Entries from July 2008

Jalan-Jalan Lebak Banten: Pantai Malingping

Date July 29, 2008

FLICKR
Lokasi: Pantai Pasirbereum, Malingping, Lebak, Banten
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Weekend bersama keluarga Meyer. Awalnya adalah ajakan Bunda Ratih yang sedang merayakan ulang tahunnya di pantai Malingping. Wah, mana itu Malingping? Nama yang aneh begitu? Katanya sih sebuah kawasan pantai selatan di provinsi Banten. Nama yang belum pernah saya kenal ini lah yang mengusik saya ikut ajakan Bunda, meskipun waktu itu saya baru saja tiba dari Kalimantan Timur. Dasar suka keluyuran, hanya berselang sehari di Jakarta, saya langsung ngeluyur ikut ke Malingping. :D

Ternyata menurut Wikipedia, Malingping terletak di  kabupaten Lebak, provinsi Banten. Sekitar 100 km jarak udara, atau sekitar 200 km jarak darat dari jantung kota Jakarta. Kami berangkat langsung dari kantor hari Jumat sore dengan tiga mobil. Satu Isuzu Panther milik Bang Juis, dan dua Kijang LGX 2.0 milik Bunda dan Pak Revin. Dari tutup radiatornya saya menebak dua Kijang itu berasal dari tahun 2002 dan 2003. Riset kecil saya telah ditulis di sini.

Perjalanan konvoi tiga mobil seperti ini sungguh menyenangkan. Formasi Kijang-Panther-Kijang berusaha menyibak kemacetan di sekitar Kebun Jeruk dan berhasil masuk tol Merak. Kami keluar di Serang, kemudian ngebut ke Pandeglang dan menuju Malingping melalui jalan yang kerusakannya termasuk parah. Berlubang-lubang. Saya yang membawa senjata lengkap — Nikon D40, Sigma 10-20, Nikkor 18-55, Nikkor 55-200, serta tripod Velbon — berharap-harap cemas semoga besok pemandangannya bagus. Jengkel juga kalau perjalanan yang berat seperti ini tidak dibayar dengan hunting yang sukses.

Selanjutnya, akan ada banyak foto-foto. Buat yang fakir bandwith, saya sudah peringatkan lho ;))

Read the rest of this entry »

Arjuna dan Srikandi

Date July 21, 2008

FLICKR
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Adobe Photoshop CS 3
Gambar Srikandi dan Arjuna nyolong dari internet

Siapa yang tak kenal Arjuna? Meskipun boleh dikatakan budaya wayang sudah semakin terdesak oleh budaya barat, namun popularitas tokoh satu ini tak pernah pudar. Yes, Arjuna adalah seorang tokoh protagonis berwajah tampan, bertutur kata halus serta sopan yang menjadi pujaan banyak wanita. Seorang playboy yang konon jumlah isterinya hingga 15 (versi pewayangan Jawa). Pemilik nama alias Raden Janaka ini sakti mandraguna dengan senjata andalannya berupa anak panah bernama Pasopati yang ampuh memanah sasaran tembak termasuk hati wanita.

Dewi Srikandi sendiri adalah seorang pahlawan teladan wanita yang cantik. Selain pandai mengurus rumah tangga sebagai layaknya kodratnya sebagai wanita, ia juga pandai berperang. Ia bahkan bertindak sebagai senopati dalam perang Bharatayudha sebelum akhirnya terbunuh di tangan Aswatama.

Terpesona oleh kecantikan dan kecakapan Dewi Srikandi, Raden Arjuna pun jatuh hati. Srikandi-lah yang akhirnya menaklukkan Arjuna. Hanya Srikandi berhasil menghentikan sifat playboy Arjuna.

***

Nah, seorang kawan saya yang memiliki nama awal yang sama dengan Srikandi, Dewi Novi, juga telah berhasil menaklukkan hati sang Arjuna-nya: Helmy Satria. Mereka akan melangsungkan pernikahan di Blitar minggu depan: 27 Juli 2008. Saya tidak tahu “ilmu pelet” apa yang dipakai Dewi sehingga playboy hitam manis pemilik senyuman yang mempesona (bagi wanita) ini takluk ditangannya. Mereka adalah pemilik hubungan jarak jauh yang paling berhasil. Siapa yang bilang jika SLJJ itu selalu gagal? Inilah salah satu contoh SLJJ yang berhasil. Saya selalu memakai contoh hubungan keduanya sebagai motivasi untuk kawan yang curhat mengenai berat dukanya sebuah hubungan jarak jauh.

Selamat menempuh hidup baru, Dewi dan Helmy, semoga pernikahan yang kalian bina akan menjadi keluarga yang penuh cinta kasih, tenteram, bahagia, dan selalu dalam rahmat Allah SWT. Barakallah…

PS: Mohon maaf jika cerita tentang pewayangan kurang akurat. Maklum, saya berasal dari generasi muda yang tak pernah kenal cerita pewayangan… :D Undangan pernikahan Dewi dan Helmy ada di galeri Fotki-nya di sini.

Sebuah Sudut Mega Kuningan

Date July 17, 2008

FLICKR
Lokasi: Bunderan Mega Kuningan, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Hoya R-72 InfraRed Filter 52mm

Sebuah sore di sudut kawasan bundaran Mega Kuningan. Tampak adalah tower hotel JW Marriot. Diolah habis-habisan dengan Adobe Photoshop CS3. Saya memang lagi suntuk, nggak mood buat ngapa-ngapain, akhirnya membiarkan imajinasi terbang dan menari-nari di atas toolbox Photoshop.

Ngomong-ngomong soal olah digital, saya punya sebuah teori: Free your mind. Bebaskan pikiran dari teori-teori teknis berphotoshop. Kalau tutorial berkata untuk membuat efek InfraRed harus melalui langkah A-Z, itu tidak selalu berlaku di diri Anda. Mungkin langkah Z-A malah lebih cocok. Saya sendiri kalau disuruh membuat olahan persis seperti foto di atas tidak akan bisa lagi, hasilnya pasti akan berbeda. Semua tergantung kondisi emosi dan imajinasi yang melayang pada saat itu.

Untuk dasar foto, saya memakai kamera Nikon D40 lensa standar 18-55 mm yang saya beri filter IR merk Hoya seri R-72 berdiameter 52 mm. Sebenarnya Nikon D40 kurang cocok untuk fotografi infrared, tetapi kita tidak boleh menyerah dengan keterbatasan bukan? :)

Agar menjadi efek seperti di atas, garis besar langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buat setting kamera di mode RAW, yang akan menghasilkan file berekstensi .NEF. Ini memungkinkan Anda mengubah setting white balance pada proses pasca pemotretan.
  2. Atur-atur white balance
  3. Buka dialog Channel Mixer dan bereksperimenlah di situ. Variasi efek warna infrared dihasilkan dari sini. Tidak akan ada patokan nilai yang baku di sini. Semua tergantung pada kondisi foto
  4. Jalankan Auto Levels
  5. Jika perlu atur brightness/contrast, color balance, hue/saturation dan selective color.

Efek IR dasar telah didapatkan. Sekarang bagaimana dengan langitnya? Well, siapapun yang pernah ke Jakarta tidak akan percaya ada langit seperti ini di Jakarta. Yap, jadi saya mengambilnya dari langit Pantai Prigi yang saya ambil dengan lensa Sigma 10-20 mm HSM. Agar bercampur dengan foto dasar, saya blend pakai mode Multiply atau Linear Burn. Kemudian quick mask untuk sisi bawah dan hapus sana sini agar terlihat pantas menyatu. Saya harus akui bahwa ini memerlukan kesabaran dan saya kurang sabar sehingga hasilnya kurang rapi.

Lumayan buat menghilangkan suntuk… :)

Dapat Kiriman T-Shirt

Date July 16, 2008

kaos

Seminggu yang lalu, saat yang tepat mengawali hari yang sibuk, ditemani pemandangan tanpa kabut Gunung Salak di ujung selatan sana di jendela lantai 48 kantor saya, seperti biasa saya memulai hari dengan membaca Google Reader. Di dekat feed milik Paman Tyo dan tikabanget, ada satu feed tercetak tebal. Saya periksa posting baru itu dan membacanya, wah… surprise saya, ada nama saya di posting tersebut.

Rupanya, si empunya blog tersebut, bu Ventura Elisawati, sedang merayakan ultah blognya yang pertama. Saya termasuk yang beruntung mendapatkan memento berupa t-shirt dengan cap hijau: vlisa. Meskipun pada awalnya saya ragu-ragu dan ge-er, beneran Galih saya atau bukan yang dimaksud. Saya konfirmasi apakah itu benar saya, dan ternyata benar. Wah, senengnya saya, saya segera kirimkan alamat tujuan pengiriman. Terpaksa pakai alamat kantor, soalnya alamat kos-kos-an tidak ingat. :D

Kiriman ini begitu spesial bagi saya karena beberapa hal. Pertama, karena yang mengirimkan adalah seorang petinggi XL, orang yang pasti sangat-sangat sibuk. Menulis itu perlu komitmen, dan bagi orang yang hari-harinya sudah penuh oleh kesibukan, berkomitmen untuk menulis secara rutin di blog adalah hal yang luar biasa. Kedua, belum pernah ada blogger yang sebegitu perhatiannya kepada saya pengunjungnya dan mengundi semua pengunjungnya untuk mendapatkan kado spesial.

Saya sendiri tahu blog ini waktu Detikinet mengangkat salah satu postingnya. Saya lupa posting yang mana. Saya tertarik untuk subscribe karena isinya adalah soal komunikasi dan marketing. Sebagai seorang IT freak, saya tentu jauh dari dunia tersebut dan karena itulah saya langsung menambahkannya dalam feed list saya di Google Reader. Sejak masa akhir kuliah, saya menyukai dunia komunikasi marketing dan secara rutin membaca majalah-majalah seperti SWA dan Mix.

Selamat ulang tahun blog pertama, bu Ve. Semoga tetap semangat menulis dan berbagi ilmu. Terima kasih kirimannya, hehehehe…. :D

Wanita Merokok?

Date July 15, 2008

Apa salahnya? Kalau pria merokok, kenapa wanita tidak boleh? Itu adalah hak setiap orang untuk menikmati salah satu ekstase kecil yang legal bernama rokok. Memilih sebuah gaya hidup yang lazim dilakoni oleh mereka yang mengaku sebagai pria sejati. Atau… sekadar untuk memenuhi kebutuhan. Bukan lagi sebagai gaya hidup atau segala hal yang mengawang-awang dramatis mengenai rokok, tetapi hanyalah sebagai pemuas kebutuhan seperti halnya orang butuh makan dan minum.

Masalahnya, kita hidup di negeri dongeng yang memiliki adat istiadat yang nanggung. Hitam tidak, tetapi putih juga tidak. Serba abu-abu. Orang suka meributkan masalah kecil dan dibesar-besarkan, tetapi masalah yang besar malah tidak dipedulikan.

Kita masih memandang segala sesuatu dari apa yang nampak dari luar. Konotasi dan asosiasi yang dibuat selalu berdasarkan apa yang terlihat. Nah, entah bagaimana awal mulanya konotasi untuk wanita yang merokok lebih negatif daripada jika pria yang merokok. Mungkin kesan yang akan didapat bahwa wanita yang merokok adalah:gaul, nggak alim, suka jalan-jalan, bahkan ke suka dugem dan pulang pagi. Jauh dari kesan anggun, kalem, dan alim (konotasi positif yang biasa disematkan kepada wanita).

Mungkin iklan dan media komunikasi visual adalah salah satu biang kerok (lagi-lagi) pembuat kesan seperti ini. Iklan rokok tidak pernah menampilkan wanita sebagai bintang utama. Pria berwajah tampan, bertubuh atletis dambaan setiap wanita adalah citra yang ditunjukkan oleh pengiklan tentang seorang perokok. Benar-benar pria sejati.

Dimana posisi saya? Bagi saya merokok atau tidak merokok adalah sebuah pilihan. Saya tidak merokok karena alasan yang tidak jelas. Saya tidak membenci rokok, tapi juga tidak menyukai rokok. I wish I could be a smoker, but I couldn’t. Dan bagi saya, tidak seharusnya wanita merokok. Itu akan menghilangkan kesan anggun di mata saya (halah!). :D