Entries from April 2008
April 9, 2008

FLICKR
Lokasi: Lantai 2 Kampus FK UI, Salemba, Jakarta
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM
Inilah salah satu sudut kampus yang terkenal itu: kampus Pendidikan Dokter Universitas Indonesia atau yang lebih dikenal dengan kampus FK UI. Bangunan Belanda yang anggun dan menarik untuk difoto. Bukan hanya arsitekturnya yang khas, tetapi juga auranya yang menawan. Beberapa kali bulu kuduk saya merinding ketika melihat sudut-sudut yang agak gelap. Bahkan saya beberapa kali berkata, “Ya ampun, singup-nya (singup: kesan berhantu) kampus ini…”
Posted in Arsitektur
7 Comments »
April 9, 2008

FLICKR
Lokasi: Depan kampus FK UI, Salemba, Jakarta Pusat
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR
Apa jadinya ya kalau tidak ada beliau-beliau ini di jalanan Jakarta? Merekalah pahlawan jalanan. Bekerja dengan taruhan nyawa. Bayangkan kalau ada satu pengendara yang sedikit ngantuk, atau sedang melirik cewek yang sedang berjalan di pinggir trotoar, bapak ini bisa jadi tertubruk dan nyawa bisa melayang karenanya.
Posted in Daily Photos, Human Interest
3 Comments »
April 7, 2008

FLICKR
Lokasi: Pameran Fotografi Focus, JCC, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR
Ini bukan iklan Canon lho 
Canon seri Ixus adalah kamera saku keluaran Canon yang benar-benar bisa dimasukkan ke dalam saku. Berbeda dengan seri Powershot A, Canon Ixus jauh lebih kecil. Jemari Nikita Willy yang lentik saja bisa memegang Ixus dengan leluasa.
Akhir-akhir ini, aku ingin memotret lingkungan sekitar dengan kamera saku lagi. Terinspirasi oleh blog Jakarta Daily Photo. Makanya aku bikin kategori baru bernama Daily Photos. Memotret keadaan kehidupan sehari-hari terlalu ribet jika memakai DSLR dengan segala lensa-lensanya yang berat. Sempat pikiran setan masuk ke kepalaku untuk membeli Ixus karena Powershot A400 agak terlalu besar untuk ukuran kamera saku. Tapi tidak ah. Aku harus bisa mengendalikan diri. A400 masih cukup tangguh untuk kebutuhan ini, heheheh… 
Posted in Daily Photos
8 Comments »
April 7, 2008

FLICKR
Lokasi: Depan kampus FK UI, Salemba, Jakarta
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR
Perspektif Wimar Witoelar hadir lagi di Antv. Karena target audience-nya adalah mayoritas kaum kantoran, maka pemilihan waktunya adalah pagi-pagi. Head-to-head dengan acara Sport7 di Trans7 dan laporan berita di stasiun televisi lain.
Seperti halnya Seleb Dance dan Topik dulu, Antv memanfaatkan baliho raksasa ini untuk iklan acaranya. Baliho ini saya lihat ada di Salemba, tepat di depan kampus Fakultas Kedokteran UI.
Posted in Daily Photos
5 Comments »
April 6, 2008
Waktu mengetahui pemerintah telah melakukan pemblokiran situs-situs dewasa via Indonesia Internet Exchange (IIX), saya tidak terlalu peduli dengan berita dan segala reaksi kehebohan yang terjadi. Apakah saya pembenci situs porno? Ah, kalau saya menjawab “iya”, berarti saya munafik dan mencitrakan diri saya sebagai orang baik di sini.
Sebaliknya, saya adalah salah satu fans berat dari Maria Ozawa dkk yang tergabung dalam MFC. Microsoft Foundation Class? Oh, bukan… tetapi Miyabi Fans Club (thanks to crew lab AJK yang menelurkan istilah ini). 
Kabar hot terbaru adalah beredarnya film Fitna yang isinya (lagi-lagi) merupakan penghinaan terhadap Islam. Film ini beredar di Youtube. Dengan payung hukum UU ITE yang baru, Depkominfo secara tegas (dan emosional?) membreidel Youtube dari Indonesia. Masyarakat Indonesia dilarang mengakses situs Youtube. Beredar kabar bahwa film ini juga ada di Google Video. Apakah Google akan dibreidel juga?
Saya bertanya-tanya. Youtube adalah situs web 2.0 yang basisnya adalah publik. Kalau ada content yang melanggar terms and condition, publik juga bisa mengirim protes. Salah satu contohnya adalah video-video liputan pertandingan Liga Inggris. Saya sering mendapati pemberitahuan dari pihak Youtube bahwa isi telah tidak ada lagi karena melanggar copyright. Biasanya karena ada laporan dari pihak pemegang copyright. Nah, pertanyaan saya, kenapa pemerintah via Depkominfo tidak melakukan hal yang sama? Youtube adalah situs yang sangat terbuka. Daripada melakukan boikot terhadap Youtube, kan rasanya lebih elegan dan bijaksana melaporkan isi tersebut kepada Youtube.
Kalau sudah begini, siapa berikutnya? Multiply, Friendster, Facebook, Myspace, Flickr, Yahoo!, Wordpress, Blogger, dan akhirnya, Google. Tapi mungkin juga ada hikmah positif kalau semua layanan itu menghilang dari bumi Indonesia. Kita akan dituntut lebih kreatif lagi membuat content-content lokal yang bermanfaat sehingga menghemat biaya bandwidth luar negeri kita.
Internet, masih merupakan barang mewah dan mahal di negeri kita.
Posted in Opini saja kok
10 Comments »