Menyapa Balikpapan
July 6, 2008
Sebuah kota pelabuhan di provinsi Kalimantan Timur — provinsi yang kaya akan pertambangan (migas, batubara). Kota dimana saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di bumi Kalimantan. Dalam rangka tamasya tugas dinas ke field di Badak. Kota Balikpapan sungguh merupakan kota kecil yang maju dan modern. Jalannya lurus, rapi, dan mulus — mengingatkan kita kepada kota-kota besar di pulau Jawa seperti Bandung atau Malang. Cukup bersih dan ramai. Bahkan dibandingkan dengan ibukota provinsinya, Samarinda, Balikpapan jelas jauh lebih mentereng.
Bandara Internasional Sepinggan
Pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi mendarat tanpa cela meskipun disambut oleh hujan rintik-rintik. Bandara Sepinggan terlalu kecil untuk ukuran sebuah bandara internasional. Tetapi memang demikianlah adanya. Saya melihat pesawat Singaporean Airlines (meskipun bukan A380) ada di sana dan beberapa maskapai penerbangan asing.
Saya yakin, salah satu sebab bandara ini ada dan tampil dengan sedemikian anggun karena bandara ini adalah titik pulang-balik karyawan-karyawan perusahaan migas yang kebanyakan adalah perusahaan asing. Di lantai dua bandara ini, ada ruangan-ruangan khusus yang diperuntukkan untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Saya melihat ada Vico Indonesia, Chevron Indonesia, Total Indonesie, dan Medco Energi. Perwakilan perusahaan tersebut menguruskan semua tetek bengek transportasi via Bandara Sepinggan. Jadi orang tak perlu repot-repot check-in atau mengurus tiket.
Pemandangan Pantai
Karena sudah tidak dipusingkan oleh urusan tiket, saya sempat berkeliling kota Balikpapan sebelum saya kembali ke Jakarta. Saya naik angkot ke Kelandasan untuk mencari oleh-oleh khas daerah ini: Amplang alias Kuku Macan. Makanan semacam krupuk udang yang berpotongan kecil-kecil. Kelakuan angkot dimana-mana ternyata sama, hehehe… bandel, pelanggar aturan lalu lintas. Sopirnya berkepribadian ganda. Kalau penumpang penuh, ia bisa bertindak seperti Kimi Raikonnen atau Luis Hamilton. Tapi kalau lagi sepi, Kura-kura pun bisa lebih cepat darinya.
Pasar Kelandasan langsung berbatasan dengan laut. Maklum, Balikpapan memang kota pantai. Saya perhatikan, kota ini tidak memiliki pantai yang bisa dikatakan cocok buat berlibur. Bukan pantai pasir putih yang indah, tetapi pantai yang berhadapan langsung dengan beton pemecah ombak. Namun demikian, secara komposisi fotografis, ia memiliki langit yang terlalu cantik untuk dilewatkan kamera saya.
Restoran Kepiting Kenari
Nah, nah… di kalangan orang-orang yang berkomuter 14 kerja-14 libur Jakarta-Badak, kepiting khas Kenari ini wajib dicoba. Sepertinya semua orang yang hendak bertolak dari Balikpapan mampir ke sini dulu untuk membawa sekotak dua kotak kepiting. Tak heran ketika sampai di dalam pesawat, saya mendapati bagasi di atas kepala yang penuh kotak kepiting Kenari.
Bos Sponge Bob (Mr. Crab) yang disajikan di sini memang berukuran jumbo. Konon, ia didatangkan dari Tarakan. Disajikan dalam beberapa macam: Saus tiram atau lada hitam. Saya paling suka dengan saus tiramnya. Rasanya sangat unik, asam-asam manis. Keunikan inilah yang membuat kepiting Kenari cukup mengerti brand positioning-nya. Untuk bisa menikmati satu porsi kepiting, selembar uang merah seratus ribuan mesti keluar dari dompet. Tak mengapa, terkadang, kita harus mengabaikan jumlah uang untuk membeli sebuah pengalaman.
Foto-foto: FLICKR
Kamera: Nikon D40
Lensa: Nikkor AF-S 18-55 mm






Posted in 












July 6th, 2008 at 1:40 pm
ha? semahal itu kepiting nya??? ck ck ck…
tp emang menggiurkan, sih…
apalagi utk penggemar berat seafood seperti aku…
July 6th, 2008 at 1:41 pm
Sepinggan kok sepintas mirip soekarno-hatta ya…btw, foto teratas dan terbawah ngambilnya asal2an ya, Lih…
July 6th, 2008 at 3:31 pm
#juminten:
tapi asli enak, nilla! asli. jaminan mutu pokoknya. kamu harus coba kalo mengaku penggemar seafood
#hedi:

mas hedi teliti juga
foto teratas memang sudah mengejar pesawat, foto terbawah sudah nggak sabar pengen makan kepiting. mumpung masih anget
July 6th, 2008 at 3:54 pm
saya juga sering ke balikpapan “puasa di balik papan”
July 6th, 2008 at 6:49 pm
seingat saya orang sana gak ngenal istilah angkot deh bro.. mereka nyebutnya taxi
dan di sana mau ngebut sih oke-oke aja soalnya jalanan sepi dan bagus
duh, kepitingnya itu bikin ngiler ajah!!!
July 7th, 2008 at 12:27 am
Eh, ituuh.. saya mauu.. krupuk udangnya.. mmm..
July 7th, 2008 at 6:05 am
kepiting………!
tidak sabar menunggu pulang … whehehe.
*jadi ingat Hokaido super crab, whehehe
July 7th, 2008 at 10:23 am
gw jd bernafsu pengen trip ke balikpapan…!kota yg jd ambisi penjelajahan gw berikutnya.katanya balikpapan udah byk punya hotel mewah yg gedungnya menjulang2.temen gw aja sampe bingung mo nginep dmn (hmmm…perlu dibuktikan sendiri nih).
mampir jg di kalimantanku.blogspot.com ya
byk foto n info ttg penjelajahan gw di kalimantan
July 7th, 2008 at 2:20 pm
Wah..kata siapa kayak Malang? Pas adem aja kali tu Lih…coba pas panas…hehehe…terpanggang kayak kepiting rebus difotomu itu tuh
Kl jalanan sepi sih…kayaknya nggak juga deh..mungkin kl di pinggir2 kota seputaran airport sih..tapi kl yg ditengah (apalagi pas malem minggu) wuih jgn ditanya ramainya..Tapi…enak kok balikpapan..kl org yg terbiasa di kota besar, yaa…balikpapan oke lah.. (gak seperti Bontang yg sepi ini…huuhuuhuu…hiks..hiks…)
July 7th, 2008 at 2:45 pm
#det:
ooo begitu ya…
#ulliee:
maksudku bukan cuacanya, lia, tetapi kondisi jalanannya. tapi emang pas kemarin balikpapan lagi mendung dan hujan sih
July 7th, 2008 at 4:12 pm
btw, nama bandara sepinggan… serasa familiar dengan kata2 itu,
klo dalam bahasa melayu, sepinggan artinya sepiring…
ada yang tau asal usul nama badara sepinggan?
July 10th, 2008 at 5:18 pm
wah… balikpapan
July 29th, 2008 at 10:22 pm
[…] kenal ini lah yang mengusik saya ikut ajakan Bunda, meskipun waktu itu saya baru saja tiba dari Kalimantan Timur. Dasar suka keluyuran, hanya berselang sehari di Jakarta, saya langsung ngeluyur ikut ke […]
August 28th, 2008 at 12:13 pm
kepiting-keiting… rebus memang enak di kenari. mak nyusss!!!