Cita Sederhana dari Kuncup Daun

Date February 12, 2008

Lihatlah kuncup daun yang sedang tumbuh itu
Sebuah wujud nyata dari kecantikan yang terbungkus dalam kesederhanaan
Bukan cantik seperti melati
Bukan cantik seperti mawar
Hanya sederhana, tak lebih.

Mawar telah banyak mempesona di taman bunga
Melati telah banyak menebarkan aroma wangi
Namun di sudut yang tak terlihat itu,
Kuncup daun yang tulus membangun harapan
Kelak, ia bisa menjelma menjadi pesona mawar atau melati

Entah apa yang terjadi besok, ia tidak tahu
Apakah akan ada badai yang merusak kuncupnya?
Apakah akan datang tangan lembut yang akan merawatnya?
Apakah citanya akan layu bahkan sebelum ia menjadi daun?
Bahkan sebelum daun itu akan memunculkan mawar atau melati yang ia citakan?

Who knows? Only heaven knows
Yang ia tahu, ia adalah kuncup yang masih muda
Ia tahu banyak kuncup-kuncup yang tak jadi daun
Dan ia tak tahu apakah batang daunnya masih sanggup bertahan

Dalam kesederhanaan itu,
Ia hanya ingin citanya tak padam

Kalaupun padam.
Ia berharap akan ada lagi kuncup daun yang baru
Ia berharap batang daun akan tetap sanggup bertahan
Hingga suatu saat nanti, sebuah mawar atau melati tumbuh di batang itu…

Sebuah cerita dan kata-kata sederhana, untuk memenuhi permintaan seseorang yang berkomentar di posting tentang Valentine tahun lalu. Lepas dari segala kontroversinya, salam penuh kasih sayang saya untuk Anda, di bulan penuh cinta ini.

Galih

Catatan Foto:
Lokasi: Rumah Rin, Pondok Cabe - Depok.
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/200 | F/5.6

14 Responses to “Cita Sederhana dari Kuncup Daun”

  1. ciplux said:

    hadaw,,melankolis lagee,,mesti gara2 virus epilepsi,,,hehe

  2. tukang foto keliling said:

    puisinya TeOoPe BeGeTe deh…
    btw, tuh foto ko’ terlalu bokeh yah? sampe2 objeknya juga ikutan bokeh…
    apa emang disengaja?

  3. Galih Satria said:

    #ciplux:
    hehehehe…

    #tukang foto keliling:
    yap, kan POI-nya kuncup daun, bukan sampai batang-batangnya. ini namanya ruang tajam sangat sempit.

  4. Anang said:

    lih ijin ngesave potone ya… mantep tenan.. puisine pisan tak angkut.. rapopo yo leh?

  5. Galih Satria said:

    #Anang:
    OK, monggo diangkut, fotonya yang resolusi gede ambil aja di flickr-ku.

  6. Paman Tyo said:

    hmmmm. komentarku ikut kategori aja: melankolis. tapi pakai bumbu “top pisan”. :)

  7. Ndoro Seten said:

    Kuncup memang tunas-tunas muda bersemi,
    gantikan yang tua lanjutkan hidup.

  8. oon said:

    gambarnya bagus!
    tino sidin mode [OFF]

    puwisi valentinan buat siapa tuw? xixixi…

  9. Galih Satria said:

    #oon:
    hehehe.. ada deeh… :D

  10. – A New Day Has Come » Blog Archive » Valentine Day: Akibat Kampanye dan Edukasi Marketing said:

    […] Banyak ide tentang puisi patah hati, tapi, biarlah tahun ini, puisi Valentine saya adalah tentang harapan dan cita-cita tentang cintah. [Cintah? Makan tuh […]

  11. deeply said:

    Mas, foto kuncup-nya boleh tak copy yaa. :)
    trims

  12. Galih Satria said:

    #deeply:
    tentu saja boleh. silakan :)

  13. listiya said:

    Maksud’e ki kembang di stek, ngono to???? *mode on : garuk-garuk kepala

  14. – A New Day Has Come » Blog Archive » Cinta Arai Kepada Zakiah: Cinta Sejati ataukah Obsesi? said:

    […] karang di pantai, dihajar ombak berkali-kali tetap kokoh tegak berdiri. Doa saya, persis seperti puisi saya terakhir, batang daun akan tetap kokoh bertahan menopang hingga ada kuncup daun baru lagi, lagi, dan lagi, […]

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>