Siapa Suruh Datang Jakarta?
September 3, 2008

FLICKR
Lokasi: Perempatan Tanah Abang, Jakarta Pusat
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM
Kemacetan, keruwetan, dead lock, traffic jam. Keywords yang akrab di telinga orang Jakarta. Titik kemacetan paling parah ada di perempatan Tanah Abang, pusat grosir tekstil terbesar di Indonesia (bahkan Asia Tenggara?). Ada idiom bahwa perputaran uang di Indonesia 80% adalah di Jakarta dan 68% dari itu berputar di Tanah Abang.
Ada aturan menarik kalau melihat lalu lintas Tanah Abang: The rule is no rule! Lampu lalu lintas bahkan pak polisi di sana tak berdaya menghadapi luapan arus. Dan ketika tak ada satupun yang mau mengalah untuk antri, inilah yang terjadi. Bagaimana mau sabar dan antri kalau Anda hanya bisa bergerak sepuluh meter ke depan dalam waktu setengah jam! Tak ada jalan mundur. Mau maju lambat. Anda akan terjebak di sana minimal setengah jam tanpa bisa berbuat apa-apa.
Maka, haraplah maklum kalau orang Jakarta menjadi gila, begitu egois, dan mudah naik darah ketika di jalan. Siapa suruh datang Jakarta?
Posted in 












September 3rd, 2008 at 11:16 pm
nggak ada yg nyuruh sih, karena mau melibatkan diri dalam perputaran uang itu maka orang2 sukarela untuk gila
September 3rd, 2008 at 11:41 pm
kayaknya harus diubah tuh arus lalu lintas di bagian itu
September 4th, 2008 at 7:24 am
Pisan ae nang Tanah Abang.
Inilah kenapa transpotasi umum seperti angkot, bajaj dan taksi adalah pilihan cerdas.
Macet? Turun jalan kaki.
Kalo mobil macet trus turun jalan kaki? Jangan harap mobilmu utuh.
32% uang di Jakarta berputar di segitiga emas.
OOT :
Kapan hari aku ke Tanah Abang, trus sepertinya di sana ada rombongan dari Malaysia(satu bis kayaknya), ada yang Datuk lagi. Trus aku mikir… kalo orang Malaysia wisata belanjanya ke Tanah Abang, ngapain orang Indonesia banyak yang belanja di Malaysia?
Aneh…
Snob maybe?
September 4th, 2008 at 9:48 am
lha yang nyusuh kamu sopo leeeeee??? :mrgreen:
btw kok saya familiar dengan angka 68% itu ya?!
September 5th, 2008 at 3:39 pm
insya Alloh saya ndak kerja ke Jakarta…
September 5th, 2008 at 3:53 pm
#ndop:
Jangan bilang begitu, sudah banyak yang berjanji dan bersumpah begitu, sekarang malah kerja di Jakarta.
September 6th, 2008 at 9:00 am
yang pasti dari pada ke tanah abang mendingan ke pasar uler aja dah…hehehe
September 10th, 2008 at 9:54 am
Saya salah satu fans berat Brother Land (Brother=abang; Land=Tanah hehehe). Emang kondisinya dah parah gitu. Regardless, saya mengakui di situ tempat belanja grosir paling top dah. Pembelinya dari seluruh penjuru Indonesia ada deh, bahkan dari negara-negara tetangga dan orang bule juga ngeborong di situ.
Saya setuju ama Daniel, buat apa orang Indonesia jauh2 ngejar diskon belanja ke Malaysia? Toh mereka ngambilnya juga di Brother Land. Dibodhi kok mau!!
September 11th, 2008 at 9:21 am
stiap hari berangkat kerja (penduduk Sudirman jam kerja.. hwekekek..) menumpangi kereta menuju Tanah Abang.. dan tentu setelah itu menatap jembatan WIKA tanah abang.. hehe.. keseharian Jakarta yang serba riweuh nya…
lieurrr pisan jelma teh.. bring ke sana briiing ke sini.. rame pisan!!
tapi belanja di Tanah abang boleh juga… ibu saya selalu minta ditemenin ke sana.. dan lagi-lagi naik kereta.. setidaknya tidak bertemu macet2, hanya padesek-desek di keretanya ajah kalau lagi jam2 orang pulang belanja.. hahah..
fotonya bagus banget… saya juga suka fotografi, sayang belum kebeli LSR, boleh minta rekomendasi yang kamera bagus dengan harga terjangkau???
terimakasih…
salam kenal…
September 11th, 2008 at 2:36 pm
nasib yang membawa saya ke jakarta mas…..
September 19th, 2008 at 1:23 pm
sabar semua itau ada jalanya