Komentar untuk Website ITS v4

Website ITS v4.

Wah, sebenarnya saya menyimpan komentar kalau sudah benar-benar selesai nanti, tapi ternyata pas saya lihat di sana ada untouched link yang bernama “Komentar Anda”. Karena sudah dimintai komentar dan ternyata di sana tidak ada media untuk mencurahkan komentar, ya saya tulis di sini. Yang jelas first of all, congratz untuk tim webmaster ITS.

Secara umum, saya suka konsep layout yang dibawa. Fresh! Segar! Mantaps! Beberapa catatan subjektif sayah:

  1. Header terlalu kosong. Hanya tulisan webmail yang sedikit menemani.
    Yaya… saya tahu, webmaster tak punya pilihan banyak menempatkan logo. 😀 Dilema yang pernah saya alami berkali-kali dulu. Mungkin bisa dibuat semacam ornamen pemanis warna-warni di sana. Nggak usah ngeblok. Jika dibuat overflow keluar dari batas kotak 800 pixel mungkin lebih manis. Adik saya, Fitri, berkomentar kalau layout itu mirip buku TA. Hmm… masuk akal juga, mungkin memang inspirasinya dari situ? 😉
  2. Bagaimana kalau link webmail dibuat login form-nya sekalian? Untuk accessbility rasanya lebih praktis. Juga untuk mengurangi ruang yang terlalu kosong di sana. Terakhir, saya tahu SquirellMail yang dipakai sudah mendukung untuk tujuan ini kok.
  3. Penonjolan informasi.
    Ini penting. Saya melihat portal ini terlalu flat. Tak ada informasi yang ditonjolkan. Saya ambil contoh: Di bagian Agenda. Mata saya tak bisa langsung di-drive untuk melihat suatu agenda. Kapan? Dimana? Tentang apa? Saya harus cari-cari di tulisan bertypo Trebuchet yang kecil itu.
  4. Kenapa ITS Tour ada di bawah? Kenapa membuat pengunjung baru dan awam men-scroll halaman untuk melihat bagian yang bisa mereka lihat pertama kali. Taruh saja di atas, sebab informasi ini memang ditujukan untuk orang-orang yang belum tahu sama sekali tentang ITS, apalagi struktur website-nya. Key-nya tetap: penonjolan informasi.
  5. Ada bagian cukup besar untuk foto. Komentar saya untuk foto saat ini: Jelek. Olah digital yang kurang rapi untuk seorang desainer DKV ITS. Tapi saya yakin, ini sementara. Saya usul, kalau memang ada content, lebih baik adalah movie flash yang melakukan slide show mengenai informasi yang diperlukan oleh pengunjung baru. Kalau tidak ada, ya foto-foto tentang suasana lingkungan ITS. Tapi jangan diedit habis seperti itu. Kalau ingin foto IR ya yang dari filter IR lah, jangan Photoshop. 😀

Sedangkan kritik saya tentang konsep:

  1. Konsep Web 2.0-nya mana? Zaman sudah akan beranjak ke Web 3.0, kok masih tetap bertahan dengan konsep ala tahun 2003?
  2. Back to table layout? Is tableless layout too difficult for you?

Selebihnya Oke. Saya tak bisa berkomentar tentang sitemapping dan kemudahan navigasi karena belum jadi. Sebenarnya saya lebih setuju kalau tidak usah ada preview dan meminta sedekah komentar (meminjam istilah Bu Velisa) seperti ini. Langsung saja hajar jadi website utama. Karena kalau meminta kritik terlebih dahulu, web baru ini kehilangan kesempatan untuk membuat surprise. Padahal surprise itu penting. Orang cuma bisa mengkritik, dan orang tak bisa memuaskan semua pihak. Jadi, apa gunanya menerima kritik yang kebanyakan sifatnya subjektif dan selera saja?

Congratz Ridho’ and the team. Keep on hard work guys.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. yup saya sepakat sama bang sat, lay out yang baru elek gak karu2an!!!

    isin rek website its tampilane mbelgedez ngunu.. tapi malam ini saya cek udah balik ke versi lama kok.. mungkin banyak yang nyela jadi diturunkan kembali..

    yang saya agak geram tu melihat website etalase.its.ac.id duh ngisin2i cak! gak cocok karo tagline nya: semua ada, tapi ternyata ndak ada apa2 di sana!

  2. kalo diliat sepintas sebenarnya menarik, tapi ternyata fotonya kurang menarik… terlalu gede 😀

    pada dasarnya sepakat sama mas galih 😀

  3. wah.. unsur surprise sudah diberikan… dan jawabannya adalah ganti ke desain yang lama dulu :p. karena yg ngeliat bingung dengan tampilan baru. link msh blm semuanya dipasang soalnya.

  4. iya setuju! lebih seru klo dibikin surprise! tadddaaaa!! segitu g pede nya kah ampe minta kritik dulu? sepakat dgn mas galih: kita g bisa memuaskan semua pihak.

    hehe.. yg kaya gini (tampilin preview n minta kritik) palingan jg pesenannya orang atas. biasa lah.. kqkqkqkq.

    but overall.. bravo untuk tim yg bikin! selamat2

  5. saya ini cuma tukang yg lagi byk utang.

    saya cuma bs ikut apa kata yang diatas aja, disuruh a ya a, disuruh b ya b.

    disuruh pasang link ya lgsg saya pasang(meskipun beritanya blm dibuat)

    saya hny ingin segera menyelesaikan beban yg saya pikul ini secepatnya..

    *cerita seorang tukang*

  6. Lho, pak tukang kok mutung. Semangat pak! Jangan dengarkan cibiran-cibiran yang jumlahnya seabreg itu. Cukup dengarkan saran-saran yang anda dapat. Kalo ternyata (terlalu) berat, ya lupakan saja. Anggap saja jadi pe er untuk penerus anda.

    Baik buruk, kembali ke selera orang. Kebetulan saja, ada beberapa bagian yang cocok dengan selera saya, dan ada yang tidak. Itu biasa.

    Sekali lagi, pak tukang, semangat! 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *