Cinta Arai Kepada Zakiah: Cinta Sejati ataukah Obsesi?
February 29, 2008
SPOILER ALERT: SANG PEMIMPI DAN EDENSOR
Arai, sejak SMA telah menemukan cinta sejatinya: Zakiah Nurmala. Zakiah adalah nafas hidupnya. Telah banyak tercipta puisi untuknya. Ia bahkan belajar bermain gitar — dengan suaranya yang mengerikan — dan menyanyikan lagu di depan jendela Zakiah. Namun sayangnya, ia ditolak mentah-mentah dengan cara yang cukup mengerikan juga. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi hebatnya, ditolak berkali-kali, ia pantang menyerah. Ia seperti tak mempedulikan kenyataan bahwa Zakiah nyata-nyata menolaknya, bahkan membencinya. Baginya, ungkapan rasa benci dan muak itu adalah satu bentuk cinta Zakiah kepadanya.
Pada malam ulang tahun Zakiah, Arai menelepon dari Prancis dengan kartu telepon internasional yang didapat dengan susah payah. Hanya sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Malang baginya, Indonesia masih jam dua pagi ketika ia menelepon. Bukan ucapan terima kasih yang ia dapatkan, malah dampratan keras dari Zakiah. Hebatnya, Arai masih bisa berkata, “Ikal, Zakiah masih mencintaiku!”
Saat perayaan kematian Jim Morisson, vokalis The Doors favorit Arai, ia membacakan puisi khusus untuk Zakiah di pusara makamnya. Puisinya menyayat hati. Sangat sedih. Sebuah keputusasaan, kenapa Zakiah tak kunjung membalas cintanya.
*
Apakah ini cinta sejati, ataukah obsesi? Apa beda cinta dengan obsesi dan keinginan untuk memiliki? Dua hal yang memiliki batas yang sangat tipis bahkan area abu-abu seperti halnya benci dengan cinta. Apakah Arai benar-benar mencintai Zakiah? Ataukah Arai ingin Zakiah menjadi miliknya? Kalau Arai cinta Zakiah, kenapa ia tidak menghormati keputusan Zakiah dengan menerima penolakannya? Ataukah memang seharusnya seperti itu wanita diperlakukan? Dikejar-kejar sampai ia kehabisan nafas dan akhirnya menyerah.
Curhat mode: on
Karena batas yang tipis antara cinta dan obsesi lah, saya kadang benci untuk mencinta. Saya lebih suka tidak ada perasaan cinta (dalam konteks: ingin menjadikan kekasih) dalam sebuah hubungan. Saya bahkan lebih suka jika tahu bahwa yang sedang saya ajak bicara sudah tidak available lagi (bahasa Friendster: In A Relationship) karena saya tidak mungkin jatuh cinta padanya. Dengan demikian, saya akan menjadi lebih tulus.
Saya lebih suka menyayangi dengan tulus. Kalau saya berusaha baik padanya, itu karena saya menyayanginya dengan tulus, tanpa tedeng aling-aling. Orang Jawa memiliki falsafah: nandur wohing pakarti – Menanam kebajikan. Satu filosofi yang diajarkan oleh Ibu saya. Ketika kita berbuat baik terhadap orang lain, buah kebaikan kita pasti akan kembali. Tidak selalu kembali dari orang yang kita tolong, tetapi orang lain yang berbuat baik kepada kita. Bahkan buah itu mungkin tidak kembali kepada kita, tetapi kepada anak-anak dan keturunan kita.
Ada perasaan benci ketika saya harus memutuskan untuk jatuh cinta. Dalam konteks: ingin menjadikan kekasih. Saya benci karena tak yakin lagi, apakah saya baik kepadanya memang benar-benar tulus ataukah menyembunyikan pamrih supaya ia menerima saya. Apakah nanti ketika setelah ditolak, saya akan tetap baik kepadanya?
Bukan perkara gampang untuk berusaha tetap tulus ketika kita mengetahui bahwa kita ternyata telah bertepuk sebelah tangan. Saya sudah mengalami hal ini bertahun-tahun dan merasa tetap belum lulus dari ujian-ujiannya. Oleh karena itu, di suatu kekecewaan di bulan Oktober-November 2007, saya memutuskan untuk melarikan diri. Maaf. Bukan apa-apa, karena saya belum siap.
Nanti, ketika akan datang lagi sebuah kekecewaan baru, saya harus melakukan apa? Yang saya harapkan adalah, saya tidak lari lagi. Saya tetap bisa tulus. Seperti karang di pantai, dihajar ombak berkali-kali tetap kokoh tegak berdiri. Doa saya, persis seperti puisi saya terakhir, batang daun akan tetap kokoh bertahan menopang hingga ada kuncup daun baru lagi, lagi, dan lagi, hingga salah satu kuncup itu akan berkembang menjadi sebuah melati yang menebarkan aroma wangi.
Someday, A New Day will come to me… and I’m sure for that! ![]()
Posted in 












March 1st, 2008 at 11:22 am
Hmm, sama seperti yang ada di buku “The Mastery of Love”-nya Don Miguel Ruiz.
Terkadang, cinta membuat kita merasa harus memiliki orang yang kita cintai. Kalau sudah sampai sini, itu bukan cinta lagi … tapi posesif, nafsu ingin memiliki
Cinta (kalo menurutku) yaitu hanya berusaha memberikan apa yang kita punya kepada orang yang kita cintai, tanpa pernah mengharapkan balasan darinya
March 1st, 2008 at 12:51 pm
hiya..seperti saat kita bertanya antara mencintai dan hasrat untuk memiliki…..novelnya bagus mas suka baca novel ya
March 2nd, 2008 at 9:04 am
CURHAT ALERT: level MAX!!!
*kabur*
March 2nd, 2008 at 12:18 pm
#abdulmuberverlose:

tapi kalau begitu terus, ya asem lah nif
kita tetap membutuhkan cinta yang berbalas
#nanakiqu:
yap, bacaan favoritku emang novel
#ardy:
*lempar ardy pakai HP*
March 3rd, 2008 at 2:25 pm
Semangat Mas, Saya punya beberapa buku untuk melatih kita tetap ikhlas pada setiap kehendakNya.
Trilogi Syahadat Cinta udah baca blom mas?
March 4th, 2008 at 9:23 am
Beh…
Aku mbaca edensor tertariknya waktu Ikal dan Arai backpacking keliling Eropa, ini malah kisah cintanya.
Udah, over and out!
March 4th, 2008 at 11:49 am
#Nike:
belom baca… agak-agak trauma baca novel islami.
#dnial:
Hehehe, bahkan novel kriminal paling kejam pun bisa aku review secara novel romantis
March 16th, 2008 at 4:55 pm
aku dukung arai dapat zakiah nurmala. mau itu obsesi ato sejati. cinta harus diperjuangkan. hidup cinta! btw, Andrea sudah ketemu A ling belum ya
May 31st, 2008 at 2:04 am
tp sayangnya aku tu pengen liat wajah asli arai sama nurmala tp aku searc g ketemu2, trus pengen tau juga kelanjutannya apakah si”ikal” ketemu “a ling” trus si arai akhirnya sama nurmala,,,,,,,,,
da yang tau ga???!!!???!!
*manyun mode on*
June 14th, 2008 at 10:37 am
Cinta kan gak harus memiliki, katanya sich…kalo kita cinta pada seseorang kita harus siap untuk melepasnya…(kayaknya gak banget dech)…BTW batas antara cinta dan memiliki itu dikiiiiit bgt, jadi beruntunglah orang yang kamu cintai juga kamu miliki…(
Soal Arai….Aku pengen ketemu, ada yang mau bantu gak….????
June 27th, 2008 at 4:54 pm
hua…terkadang cinta memang aneh..tapi itu merupakan suatu tantangan untuk menakluhkanya…..