Entries from August 2008

Komentator ke-4000

Date August 30, 2008

Selamat untuk Mbak May Irianti, blogger yang juga fotografer bergenre food photography (jagoan memotret kue-kue bikinannya sendiri), yang telah menjadi komentator ke-4000 di blog saya ini. Terima kasih atas perhatian dan kunjungannya.

Yang nyrempet-nyrempet angka 4000 adalah:

Sekadar melanjutkan tradisi ini, hehehe :D

Terima kasih telah berkunjung! ^__^

Senyum Ceria

Date August 29, 2008

FLICKR
Lokasi: Masjid At-Tiin, kompleks TMII, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR

Senyumnya begitu ceria, khas anak-anak. Mereka adalah anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan. Waktu itu, kami sedang melakukan MABIT (Malam Bina Iman dan Takwa) dan iktikaf di Masjid At-Tiin satu malam di bulan Ramadhan 1428 H (tahun lalu). Kami bertemu dengan mereka yang sedang melakukan acara buka bersama. Semoga ramadhan tahun ini, kami dipertemukan lagi oleh mereka. Menyenangkan sekali rasanya bisa buka puasa bersama dan bersenda gurau dengan anak-anak ini walau cuma sebentar.

Marhaban yaa Ramadhan, 1429 H
Mohon maaf lahir dan batin,

Galih sekeluarga.

Tarhib Ramadhan 1429H

Date August 27, 2008

Berikut adalah ringkasan ulasan dari Ustadz Musyaffa Ahmad Rohim, Lc, penulis artikel di www.dakwatuna.com yang tadi dibahas dalam kajian bulanan Badan Dakwah Islam (BDI) di kantor tempat saya bekerja. Tema yang diambil adalah tarhib (persiapan) untuk menyambut event besar bagi umat Islam: Ramadhan 1429 H.

Dalam materi presentasinya, beliau memaparkan materi yang berjudul Sepuluh Cara Menyambut Ramadhan, Sepuluh Teknik Membangun Motivasi Optimalisasinya. Materi berformat dokumen MS-Word ini unik karena diawali oleh sebuah diagram bertuliskan Arab. Berikut ringkasannya saya tulis di sini.

Cara menyambut bulan Ramadhan:

  1. Memperbanyak doa agar Allah SWT memberi kesempatan kita bertemu Ramadhan dalam sehat wal afiat, bersemangat dalam mengisi Ramadhan dengan amal shalih, dan dihindarkan dari berbagai hal yang mengganggu upaya optimalisasi ibadah Ramadhan.
  2. Memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT.
  3. Mengekspresikan diri dalam keceriaan menyambut kedatangan Ramadhan.
  4. Menyusun perencanan yang baik untuk optimalisasi Ramadhan.
  5. Tekad yang sungguh-sungguh untuk optimalisasi Ramadhan.
  6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum Ramadhan.
  7. Tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa dan keburukan, serta taubat yang benar dari segala kemaksiatan.
  8. Pengkondisian jiwa dan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengar kaset Islami yang berisi ceramaah atau pelajaran tentang keutamaan puasa.
  9. Persiapan dan perencanan yang baik untuk melakukan dakwah.
  10. Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih bersama Allah (dengan cara bertobat dengan sesungguhnya), Rasulullah SAW (dengan cara taat kepadanya), kedua orang tua, dan masyarakat tempat kita tinggal.

Ahlan wa Shahlan yaa Ramadhan, mari kita persiapkan diri untuk menyambut bulan yang istimewa ini. Kita tidak yakin apakah nyawa kita akan sampai pada Ramadhan tahun ini dan tahun berikutnya, maka mari kita jadikan Ramadhan tahun ini yang terbaik dari tahun-tahun sebelumnya.

Untuk materi dari Ustadz Musyaffa, telah saya upload dan bisa didownload di sini. Semoga materi ini akan selalu menjadi amal jariyah untuk beliau. Amiin…

Akhirnya Menyelesaikan KCB #1

Date August 23, 2008

Saya membeli buku ini (Ketika Cinta Bertasbih – Habiburrahman El Shirazy) awal tahun 2008 dan baru saja menghabiskannya hari ini. Padahal saya sudah janji pada diri sendiri tidak akan masuk Gramedia kalau belum menyelesaikan membaca buku ini. Itu artinya, besok saya sudah bisa ke Gramedia Matraman untuk mencari KCB 2 dan beberapa buku baru lagi.

Ada hal kenapa buku ini begitu berat dibaca. Ketika saya membaca buku, saya meninggalkan logika matematis dan melibatkan perasaan seperti perempuan. Saya bisa tertawa terbahak-bahak, dan bahkan meneteskan air mata larut dalam cerita. Saya bisa menyukai tokoh yang saya baca, membayangkan bagaimana rupa dan kondisi psikisnya, dan mencoba mengenalnya lebih dekat dalam lembar demi lembar buku yang saya baca.

Bukan karena jelek, KCB ini sulit saya habiskan. Buku ini luar biasa bagus. Tapi perasaan terlanjur bermain. Buku ini baru saja saya selesaikan seperenamnya ketika saya membaca sebuah postingan di sebuah blog yang kira-kira berujar (saya sudah lupa bagaimana tepatnya),

… aku bukanlah Anna Althafunnisa yang kamu baca,,, carilah wanita lain yang lebih sekufu denganmu,,,

Entah kebetulan entah bukan, beberapa minggu setelahnya, buku ini terlalu berat untuk dibaca. Mengoyak luka yang masih baru. Saya mungkin masih bisa menipu diri sendiri kalau saya tidak terlalu sakit. Saya bisa menipu semua orang kalau saya sudah bisa menanggalkan perasaan dan tidak patah hati karenanya. Saya pernah mengalaminya dan tidak ingin mendramatisir suasana. Tapi kenyataan ketika saya mencoba meneruskan membaca KCB beberapa baris lebih banyak dan mengembalikannya ke rak buku tanpa berminat menyelesaikannya, saya tahu bahwa saya sedang terluka. Mengenal Anna Althafunnisa lebih dalam hanya mengingatkan saya saja. Akhirnya saya simpan  saja buku itu di rak di atas meja belajar kecil di kamar kos-kosan saya yang mulai penuh buku dari ujung ke ujung.

Beberapa hari yang lalu, saya ambil saja buku yang terselip di sebelah biografi khalifah Abu Bakar ash Shidiq itu. Saya kira luka itu telah sembuh. Dan benarlah, saya bisa mulai lagi membacanya dengan nikmat. Saya bisa mengingat kejadian awal tahun ini dengan tersenyum. Anna Althafunnisa memang akan selalu mengingatkan saya padanya. Tapi tak mengapa. Terluka adalah salah satu tanda bahwa saya kemarin memang serius dan bukan main-main.

Saya dalam membaca novel selalu menghidupkan tokoh dalam pikiran saya seperti apa wajahnya. Hampir tidak sadar, dalam bayangan saya, sosok Anna adalah seorang yang memiliki wajah agak bulat! Saya jadi ingat kawan di Y!M yang dulu sering chatting waktu saya masih di Surabaya yang saya juluki dengan sebutan “anak manja” (halo *ansiluy*, long time no chat ya? :) ). Dia pernah memvisualisasikan model wanita favorit saya berdasarkan riset kecilnya terhadap wanita-wanita yang pernah saya suka. Wajah agak bulat adalah salah satu hasil kesimpulannya.

Dalam membaca, saya juga suka memasang-masangkan sebuah adegan cerita dengan pengalaman pribadi. Mendramatisir kehidupan nyata lebih tepatnya. Ini persis kelakuan perempuan ketika menyukai lagu-lagunya Ada Band atau Afgan. Saya begitu larut ketika membaca kisah cinta Fadhil dan Tiara. Hati saya berdesir waktu Fadhil tak tahu harus berbuat apa ketika ia harus menjadi ketua panitia akad nikah dan harus menyanyi nasyid di depan wanita yang sesungguhnya ia sangat cintai.

By the way, saya suka dengan penyelesaian konflik cinta Fadhil-Tiara. Sangat realistik, sangat islami. Saya berharap kelak saya sekuat Fadhil yang begitu tegar.

KCB, selain jalinan ceritanya yang memikat dan begitu dramatis, juga membuka cakrawala pengetahuan yang luas mengenai konsep kehidupan menurut Islam. Bagaimana Islam memandang gejolak cinta antar laki-laki dan perempuan. Konsep yang ingin dikenalkan oleh penulis (Kang Abik) lewat Azzam, Furqan, Fadhil, Hafez, Anna, Eliana, Tiara, dan Cut Mala. Sebuah konsep yang belum begitu saya pahami dan terima. Konsep yang membuat saya sadar kalau selama ini saya mengenal agama saya sendiri ini hanya di permukaannya saja. Letter lex. Pertanyaan besar saya: Bagaimana bisa orang menikah tanpa rasa cinta? Apakah orang harus menipu dan tersakiti oleh perasaannya sendiri?

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Review: Cinta Segitiga (the Crush)

Date August 23, 2008

Judul Buku: Cinta Segitiga (the Crush)
Penulis: Sandra Brown
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Kategori: Untuk dewasa.

* Spoiler Alert *

Novel ini adalah novel kriminal yang dibungkus dengan kisah cinta segitiga yang rumit. Adalah dr. Rennie Newton, seorang ahli bedah yang cantik dan mandiri, yang menjadi pusat dari cinta segitiga ini. Konflik dimulai ketika Rennie ditunjuk menjadi ketua juri dalam sidang kasus pembunuhan dimana seorang penjahat bernama Ricky Roy Lozada menjadi terdakwanya. Karena dianggap kekurangan bukti, Rennie berhasil mempengaruhi anggota juri yang akhirnya membebaskan Lozada. Segera setelah itu, Rennie memiliki fans baru yang begitu kompulsif mengejarnya.

Tak lama setelah itu, rekan ahli bedahnya yang sedang bersaing memperebutkan posisi kepala dokter bedah, dr. Lee Howell, tewas secara mengenaskan di lapangan parkir rumah sakit. Melihat latar belakang hubungan dr. Newton dengan dr. Howell yang sering terlihat bertengkar, dan konflik mengenai jabatan, polisi segera mencurigai dr. Newton sebagai pelaku pembunuhan itu.

Detektif Wick Threadgill yang sedang cuti diminta mantan rekannya, Oren Wesley, untuk membantu dalam kasus penyelidikan ini. Wick yang tampan dan penakluk wanita itu dalam salah satu penyamarannya menyelidiki Rennie akhirnya jatuh cinta pada dokter bedah yang menarik ini. Namun, Rennie bukanlah wanita yang mudah didekati. Ada alasan tertentu dimana ia begitu menutup diri dan memaksakan untuk menolak Wick meskipun sebenarnya ia sangat menginginkannya.

Proses penyelidikan mengantarkan pada dugaan bahwa Lozada lah yang ada di balik kasus ini. Tapi apakah Lozada bertindak atas permintaan dr. Newton? Apalagi di persidangan sebelumnya, dr. Newton telah membebaskan Lozada dari tuduhan?

*

Novel ini adalah novel Sandra Brown saya yang pertama. Saya beli di stasiun Gambir untuk menemani perjalanan panjang Jakarta-Tulungagung dengan kereta Gajayana. Dibandingkan dengan penulis-penulis novel yang pernah saya baca, karakter Sandra Brown juga unik. Alur konfliknya disusun dengan lambat dan tidak terburu-buru. Saya bahkan bertanya-tanya ketika telah sampai di separuh bagian novel, kenapa belum ada konflik yang berarti?

Dengan model alur seperti ini, karakter dan penokohan diceritakan dengan begitu mendetail dan dalam. Saya bahkan bisa membayangkan dengan jelas seperti apa dr. Rennie Newton itu. Wajah cantik, pintar, mandiri, agak tertutup, bertubuh langsing, dan berambut panjang. Sikapnya agak dingin dan profesional khas dokter bedah, tetapi baik dan ramah kepada pasien-pasiennya. Sedangkan Wick Threadgill sendiri tipikal pria yang digandrungi banyak wanita. Wajah tampan, tubuh atletis, kokoh dan kuat, pembawaan yang jenaka, dan sorot mata yang tajam.

Novel ini memiliki akhir yang happy ending. Tapi seperti kebanyakan penulis-penulis novel top, sebuah happy ending tidak pernah diakhiri dengan datar. Ada sesuatu yang dibiarkan menggantung yang mengusik pembaca. Maksudnya adalah untuk menanamkan kesan pada novel. Di sini kita tidak bisa menyimpulkan apakah cinta Wick dan Rennie akan berlanjut bahagia atau tidak. Bukan tipikal cerita klasik Cinderella atau Putri Salju (happy life ever after). Cerita diakhiri dengan penolakan Rennie atas lamaran Wick untuk hidup bersama selamanya, sebelum mereka memulai petualangan seks di atas tempat tidur yang luar biasa.