Cita Sederhana dari Kuncup Daun

Posted by: on Feb 12, 2008 | 17 Comments

Lihatlah kuncup daun yang sedang tumbuh itu
Sebuah wujud nyata dari kecantikan yang terbungkus dalam kesederhanaan
Bukan cantik seperti melati
Bukan cantik seperti mawar
Hanya sederhana, tak lebih.

Mawar telah banyak mempesona di taman bunga
Melati telah banyak menebarkan aroma wangi
Namun di sudut yang tak terlihat itu,
Kuncup daun yang tulus membangun harapan
Kelak, ia bisa menjelma menjadi pesona mawar atau melati

Entah apa yang terjadi besok, ia tidak tahu
Apakah akan ada badai yang merusak kuncupnya?
Apakah akan datang tangan lembut yang akan merawatnya?
Apakah citanya akan layu bahkan sebelum ia menjadi daun?
Bahkan sebelum daun itu akan memunculkan mawar atau melati yang ia citakan?

Who knows? Only heaven knows
Yang ia tahu, ia adalah kuncup yang masih muda
Ia tahu banyak kuncup-kuncup yang tak jadi daun
Dan ia tak tahu apakah batang daunnya masih sanggup bertahan

Dalam kesederhanaan itu,
Ia hanya ingin citanya tak padam

Kalaupun padam.
Ia berharap akan ada lagi kuncup daun yang baru
Ia berharap batang daun akan tetap sanggup bertahan
Hingga suatu saat nanti, sebuah mawar atau melati tumbuh di batang itu…

Sebuah cerita dan kata-kata sederhana, untuk memenuhi permintaan seseorang yang berkomentar di posting tentang Valentine tahun lalu. Lepas dari segala kontroversinya, salam penuh kasih sayang saya untuk Anda, di bulan penuh cinta ini.

Galih

Catatan Foto:
Lokasi: Rumah Rin, Pondok Cabe – Depok.
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/200 | F/5.6

17 Comments

  1. ciplux
    February 12, 2008

    hadaw,,melankolis lagee,,mesti gara2 virus epilepsi,,,hehe

    Reply
  2. tukang foto keliling
    February 12, 2008

    puisinya TeOoPe BeGeTe deh…
    btw, tuh foto ko’ terlalu bokeh yah? sampe2 objeknya juga ikutan bokeh…
    apa emang disengaja?

    Reply
  3. Galih Satria
    February 13, 2008

    #ciplux:
    hehehehe…

    #tukang foto keliling:
    yap, kan POI-nya kuncup daun, bukan sampai batang-batangnya. ini namanya ruang tajam sangat sempit.

    Reply
  4. Anang
    February 13, 2008

    lih ijin ngesave potone ya… mantep tenan.. puisine pisan tak angkut.. rapopo yo leh?

    Reply
  5. Galih Satria
    February 13, 2008

    #Anang:
    OK, monggo diangkut, fotonya yang resolusi gede ambil aja di flickr-ku.

    Reply
  6. Paman Tyo
    February 13, 2008

    hmmmm. komentarku ikut kategori aja: melankolis. tapi pakai bumbu “top pisan”. :)

    Reply
  7. Ndoro Seten
    February 13, 2008

    Kuncup memang tunas-tunas muda bersemi,
    gantikan yang tua lanjutkan hidup.

    Reply
  8. oon
    February 14, 2008

    gambarnya bagus!
    tino sidin mode [OFF]

    puwisi valentinan buat siapa tuw? xixixi…

    Reply
  9. Galih Satria
    February 14, 2008

    #oon:
    hehehe.. ada deeh… :D

    Reply
  10. – A New Day Has Come » Blog Archive » Valentine Day: Akibat Kampanye dan Edukasi Marketing
    February 15, 2008

    [...] Banyak ide tentang puisi patah hati, tapi, biarlah tahun ini, puisi Valentine saya adalah tentang harapan dan cita-cita tentang cintah. [Cintah? Makan tuh [...]

    Reply
  11. deeply
    February 18, 2008

    Mas, foto kuncup-nya boleh tak copy yaa. :)
    trims

    Reply
  12. Galih Satria
    February 18, 2008

    #deeply:
    tentu saja boleh. silakan :)

    Reply
  13. listiya
    February 22, 2008

    Maksud’e ki kembang di stek, ngono to???? *mode on : garuk-garuk kepala

    Reply
  14. – A New Day Has Come » Blog Archive » Cinta Arai Kepada Zakiah: Cinta Sejati ataukah Obsesi?
    February 29, 2008

    [...] karang di pantai, dihajar ombak berkali-kali tetap kokoh tegak berdiri. Doa saya, persis seperti puisi saya terakhir, batang daun akan tetap kokoh bertahan menopang hingga ada kuncup daun baru lagi, lagi, dan lagi, [...]

    Reply
  15. Moonlite Sonata | – A New Day Has Come
    April 21, 2009

    [...] cuma kuatir, sobat, batang ranting kuncup daun itu telah patah Sehingga tak akan ada lagi kuncup-kuncup daun berikutnya yang berharap akan muncul [...]

    Reply
  16. triniz
    May 10, 2009

    baguuus, tapi aku lebih kaget waktu lihat foto sunrise di kenjeran itu. bikin aku ndredeg krn keren bukan maen. biru gelap, satu pohon…. cuma itu tapi…….. bagus banget!!!
    oya, tau kisah Arai sekarang g??
    dia kerja dmn? tinggal dmn? aku suka banget dg dia daripada Andrea. hehhehee

    Reply
  17. Janik Januar
    August 10, 2010

    Izin me-review puisinya boss B-)

    Kuncup daunmu memenuhi rongga dadaku dengan kesegaran
    Izinkanlah aku utk menangis, dan rasa segar itu mengurainya dengan kepuasan
    Kini ku melahirkan buah kesegaran
    Lalu ku nikmati, dan rasa manis itu memberi ketenangan

    Kuncup daunmu telah menuntunku di bawah cakrawala yg hitam..

    Wow.. I get alot from you
    Thx

    Reply

Leave a Reply

Switch to our mobile site