Entries from June 2008
June 21, 2008

FLICKR
Lokasi: Depan Pasar Kelandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur
Nikon D40 | Nikkor 18-55 mm
Di sebuah penyeberangan jalan di sudut kota Balikpapan. Lalu lintas di jalan ini memang cukup ramai. Maklum, selain sebagai kota pelabuhan di provinsi yang kaya minyak dan gas ini, Balikpapan juga memiliki bandara internasional bernama Sepinggan Airport. Arus masuk dan keluar ke pulau Kalimantan lewat udara mayoritas melalui kota ini. Bahkan jika dibandingkan dengan ibukota Kaltim, Samarinda, Balikpapan jauh-jauh lebih mentereng.
Posted in Daily Photos
7 Comments »
June 19, 2008

FLICKR
Lokasi: Harapan Jaya, Bekasi Utara
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | Adobe Photoshop CS3
Akhirnya, setelah pertunangan yang diadakan November 2007 lalu (It’s Our November Rain), teman baik saya, Choirul Imam, akan resmi menikahi calon isterinya: Lisa, di Bekasi tanggal 29 Juni 2008 minggu depan. Selamat mengakhiri masa lajang sobat, saatnya menyimpan machine gun-mu yang terkenal itu, dan mencintai isterimu untuk selama-lamanya. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Amin, ya rabbal alamin…
Posted in Catatan Harian
12 Comments »
June 18, 2008
“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim). [google citation]
Saya selalu membayangkan, berapa amal jariyah yang telah dimiliki oleh para pengajar. Siapa dulu yang mengajari Anda perkalian dan pembagian? Bukankah ilmu ini pasti bermanfaat bagi kehidupan Anda? Beruntunglah kita yang dikaruniai ilmu pengetahuan. Kita diberi amanah sekaligus kesempatan untuk mengamalkan ilmu agar bermanfaat dan oleh karenanya kita mendapatkan pahala yang tak akan pernah terputus.
Hadist inilah yang selalu mengingatkan dan memotivasi saya ketika malas membuat tutorial, ketika karya teks saya dibajak orang lain, ketika saya dituduh membajak karya orang padahal itu adalah karya saya sendiri karena si penuduh tahu lebih dulu karya tersebut dari tempat lain. Bukankah semakin tersebar luas, kesempatan untuk ilmu yang telah saya bagi untuk menjadi bermanfaat semakin besar? Ilmu yang dikaruniakan kepada kita, selain sebagai karunia, juga sebagai amanah Tuhan kepada manusia apakah ilmu tersebut bermanfaat atau tidak.
Sudahkah ilmu Anda bermanfaat bagi orang lain hari ini?
Posted in Agomo
4 Comments »
June 17, 2008
Saya bukanlah penggemar otomotif dan tidak mengerti permesinan mobil sama sekali. Saya hanya bisa menjalankannya saja. Kalau rusak ya… bawa ke bengkel. Kalau kotor ya… dibawa ke tukang cuci mobil. Malas bener yak, hahaha… yang paling cerewet soal bersih-bersih mobil ya ayah tersayang — si empunya mobil. Namun gara-gara berburu mobil buatan Toyota ini beberapa waktu lalu, saya jadi sedikit tahu detail mobil keluarga ini.
Oke, mulai dari generasi Kijang sendiri. Paling tidak ada empat generasi, yaitu kotak, agak kotak, kapsul, lalu innova. Hehe, ini pembagian generasi versi saya sendiri. Versi yang lebih benar ada di wikipedia
Nah, buruan saya kemarin adalah Kijang versi Kapsul (New Kijang). Generasi ini diproduksi sekitar tahun 1997-2003. Tahun 2004 sampai sekarang adalah generasinya Innova — yang menurut saya tidak sesuai dengan filosofi Kijang itu sendiri (mungkin paksaan pasar dan desakan mobil built-up kali ya?).
Kijang Kapsul sendiri paling tidak dibatasi oleh dua bagian besar, sebelum tahun 2000 dan sesudah. Generasi sebelum tahun 2000 menggunakan karburator sebagai pencampur bensin dan udara, sedangkan setelah tahun 2000 mengganti karburator dengan teknologi bernama Electronic Fuel Injection (EFI). Warna-warna metalik seperti silver dan krem metalik juga mulai muncul setelah tahun 2000.
Dari kapasitas mesin, ada dua versi juga, yaitu 1.8 (1800 cc) dan 2.0 (2000 cc). Versi 1.8 adalah yang paling dicari orang sedangkan karena terkenal irit bahan bakar. Versi 2.0 agak gagal di pasaran karena boros. Saya sendiri sudah merasakan hehehe… Kalau dulu waktu pakai Suzuki Carry tahun 1992, Rp. 50.000 sudah bisa turing keliling antar kota (Tulungagung - Surabaya PP cuma makan Rp. 100.000 bensin), Kijang 2.0 hanya bisa buat keliling dalam kota saja.
Satu liter hanya bisa untuk 9-10 km saja.
Secara kasta, Kijang memiliki banyak sekali versi. Kasta ini sering ditunjukkan oleh huruf-huruf di kap belakang pojok kiri bawah dengan font yang khas. Versi-versi itu antara lain:
(1) Versi Pendek (short). Versi ini pendek. Ditandai dengan huruf pertama S. Kursi belakang menghadap ke samping. (2) Versi Panjang (long). Ditandai dengan huruf pertama L. Kursi belakang menghadap kedepan. Versi ini dibagi lagi dalam tiga subkasta:
- yX: paling minimalis, tanpa AC, power steering, power window, dan asesoris lainnya. Kalau sudah pernah nyetir pakai power steering, bakalan berkeringat kalau nyetir mobil tanpa power steering.
- ySX: versi lumayan, ada AC dan sistem audio.
- yGX: versi mewah, AC-nya sudah double blower, power steering, power window, ada sistem audio, wiper depan belakang, dan lengkap dengan lampu kabut.
- Krista: versi yang paling mewah. Ditandai dengan corak strip sporty pada body bagian bawah. Mirip dengan Daihatsu Taruna generasi CSX (tahun 2002 ke atas).
Huruf y menunjukkan panjang pendeknya (S atau L). Misalnya, tulisan di pojok kiri bawah kap belakang mobil adalah LGX 2.0 EFI, artinya ia adalah Kijang versi panjang, asesoris lengkap, dan memakai teknologi EFI.
Pada dasarnya, bentuk dan ukuran Kijang Kapsul dari tahun ke tahun adalah sama. Orang awam sulit membedakan sebuah Kijang Kapsul berasal dari tahun berapa. Namun ada beberapa ciri-ciri kecil yang membedakanya dari tahun ke tahun. Misalnya dari tutup radiator di bawah kap mesin depan, bentuk spion, dan lampu belakang. Generasi terakhir Kijang Kapsul (2003-2004) memiliki ornamen hiasan berbentuk segitiga di lampu belakang.
Sampai saat ini, reputasi Toyota Kijang masih sangat kuat di benak konsumen sebagai mobil keluarga yang nyaman (top of mind). Harganya sangat stabil. Generasi yang paling sukses menurut saya adalah generasi Grand Kijang (Kijang Kotak KF-42). Waktu diluncurkan, generasi ini sukses menghajar Suzuki Carry yang pada waktu itu menjadi market leader. Mulai saat itulah, konsep station wagon tanpa kepala ala Carry ditinggalkan dan berubah menjadi mobil berkepala seperti Kijang hingga sekarang.
Posted in Review
8 Comments »
June 16, 2008
Desperado,
Mengapa kamu tidak segera sadar?
Bahwa kini kau telah lama keluar dari jalan yang kau tempuh
Kau memang orang yang keras hati,
tetapi aku tahu kau begini karena punya alasan sendiri
Tapi bagaimanapun juga, apa yang menyenangkanmu itu dapat melukaimu
Janganlah melukis harapan tentang pujaan hatimu, kawan
Dia akan melukaimu kalau ia bisa
Kau tahu, ratu hati selalu menjadi taruhan terbaikmu
Sekarang sepertinya,
semua yang terbaik telah dihamparkan didepanmu
Tapi engkau hanya menginginkan dia yang tak mungkin kau dapat
Desperado,
Kau tidaklah akan bertambah muda
Luka dan jiwa kosongmu akan mengantarkanmu pulang
Kebebasan…. oh kebebasan…
Itulah yang dibicarakan orang (terhadap sendirimu)
Tapi penjaramu adalah melalui dunia ini dalam kesendirian
Tidakkah kakimu merasa dingin ketika musim dingin?
Langit tidak akan bersalju dan matahari tidak akan bersinar
Sulit mengatakan waktu malam ketika siang
(akhirnya) kau kehilangan emosi
Bukankah lucu ketika menyadari bagaimana perasaanmu tiba-tiba sirna?
Desperado,
Kendapa engkau tidak kunjung sadar?
Turunlah dari tanggamu, buka gerbang hatimu
Di luar mungkin hujan,
Namun akan ada pelangi di atasmu
Sebaiknya kau membiarkan seseorang mencintaimu dengan tulus
sebelum semua telah terlambat…
Dari lagu Desperado yang dinyanyikan oleh Eagles. Lagu yang sangat sarat makna bagi saya. Saya sering menyanyikan lagu ini dengan gitar ketika sedang sendirian. Dulu, ketika patah hati, lagu ini adalah salah satu lagu yang menemani saya selain Heaven Knows milik Rick Price.
Bagian yang paling saya suka dari syair ini adalah:
Some fine things have been laid upon your table, but you only want the ones that you can’t get …
Saya rasa cinta itu posesif sekaligus egois, oleh karena itulah kenapa orang yang sedang patah hati tak kunjung sembuh ketika apa yang sangat diinginkannya tidak bisa ia dapatkan. Syair ini begitu mengerti keadaan orang yang sedang patah hati. Bercerita tentang kebebasan ketika sendirian, sekaligus penjara kebebasan adalah kesendirian itu sendiri. Di akhir syair, ada nasihat yang dalam untuk membuka kembali pintu dan melihat keadaan di luar dan membiarkan seseorang yang tepat untuk mencintai secara tulus.
Benar-benar dalam!
PS: Maaf jika translasi saya salah. Namanya juga tafsir bebas, hehehe…
Posted in Review
10 Comments »