Entries from August 2008
August 21, 2008
XMLRPC adalah akronim dari eXtensible Markup Language - Remote Procedure Call. Sebuah spesifikasi XML yang menjelaskan mengenai mekanisme pemanggilan prosedur jarak jauh dengan menggunakan XML. Bisa dikatakan, XMLRPC adalah salah satu bentuk webservice yang disederhanakan dari standar yang konvensional. Dua sistem yang benar-benar terpisah dan berbeda platform serta lingkungan bisa saling berkomunikasi lewat sarana file XML.
Protokol komunikasi yang digunakan adalah protokol standar yang paling populer di dunia: HTTP. Request yang dikirim lewat HTTP harus menggunakan method POST. Prosedur yang akan dipanggil beserta parameternya dibungkus dalam file XML dalam spesifikasi XMLRPC. Demikian pula return value-nya, sebelum dikirim akan dibungkus dulu dalam bentuk XML dan ditransfer diatas lalu lintas protokol HTTP di internet.
Gambaran besar secara sederhana bisa dijelaskan dalam gambar di bawah ini:

Spesifikasi yang dibuat oleh tim XMLRPC sudah cukup lengkap, misalnya bagaimana cara mengirim parameter dan mengembalikan return value. Termasuk pula data type standar XMLRPC juga disertakan.
Implementasi spesifikasi XMLRPC telah diterapkan secara luas di berbagai lingkungan pemrograman. Di Java sendiri, tim dari Apache telah membuat library yang compliance dengan spesifikasi XMLRPC. Hal ini memudahkan kita untuk tidak perlu repot-repot berurusan di level rendah seperti pembuatan parser untuk mengolah data dari XML. Semua telah dibungkus dalam level yang lebih tinggi dalam bentuk class-class library. Misalnya, setiap objek java.util.Date akan dikonversi menjadi tipe data standar XMLRPC secara otomatis. Dan banyak lagi kemudahan-kemudahan yang lainnya.
Saat ini, beberapa layanan populer telah mendukung XMLRPC. Yang paling mencolok tentu saja adalah layanan blogging. Kini setiap mesin blog saling berkomunikasi satu sama lain (trackback, pingback) dengan menggunakan standar XMLRPC. Dengan XMLRPC ini, beberapa layanan baru untuk mengelola blog di luar software standar muncul. Contohnya adalah Wordpress API dan Blogger API. Kini kita bisa menulis posting blog dengan software berbasis desktop (Microsoft Word 2007 bisa melakukannya) tanpa harus terkoneksi dulu ke internet.
Akankah XMLRPC akan berkembang sebagai alternatif dari standar yang sudah ada macam SOAP, UDDI, dan WSDL? Kita tunggu saja. 
Posted in Internet, Java
6 Comments »
August 20, 2008
Ada trinitas suci dalam “agama” pemrograman berorientasi objek (OOP — Object Oriented Programming), yaitu Inheritance, Overloading (Polymorphism), dan Overriding. Tiga terminologi ini adalah roh OOP. Seorang programmer OOP paling tidak harus menguasai konsep ini, kalau tiga konsep ini belum dipegang, akan sulit menguasai bahasa OOP.
Pada artikel ini, saya mencoba menjelaskan tentang apa yang saya pahami mengenai tiga terminologi tersebut. Bagi yang belum pernah mencoba/mengenal bahasa OOP, saya sarankan membaca konsep dasar pemrograman OOP terlebih dahulu. Bagi yang sudah mahir mengenai OOP di C++, saya harus katakan bahwa bahasa OOP milik Java sangat sederhana. Java tidak mengenal konsep multiple inheritance atau konsep method virtualization (semua method di Java adalah virtual) dengan alasan penyederhanaan sehingga OOP Java tidak serumit OOP C++. Dan tentu saja, kalau ada konsep yang pemahaman saya ternyata salah, mohon kiranya saya diberi tahu, hehehe…
Silakan baca-baca atau download di sana.
Posted in Java
3 Comments »
August 18, 2008

Saya pertama kali melihatnya pagi-pagi di hari Sabtu di televisi di jeda iklan. Seperti sebuah trailer film baru. Kemudian dua menit berikutnya saya spontan mengumpat,
Jangkrik, iklane Sampoerna!
Betapa tidak, saya kadung tertarik dengan filmnya dan bahkan sudah berencana menonton filmnya kalau diputar di bioskop. Sinematografinya luar biasa. Sangat merepresentasikan keadaan zaman itu. Sepeda unta, mobil sedan bulat, rumah dengan beranda berpagar yang langsung berhadapan dengan halaman tanah yang luas. Sudut-sudut gambar yang diambil juga menarik. Unik dan berkelas. Sebuah pertanyaan pendek dengan logat yang sangat… (bagaimana mengatakannya?) khas dan bertekanan mantap — menurut saya bagian terbaik dari film ini:
Apalagi yang kita tunggu…. Mengapa tidak sekarang saja?!?
Pasti mahal pembuatannya. Ide yang sangat orisinal. Eksekusi yang sempurna. Orang jarang menengok tanggal 16 Agustus. Orang kebanyakan terfokus pada detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus. Orang jarang mengingat siapa itu Sukarni, Wikarna, dan Chaerul Saleh. Orang lebih terfokus pada Bung Karno dan Bung Hatta. Dengan tagline: 16 Agustus 1945, tanpa mereka akankah kita merdeka?
Iklan berformat film pendek ini tentu mendapatkan perhatian tersendiri, di saat tren TVCommercial sedang bertemakan emosional. Diawali dengan personal branding Soetrisno Bachir yang sukses, kemudian ada Prabowo dan Gerindra, Rizal Mallarangeng dengan Save Our Nationnya, dan kemudian rokok Bentoel yang ikut-ikutan beriklan dengan tema yang sama (sempat saya kira itu iklan calon presiden lagi he he he…). Bagaimana tiba-tiba Sampoerna dengan film pendeknya yang dipublikasikan besar-besaran di satu hari di tanggal 16 Agustus kemarin, tentu hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa.
Bravo! http://www.16agustus.com/
[saya tidak yakin kelangsungan web ini, jadi silakan lihat cepat-cepat]
Posted in Review
14 Comments »
August 16, 2008
Salah satu sebab kenapa saya tak mau ngeblog dengan cara niche/spesifik adalah karena saya cepat bosan. Bagi kelangsungan hidup sebuah blog, bosan adalah masalah terbesar. Ketika bosan berarti ide tidak akan datang. Kalau ide tidak datang, nulisnya jadi tidak update. Kalau tidak update, cepat atau lambat blog akan mati.
Meskipun tidak kentara, blog ini sebenarnya mengalami pergantian tema besar beberapa kali. Kali pertama adalah tema melankolis, tempat mendramatisir masalah cintah [cintah? makan tuh cintah!] Siapa yang berkata ketika orang jatuh cinta maka ia akan menjelma menjadi pujangga yang jauh lebih puitis daripada pujangga sekalipun? Puluhan puisi dan posting dibuat khusus hanya untuk dia yang tercinta dari hati yang tersakiti. [tuh, sisa-sisa melankolisnya masih ada].
Ada juga tema programming. Tema besar ini mendominasi ketika saya masih kuliah dan bekerja di Puskom ITS (era 2004-2006). Saya sering membahas tentang Java dan kadang-kadang Oracle. Tetapi menulis bagus dan bermanfaat seperti ini memerlukan konsentrasi dan waktu khusus untuk membuatnya. Ada tuntutan untuk membuat tulisan yang mudah dimengerti bagi orang lain. Bagi orang teknik yang tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain, hal ini sulit dilakukan. Pola pikir orang berbeda dengan pola pikir kita ketika mempelajari suatu topik. Dan disinilah tantangannya.
Ketika sebuah Nikon D40 dilengkapi lensa kit Nikkor 18-55 datang, blog ini berganti tema menjadi fotografi sampai sekarang. Belajar mengenal D40 dengan segala sifat, karakteristik, dan kelakukannya ketika menghadapi cahaya. Belajar teknik komposisi, warna, diafragma, dan kecepatan rana. Belajar teknik-teknik khusus seperti foto landscape, foto night shot, portrait, sport, panning, dan lain-lain. Dari masalah teknis kemudian beralih ke belajar memotret dengan menggunakan hati. Tidaklah kita memotret dengan kaidah-kaidah ideal fotografi, tetapi menurut apa kehendak hati.
Rasanya saya telah dipenjarakan oleh waktu. Semakin hari, waktu luang semakin sedikit. Entah waktu sepanjang 24 jam habis digunakan untuk apa. Dulu, weekend adalah hari yang menyenangkan untuk hunting foto. Pagi-pagi menyusuri geladak kapal di pelabuhan Sunda Kelapa, menyusuri hutan kecil di studio alam TVRI Depok, loncat-loncat di kebun binatang Ragunan, berpanas-panas di jalanan Jakarta untuk mendapatkan citi view…
Kapan ya terakhir saya hunting foto sendirian seperti itu? Jadi, kalau begitu, blog ini mau berpindah tema kemana lagi ya….? ^__^
Posted in Catatan Harian
9 Comments »
August 13, 2008

FLICKR - IIMS 2008 Set
Lokasi: Pameran IIMS 2008, Jakarta Convention Centre
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | Nikkor AF-S 55-200mm VR
Setelah mobil-mobil terekspose, sesuai janji saya dalam posting berseri dua ini, berikut saya tampilkan dara-dara cantik, manis, sekaligus anggun dalam perhelatan pameran mobil terbesar di Indonesia ini. Tak dapat dipungkiri, mereka adalah salah satu faktor kunci penentu kesuksesan IIMS 2008. Seperti kata bos saya dengan dialeknya yang khas, “Eh, kita mah kalau mau lihat mobil, letaknya di showroom… bukan di pameran….” 
Kepada gadis-gadis yang wajahnya saya tampilkan ini, bagi yang merasa keberatan fotonya diekspos, mohon kiranya saya diberi tahu dan foto tersebut akan segera saya hapus. ^_^
Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Harian, Model
15 Comments »