda.

Malikiyah (Mazhab Maliki — Imam Malik bin Anas) menyebutkan bahwa wakaf adalah menjadikan manfaat suatu harta yang dimiliki (meskipun kepemilikannya adalah sewa) untuk diberikan kepada orang yang berhak dengan suatu akad/ikrar dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan wakif (orang yang berwakaf).

Syafi’iyah (Mazhab Syafi’i — Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’i) menekankan pada sifat harta/benda adalah kekal. Kekal dalam artian tidak mudah rusak dan dapat diambil manfaatnya secara berterusan. Tata caranya adalah memutuskan hak pengelolaan dan diserahkan kepada wakif.

Hanabilah (Mazhab Hambali – Imam Ahmad bin Hanbal) memiliki pengertian yang lebih sederhana. Wakaf adalah menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan.

Sedangkan menurut hukum formal di Indonesia, yang dibahas mendetail adalah tata cara pewakafan tanah milik (PP No. 28 tahun 1977) [referensi].

Riset ini tentunya terlalu cepat dan belum bisa dibuat untuk menyimpulkan sesuatu. Tetapi kesimpulan kilat saya pribadi adalah bahwa sebenarnya uang tidak bisa dijadikan objek wakaf. Apa yang dimaksudkan oleh brosur tersebut menurut saya lebih dekat ke arah infaq dan shadaqah daripada wakaf meskipun memang penggunaan pengumpulan uang tersebut adalah untuk pengadaan Gedung Sosial dan Dakwah Perkantoran.

Sertifikat Wakaf Uang

Pertanyaan saya spontan terhadap hal ini, “Sertifikat?” Apakah setiap perbuatan baik harus ada”kuitansi”-nya? Bukankah ketika tangan kanan kita melakukan infaq/shadaqah sebaiknya tangan kiri kita tidak tahu? Kenapa harus disertifikasi? Saya hanya takut hal ini akan mengurangi pahala dan menimbulkan sikap riya’.

Mungkin Anda bertanya juga, yang lebih penting adalah keihklasan kita dalam menyumbang. Kesannya kok berbelit-belit dan tidak ikhlas. Berlomba-lombalah dalam kebaikan. Well, bagi saya, kejelasan hukum itu juga penting. Seperti waktu saya mencari dasar hukum untuk zakat profesi. Untuk apa? Agar tahu bahwa kita telah melakukan sesuai dengan maksud hati. Apakah itu wakaf, infaq, ataupun shadaqah. Bagi saya, ilmu adalah penting. Spesifik untuk zakat yang sifatnya wajib, agar jangan sampai zakat kita kurang sehingga kewajiban menjadi belum terpenuhi.

Lebih jauh lagi, ternyata pula wakaf secara tunai ini telah mendapatkan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Demikain pula dengan tata cara sertifikasinya. Dari penjelasan ini, saya mulai dapat memahami arti di balik istilah wakaf tunai ini. Namun demikian, hal ini tentu perlu dikaji lebih jauh lagi.

Demikian.

Referensi:

12 Comments

  1. Nike
    September 12, 2008

    Wah… baru tau juga nih ada yang wakaf kayak gitu. Perlu dijelaskan lebih mendetil sepertinya.

    Reply
  2. FaNZ
    September 12, 2008

    keren dunk! wakaf udah pake sertifikat :D

    Reply
  3. AnitavANNELLE
    September 17, 2008

    mungkin maksud sertifikat biar ada buktinya, jadi pengelola wakaf bisa dipertanggung jawabkan.. sekarang kan jamannya minta bukti.. semua harus ada buktinya,biar ga bisa korupsii.. gitchuuu kali yaaa…

    Reply
  4. @_K
    September 19, 2008

    kalo yang aku tau c, sertifikat itu kan supaya ga da orang yang ga bertanggung jawab seenaknya mau ngejual tanah wakaf. dengan sertifikat tu kan jadi ketauan kalo tanah itu tanah wakaf n ga boleh dijual. begitu juga wakaf uang, jadi uangnya itu ga disembarangin ..Allahu A’lam

    Reply
  5. Moch. Yazid Afandi
    December 18, 2008

    kesimpulan saya, penulis tulisan di atas belum paham terhdap makna wakaf. kesimpulan saya, sebelum nulis di blog belajar lebih banyak dulu.

    Reply
  6. yusuf
    February 28, 2009

    saya sepakat dengan pak yazid…penulis belajar dulu lagi ttg wakaf lah….

    Reply
  7. Galih Satria
    March 1, 2009

    #Yazid, yusuf:
    Bapak-bapak yang baik, bukankah itu fungsi dari blog, dimana komentar dipergunakan untuk mengkoreksi tulisan dari penulis blog? Daripada mencela tulisan dan pengetahuan saya yang dangkal, bukanlah lebih baik memberi komentar koreksi atau memberikan link yang menjelaskan pertanyaan-pertanyaan saya di atas?

    Blog adalah sesuatu yang personal yang tingkat kesalahannya jauh lebih tinggi daripada artikel biasa karena tidak memiliki proses editing dan riset yang detail. Kelemahan ini bisa dikoreksi para komentatornya dengan memberikan pendapat yang lebih benar.

    Sebagai catatan, tulisan di atas jika dicermati lebih detail (bukan speed reading) lebih mengarah ke pertanyaan daripada klaim atas pendapat tentang wakaf tunai.

    Reply
  8. ahmad syaroni
    January 26, 2010

    wakaf uang tunai sebenarnya untuk memberi peluang kepada umat islam menengah kebawah agar berlomba-lomba untuk deposit akherat. dari dulu hingga kini yang namanya wakaf tanah dll (sesuatu yang bisa diambil manfaatnya) didominasi oleh tuan tanah dan orang yang berduit. inilah kesempatan bagi kita untuk memperbanyak bekal akherat, apalagi MUI sudah memberikan fatwa dalam hal diperbolehkannya wakaf uang tunai.

    Reply
  9. fatma
    July 1, 2010

    SWU (sertifikat wakaf uang) dimaksudkan sebagai bukti keikutsertaan wakaf uang dan legalitas secara hukum apabila dikemudian hari ahli waris dari si wakif mengklaim dana wakaf tersebut.

    Reply
  10. Anissa
    August 17, 2010

    Asslkm, membaca postingan diatas, saya sendiri dari badan wakaf. bila temen2 masih membutuhkan info/pengetahuan ttg wakaf uang, saya siap memberikan/mengirimkan informasi brosur/proposal ttg wakaf uang, Siapa tau setelah mempelajarinya hati menjadi tergerak u/mewakafkan uangnya u kemaslahatan ummat, amin. sms : 0813 85339240. wasslkm.

    Reply
  11. Tian Tristiana
    September 5, 2010

    Ass.Wr.Wb.Format wakaf uang seperti apa???saya sudah coba cari di internet tapi belum ketemu…kami butuhkan karena ortu sudah wakaf dalam bentuk uang. Mksh. Wass.Wr.Wb

    Reply
  12. thomas kusnandar
    November 10, 2010

    Ass.wr.wb.
    Baru saja Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengadakan Silaturahim dan Sosialisasi Wakaf Uang dengan Forum Nazhir Indonesia di cisarua Bogor pada tgl.8~9 Nop 2010.
    sy peserta yg diundang, melihat kemajuan per-wakaf-an di Indonesia sangat prihatin sekali, namun tidak ada kata terlambat untuk hal kebaikan apalagi kemaslahatan untuk banyak orang khususnya kesejahteraan Umat.
    Seperti yang diutarakan diatas adalah wajar karena merubah ‘budaya wakaf’ yang sudah berpuluh-puluh tahun melekat itu sangat sulit, kini era wakaf Uang lebih memberikan kemudahan dan sangat relevan diterapkan sekarang ini, namun kita sebagai calon wakif (maaf, pemberi wakaf) harus berhati-hati karena itu BWI memberikan Tata Cara yang memberikan Perlindungan kepada calon wakif.
    Arti ‘perlindungan’ ialah ; Aman, Tepat sasaran dan tidak tertipu atau mubazir.
    Dalam prosedur wakaf Uang ternyata ada sertifikat wakaf uang (SWU) gunanya apa? SWU sifatnya harus dibuat dan wajib dibuatkan itu ada dalam Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaannya. Jadi setiap Wakif yang mewakafkan Uangnya tidak langsung diterima oleh Nazhir (maaf, penerima wakaf), namun harus melalui Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Penerima Wakaf Uang (PWU) yang sudah mendapat kepastian hukum dari Pemerintah RI. dan Jumlah Uang wakaf yang wajib ataupun harus di beri sertifikat minimal satu juta dan dalam bentuk ‘Rupiah’
    bila wakif tidak mau memberikan namanya tercantum dalam sertifikat bisa disebutkan ‘Hamba Allah’ agar tidak mengurangi Ibadahnya.
    Guna dari sertifikat ini adalah sebagai fungsi kontrol agar tidak ada hal-hal yang mengurangi nilai ibadah kita semua, siapa yang mengontrol? selain Allah SWT secara langsung juga BWI , Departemen Agama dan Auditor indepedent karena ketiga badan ini menerima salinan SWU tersebut, selain gunanya untuk mengukur seberapa besar setiap tahun jumlah yang diterima melalui LKS PWU dan berapa besar yang sudah disalurkan kepada Nazhir sebagai pengelola manfaat, sehingga ada ukuran yang dapat di komparasikan setiap tahunnya dengan tingkat kesejahteraan umat setelah adanya wakaf uang.
    Wakaf uang adalah wakaf bersifat produktif dan sangat berpotensi untuk mengangkat Harkat martabat bangsa didunia maupun diakhirat, mudah2 an keterangan ini bermanfaat. saran;
    Jadi berhati-hatilah bila ingin ber-wakaf uang ‘harus tepat’
    Wassalamualaikum wr wb.

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site