Coba-Coba Main Billiard

Posted by: on Jun 6, 2008 | 10 Comments

 

FLICKR
Lokasi: Recreation Hall, field-nya kumpeni, Muara Badak, Kalimantan Timur
Nikon D40 | Fotografer: Nixon Glenn M 

Udah lama nggak bernarsis-narsis ria ala Nona ini dan ini, hehehe…

Beberapa hari di field yang notabene sangat terpencil di hutan rawa Kalimantan Timur membuat orang harus pintar-pintar menggunakan waktu agar tak jenuh. Maklum, kita tidak bisa kemana-mana. Hari-hari dihabiskan untuk bekerja di kantor, dan setelah sirene jam 18:00 WITA berbunyi, para pekerja kembali ke kamar, makan malam di messhall, dan beristirahat. Begitu seterusnya.

Untunglah, kumpeni menyediakan segudang fasilitas olahraga dan beberapa hiburan agar para pekerjanya tidak merasa jenuh di sini. Kalau saya sih, sudah merasa cukup terhibur dengan makanan yang ada di messhall. Ada agar-agar (Jawa: godir) favorit sayah ) . Tapi tadi, saya mencoba bermain sesuatu yang belum pernah saya mainkan sebelumnya: billiard.

Hmm.. ndesa sekali saya ya? Bahkan ketika billiard sudah menjamur di desa tempat tinggal saya (hometown — Tulungagung), saya tak tertarik buat bermain billiard. Tapi eh ternyata, permainan sodok menyodok ini asyik juga. Ada kepuasan yang unik ketika sodokan saya masuk ke lubang, apalagi lubang yang dimasuki bukanlah lubang yang dituju, alias keberuntungan, hahaha… )

The Blue Horizon

Posted by: on Jun 4, 2008 | 9 Comments

FLICKR
Lokasi: Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Sederhana. Bahkan bisa dikatakan tanpa point of interest. Kosong. Ah, siapa peduli aturan konvensional fotografi? Puncak Gunung Gede terlalu indah untuk dibatasi aturan-aturan memotret. Saya hanya terpesona oleh gradasi warna yang dibuat oleh perbatasan daratan dan langit yang membentuk garis lurus cakrawala. Dan membiarkan vignette sebagai frame alami yang tipis di sana.

Biru itu teduh.
Biru itu damai.
Biru itu sendiri.
Biru itu sedih.
Biru itu kecewa.
Biru itu adalah warna (blue is the color — nRa)

Transportasi Massal Masih Menjadi Mimpi

Posted by: on Jun 2, 2008 | 10 Comments

Benar-benar bukan weekend yang cocok buat naik kereta. Sekarang saya dapati berada di gerbong KA Gajayana. Penyejuk udara tak dingin, kursi yang rusak pengatur sandarannya. Dan sekarang gangguan lalu lintas yang menyebabkan semua kereta tersendat masuk Jakarta. Hanya Tuhan yang tahu kapan saya tiba di kantor hari ini.

Hei, ini kelas eksekutif. Tak bisa bayangkan kondisi kelas ekonomi seperti apa. Transportasi massal yang nyaman? Mimpi kali yee…

Switch to our mobile site