Tips: Agar Hasil Foto Tidak Blur/Goyang

Bagi Anda pemegang kamera apapun (SLR, saku, HP) yang pernah mengambil gambar, mungkin bertanya-tanya kenapa hasil fotonya ada yang tidak fokus. Orang bilang blur atau goyang. Apa sebabnya?

Percayalah pada saya. Foto bagus dan jelek itu tidak dipengaruhi oleh kameranya. Kamera hanyalah sebuah alat untuk merekam gambar. Sebagus apapun kameranya, kalau yang memakai kurang mengenali karakteristik kameranya, hasilnya tentu tidak akan memuaskan. Ada istilah yang mengesankan yang dimiliki oleh kami-kami para fotografer: It’s not about the camera, it’s about the man behind the gun.

Berikut adalah tips best practice untuk Anda pemegang kamera untuk mencegah hasil foto yang blur.

# Pengguna Kamera HP

Kita tidak bisa terlalu banyak berharap dengan kamera HP. Sebagus apapun handphone-nya, sebombastis apa iklannya di internet, kamera HP hanyalah sebuah alat yang memiliki terlalu banyak keterbatasan. Saya hanya bisa menyarankan, kalau Anda berharap hasil fotonya bagus, jangan paksa kamera HP untuk mengambil gambar dalam kondisi yang sulit. Sebisa mungkin foto yang Anda ambil adalah dalam kondisi:

  • Cahaya yang cukup. Tidak terlalu gelap juga tidak terlalu terang. Malam hari dan siang yang terik bukanlah waktu yang tepat. Contoh cahaya yang ideal adalah suasana halaman rumah pada pukul 7 pagi.
  • Gunakan lampu blitz internal yang dimiliki. Hal yang harus Anda ingat adalah bahwa lampu blitz kamera HP sangat kecil. Jangan anggap dengan lampu blitz masalah teratasi. Lampu ini biasanya hanya bagus digunakan jika objek yang difoto berjarak 1 sampai 2 meter saja.

# Pengguna Kamera Saku

  • Gunakan ISO yang lebih tinggi. Kompensasinya, ISO yang lebih tinggi membuat gambar lebih kasar (noise) dan tidak halus mulus, tetapi gambar terlihat lebih tajam dan tidak goyang.
  • Turunkan Exposure Compensation (EV) menjadi beberapa step lebih rendah. Misalnya di titik -1/3 EV atau -2/3 EV. Ini akan membuat gambar terlihat lebih tajam, tetapi kompensasinya akan membuat lebih gelap dari sebelumnya.
  • Gunakan mode special scene untuk pemotretan yang lebih spesifik. Biasanya kamera saku menyediakan pre-defined setting untuk foto pemandangan, portrait, sport, dan night scene. Untuk mengambil benda-benda yang bergerak, ambil mode sport. Mode special scene ini biasanya ditandai dengan ikon-ikon khusus.

Baca manual kamera saku Anda untuk melihat dimana setting-setting di atas berada. Jangan berlindung di balik kata awam padahal Anda malas mengenali kamera Anda!

# Pengguna Kamera SLR

Ah, tentunya saya tak perlu menjelaskan lagi kepada pengguna kamera SLR. Pada prinsipnya, naikkan shutter speed (S). Untuk tetap mempertahankan eksposur yang pas, buka diafragma (F) selebar-lebarnya, naikkan ISO setinggi-tingginya hingga batas toleransi Anda terhadap foto yang bernoise.

Hal yang juga penting diperhatikan — untuk semua kamera — adalah sikap tangan dan tubuh Anda ketika menekan tombol jepret kamera. Hindari goyangan dan getaran tangan sebisa mungkin. Tekan tombol dengan halus dan perlahan-lahan, jangan kasar. Tempatkan siku kanan pada dada agar mendapatkan topangan yang lebih kokoh. Sedikit tekankan kamera pada muka kalau Anda membidik lewat viewfinder.

Perhatikan kaki Anda. Pasang kuda-kuda yang kokoh dari goncangan. Bukan kuda-kuda karate atau pencak silat tentunya, tapi cukuplah sikap berdiri Anda kokoh dan tidak bergoyang-goyang. Itulah kenapa sikap dan gaya fotografer terkadang jauh lebih heboh daripada gaya orang yang mau difoto. Tahan napas Anda satu dua detik ketika menekan tombol shutter. Ini mencegah tubuh Anda bergetar sedikit ketika menarik atau menghembuskan napas.

Segala sikap itu sering saya ungkapkan dalam sebuah kalimat: “… maka tekanlah tombol shutter dengan penuh cinta …” 🙂

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. saya setuju soal jargon “yang penting adalah penggunanya”. Tapi sedikit banyak ada juga unsur gadget-nya, kok. Misalnya kamera saku merek mapan dibandingkan dengan kamere merek samsung untuk memotret suasana normal, samsung is really not recomended. 😀

  2. Bagus tipsnya Bro, kalau boleh nambain sih. Kalau habis pencet tombol jepret, usahain tetep steady barang 2-4 detikan untuk kamera hp. Soalnya beberapa type kamera ponsel responnya agak lambat. Begitu tombol dipencet dia kadang butuh sepersekian detik untuk mengambil gambar.

  3. Hindari goyangan dan getaran tangan sebisa mungkin. Tekan tombol dengan halus dan perlahan-lahan, jangan kasar.

    Nah, ini yang belum saya kuasai bener2 😀 temen saya sampai ada yang latihan dengan megang batu bata lama-lama supaya tangannya terlatih gk goyang :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *